
Yuto melemparkan AO Skill dengan
"Wah ... gila, ternyata kalian belum mati ya? Khe... khe... khe..."
Yuto menyeringai kemudian kembali berkata. "Wah! kebetulan sekali, aku mau mencoba senjata baru."
Yuto memunculkan sebuah senjata di tangannya, pedang dengan sarung berwarna biru dengan corak yang tidak biasa dan memiliki kesan keren.
Para Monster tanpa akal itu terus maju berjalan untuk menyerang Yuto, mereka sudah dihancurkan menjadi butiran debu dengan AO Skill yang ditiru Yuto dari laksamana Vhersa, namun entah bagaimana mereka tetap bangkit kembali.
"Hehehe ... kumulai ya!" Yuto tersenyum sambil mengambil ancang-ancang menarik pedang itu dari sarung nya.
WUSSSHHH !! Yuto langsung melesat dengan kencang setelah melepas pedang itu dari sarungnya.
BOOOMM!
Pertarungan dahsyat itu kembali terjadi, Yuto terus menebas para monster hingga mereka habis, meskipun mereka bangkit kembali.
Yuto dengan cepat mencincangnya langsung tanpa belas kasihan.
...----------------...
"Berhasil! Monster di tembok Timur sudah habis, mereka semua mundur." Seorang prajurit senang dan merasa lega ketika berpikir mereka telah berhasil memukul mundur para monster.
Namun seorang prajurit menunjuk pada monster yang bergerak dengan aneh. "Tunggu, lihat itu! me-mereka pergi ke Benteng barat!"
Alvin terkejut mendengar kabar tersebut. "Pasukan! coba tengok benteng barat secepat mungkin! apakah orang misterius itu butuh bantuan!" perintah Alvin.
'Oh astaga ... apa yang sebenarnya sedang terjadi disini.' Alvin tak dapat tenang, karena System terus menerus membuat kalkulasi tentang kemenangan pertarungan.
Akan tetapi, kalkulasinya berkurang secara terus menerus. "Astaga! sudah 57%"
Alvin kehabisan akal, baru-baru ini ia mendapatkan informasi bahwa monster-monster yang menyerang ini tidak dapat dibunuh dengan cara apapun, karena mereka akan terus menerus beregenerasi dan kembali ke bentuk semula.
...----------------...
Yuto menyeka keringatnya dan tersenyum. "Gokil! kalian terus saja hidup dan tak mati-mati ya? aku bisa saja menggunakan AO Skill ku, hanya saja nanti malah nilaiku sebagai prajurit berkurang."
Yuto mulai muak dengan monster-monster yang tak mau mati ini. "Teriak, menyerang dengan bodoh. aku heran mengapa komikus menjadikan kalian sebagai hewan yang digambarkan menjadi sosok jahat dan perkasa."
[Ultimate AO Skill. Rune World]
Ekspresi Yuto seketika berubah. ia tak lagi cengengesan. "Baiklah mulai saat ini aku tak akan meremehkan kalian."
Yuto memasukkan pedangnya kedalam sarungnya kemudian memejamkan matanya lalu merapal suatu mantra.
Saat itu, huruf-huruf yang terlihat misterius yang ada di pedang itu langsung memancarkan cahaya.
Yuto membuka matanya kemudian langsung menyabetkan pedang tersebut kearah depan dengan mengerikan dan membuat gunung yang ada di Utara hancur.
[Melakukan kalkulasi Ulang —> Kemenangan 78%]
Mendengar hal itu Alvin cukup menjadi lebih tenang. "Pasukan, kalian bisa mendengarku?
pasukan yang berjaga di gerbang barat kembalilah kesana dan pantau keadaan, sisanya, cukup di tempat kalian berjaga masing-masing."
Sebuah keajaiban selalu terjadi dari hal-hal yang difikir mustahil, logika hanya mengkalkulasi dan melakukan hal yang bisa dilakukan.
Namun, terkadang logika bisa saja salah. mereka yang berkelakuan di luar hukum itu apakah mereka mengikuti nalar? individu, ataupun kelompok yang bergerak sesuka mereka menunjukkan kalau mereka mampu. namun, makhluk seperti apakah mereka?
Kami ingin bebas, kami ingin mengetahui lebih luas, kami ingin kemustahilan menjadi kenyataan.
Berpikir lebih leluasa, kami ingin pergi ke tempat yang lebih tinggi. kami puas, kami tidak puas, hal-hal tak menyenangkan selalu terjadi.
Logika bukanlah suatu jalan, mereka hanya menentukan rute, sedangkan Yang Kuasa lah yang membuat pilihan untuk kita.
