
Hajun menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. "Pertandingan antar Murid ya... jika saja ia masih disini, mungkin kami berdua akan maju dalam Turnamen tersebut."
gumam Hajun.
Turnamen antar Sekolah akan diadakan dalam 2 Tahun lagi untuk menguji Tingkat Kekuatan AO mereka.
...----------------...
suasana kelas Hajun begitu ribut. ketika Pak Guru menjelaskan tentang Turnamen ini, namun dari seluruh Kelas baik itu SD, SMP, dan SMA tak ada yang mau ikut menjadi perwakilan sekolah.
"maaf pak... tapi Sekolah kita sudah 2 kali dijadikan lelucon oleh Sekolah dan Akademi kelas atas lainnya."
"kamu benar ... namun jika ada yang mau menjadi perwakilan, kalian boleh mendatangi ruang kepala sekolah."
salah seorang murid kemudian mengangkat tangannya seraya berkata "maaf Pak. namun jika kita ikut kita akan menanggung malu dan jika kita tak ikut juga kita akan ditertawakan."
Hajun memperhatikan pembicaraan namun tetap diam dan hanya memperhatikan. tiba-tiba seseorang bertanya "Pak! memangnya lawan kita Sekolah mana saja?"
Pak Guru kemudian menjelaskannya "lawannya ada sekitar 4 Sekolah. yaitu Sekolah Gundang, Akademi Hungjo, Akademi Torve, Akademi Javen."
mendengar ada nama Sekolah Gundang Hajun nampak tertarik. namun ... tidak mungkin Jayden akan menjadi perwakilan sekolah itu, apalagi Jayden cukup buruk dalam pengendalian AO.
Bel Sekolah berbunyi.
"Baiklah anak-anak ... besok sudah libur. gunakan waktu istirahat tersebut sebaik mungkin. jadi Selamat Berlibur." ucap Pak Guru dengan ekspresi tersenyum.
anak-anak murid di kelas Hajun mulai bubar dan pulang ke rumah masing-masing begitupun dengan Hajun.
begitu sampai di rumah, Hajun langsung masuk kedalam Ruang Latihan Gita "aku akan menjadi lebih kuat ... aku akan membalaskan dendamku. bajingan-bajingan seperti Jayden ada begitu banyak, dan jika hama seperri itu tak dibunuh maka akan ada bencana."
Hajun menggumam dengan ekspresi sangat geram, Hajun mengepalkan tangannya sangat kencang kemudian melesat memukul sandbag yang ada di hadapannya.
BUK! BUK! BUKK! BUKKK! BUUK!
Hajun memukul sandbag tersebut sekuat tenaga, satu sandbag hancur. kemudian ia menghancurkan sandbag lainnya, memukul sandbag lainnya hingga 15 sandbag yang ada di ruangan itu Hajun pecahkan tanpa kekuatan AO sama sekali.
namun sebuah sistem alarm Ruangan Latihan itu aktif, yang membuat para robot penjaga dalam ruangan itu aktif secara bersamaan.
"Target. Target berbahaya terdeteksi, masuk dalam mode pemburuan."
para robot disana bukanlah robot sembarangan. mereka semua setara dengan Gita dalam mode base ditambah mampu menggunakan AO.
ada 5 Robot yang siap menyerang Hajun, namun Hajun menganggap ini seperti sebuah lelucon. "Kakak tak pernah bilang ruang latihan ini memiliki fitur yang bagus semacam ini." ucap Hajun dengan bodohnya tanpa mengetahui kalau dia sedang berhadapan melawan 5 Gita dalam satu waktu.
Hajun bergerak dengan cepat ke arah kiri namun 3 Robot itu mampu mengikuti kecepatannya bahkan bergerak lebih cepat daripada Hajun kemudian menyerangnya.
Robot Punch. Hajun menahan pukulan tersebut dengan tangannya namun robot lain melayangkan serangan yang sama, hingga membuat Hajun terdesak BAK! BUUK! BUUK! Hajun berusaha menahan setiap serangan yang datang. baik itu tendangan ataupun pukulan.
namun sebuah serangan telak akhirnya mengenai dagunya BUAKGH! Hajun terpental jatuh, kemudian dari mulutnya mulai mengeluarkan darah.
Robot Kick. tendangan telak mengenai Hajun kembali hingga membuatnya meringis kesakitan "Arggh!!" dan ketika seorang Robot ingin nengakhiri dirinya. Hajun langsung melayangkan pukulan yang cepat dan kuat di kepala robot tersebut hingga hancur.
Hajun mengeluarkan Aura yang sangat kuat hingga membuat robot yang notabene benda mati menjadi bergidik ngeri, "kalian!"
BAATTTSS! Hajun melesat lebih cepat dari sebelumnya dan muncul tepat dibelakang ke empat Robot tersebut.
"kalian terlambat." SWUZZH... Hajun menggunakan tumit Kakinya dan melayangkan ke Robot tersebut hingga membuatnya hancur terbelah menjadi dua.
"Bahaya Level 5, naikkan mode dalam bertarung intensif."
para robot itu menyerang Hajun dengan berbagai macam kombinasi serangan dengan gabungan kemampuan AO.
pukulan di bagian dagu dan juga jakun namun Hajun menahan setiap serangan tersebut dengan kesulitan, Hajun menahan semua serangan yang ditujukan hingga membuatnya mulai kehabisan energi.
BUGHH! sebuah pukulan telak di pipi kanannya membuatnya tersungkur jatuh ke lantai, Hajun memuntahkan banyak darah. meskipun begitu ia masih bangkit kembali.
kemudian sebuah pukulan telak di bagian ulu hati membuat Hajun merasakan rasa sakit yang luar biasa. namun dengan telapak tangannya ia mendorong kepala robot itu ke lantai **DUARR!.
[AO SKILL 4 STEP**]
Hajun melompat keatas dengan sangat tinggi, ia memutar-mutar tubuhnya sebelum akhirnya melesat dengan kencang menusuk robot tersebut dengan pukulannya.
sekarang hanya tersisa 1 Robot lagi namun Hajun sudah benar-benar mentok karena ia telah kehabisan terlalu banyak darah dan juga stamina, meskipun begitu ia masih menguatkan dirinya.
"tersisa satu, matilah bajingan." Hajun menggunakan AO yang ia padatkan di tangan kirinya dan membuat sebuah pisau tajam yang langsung memotong kepala robot tersebut.
Hajun berdiri membelakangi Robot-robot yang hancur tersebut, tak lama setelah itu Hajun kehilangan kesadarannya dan terjatuh.
sekitar 2 Jam an Gita mencari-cari dimana keberadaan adiknya Hajun untuk mengajaknya latihan namun ia tak menemukan Hajun di kamarnya. "HAJUN... KAMU DIMANA?" teriak Gita memanggil-manggil.
"hmm... mungkin saja ia sudah duluan datang ke ruang latihan." gumam Gita.
namun betapa terkejutnya dirinya ketika memasuki ruang latihan, ia melihat ruangan tersebut rusak dan para Robot Penjaga yang hancur serta adiknya yang berlumuran darah dan luka.
Gita yang panik kemudian segera membopong Hajun dan berlari membawa Hajun ke mobilnya dan berangkat ke Rumah Sakit.
Gita menyetir mobil dengan panik 'apa yang terjadi padamu Hajun'
setelah sampai di rumah sakit Gita langsung meminta agar adiknya segera di tangani.
ia hanya berdoa agar tak ada masalah serius yang terjadi pada Hajun. 'apa yang terjadi? mengapa robot penjaganya aktif, seharusnya Hajun bukanlah orang asing.'
setelah beberapa Jam akhirnya Hajun berhasil di obati dan kini sedang tertidur, Gita tersenyum lega karena adiknya tak kenapa-kenapa.
"Syukurlah..." ucap Gita sambil tersenyum dengan mata berkaca-kaca. 40 menit kemudian Hajun kembali sadar, saat itulah Gita menanyakan apa yang terjadi di ruang latihan.
Hajun pun menjelaskan semuanya, namun ketika ia terkena pukulan di Ulu hatinya ia sudah tak ingat dengan apa yang terjadi.
Gita berpikir sejenak. nampaknya Hajun memiliki kemampuan spesial 'hmmm... apakah ia akan memiliki Ultimate AO Skill?' batinnya dalam hati.
^^^Bersambung....^^^