...----------------...
"Hidup lagi? lagi dan lagi, kalian ini undead ya?"
Yuto mencoba mencari titik AO yang menyebabkan ilusi, namun sampai jarak 300 Ribu kilometer jauhnya ia sama sekali tidak merasakan ada yang menggunakan sihir ilusi.
"Jadi benar mereka ini Undead, cih ... "
[Ultimate AO Skill. Rune Seal]
Pedang yang Yuto pegang, salah satu tulisan rune misterius itu kembali menyala.
"Ini segel kedua, matilah kalian!"
slash! slash! slash!
Yuto terus menerus melesat membunuh monster-monster itu tanpa ampun, kali ini jiwa yang para monster itu miliki ikut dibelah oleh Yuto dengan pedangnya.
"Apa harus mengkombinasikan serangan?"
Yuto langsung mencobanya tanpa banyak berfikir dan membuang waktu.
Pedang yang digenggam oleh Yuto mengeluarkan auranya. seperti sebuah senjata legendaris, pedang ini memancarkan kekuatan yang luar biasa.
'Yuto ... ia mampu menguasai 4 Gift yang Sang Kuasa berikan padanya, ia sangat kuat,' batin Yurumi.
Kerusakan yang diakibatkan pertarungan Yuto terlalu parah, namun hasilnya tidaklah memuaskan.
[AO Skill. Dragon Dash]
Para monster ditebas hingga menjadi partikel-partikel kecil hanya dalam satu detik dan Yuto langsung melompat keatas.
Yuto memasukkan pedangnya kedalam sarung pedang. [AO Skill. Holy Hero]
Cahaya suci yang begitu terang benderang mengasihi tanah yang telah dipenuhi musuh dan para pendusta.
Para monster itu adalah Undead, mereka langsung terbakar karena terkena cahaya suci.
Namun sayangnya para monster ini pada akhirnya tidak mati juga.
Yuto tertunduk lemas dan mulai mengumpat.
"Brengsek!"
Dari kejauhan Yurumi juga bingung dengan kejadian saat ini, namun Yuto tak boleh berlama-lama disini, karena para reinkarnator secepatnya harus segera dibunuh sebelum mereka melakukan re group dengan Rafale.
Yurumi ingin menghentikan Yuto kemudian membujuk nya untuk langsung menghabisi Alvin, namun Yuto saat ini tidak dalam keadaan ingin bernegosiasi. dan Yurumi mengerti akan hal ini.
Yuto melesat dan mencabik-cabik seekor monster kuda berkepala singa dengan cepat kemudian menyeretnya.
Pedang yang Yuto gunakan dihunuskan tepat di AO Core monster itu berada.
"AO ... Lonceng kematian, Pedang hitam kekacauan."
Dari mulut monster itu, sebuah pedang hitam mencuat keatas dari dalam diikuti dengan begitu banyaknya darah yang merembes keluar dari mulut monster tersebut.
Yurumi terkejut melihat sesuatu dari Yuto. 'i-itu bukanlah AO Skill, apa itu?!'
Pedang Hitam yang mengeluarkan aura gelap pekat menyelimuti seluruh pedang itu dengan darah berwarna hitam yang terus menetes.
Yuto mengarahkan pedang mengerikan itu ke arah para monster, terlihat mereka merasakan rasa ngeri yang luar biasa dari Yuto.
"Alasan kalian tidak mati hanya satu, sesuatu pasti menopang kehidupan kalian ..."
Yuto mengangkat pedang hitamnya keatas, awan mendung datang membawa berbagai nasib buruk.
'Hujan darah?!'
Yuto menebaskan pedangnya kedepan dengan tatapan datar tanpa ekspresi, muak dengan mereka, bahkan ikut muak dengan dunia, bahkan muak dengan dirinya sendiri.
Logika, tebasan pedang itu melepaskan tebasan nya keluar dari lintasan ruang waktu.
Dunia yang berjalan di masa lalu dan masa depan, dilintasi oleh tebasan pedang dan menghilangkan segala macam hal yang berkaitan dengan para Monster tersebut.
"Lepaskan!" Yuto melepaskan aura hitam yang menyelimuti pedang tersebut ke luar, hitam, gelap dan menakutkan.
Alam Semesta tertutup oleh Kegelapan, oh Yang Kuasa ... Yuto telah lepas kendali untuk yang pertama kalinya.
Para Dewa menatap Alam Semesta Telha, kabut hitam yang menakutkan. mereka teringat dengan beberapa hal tak mengenakkan yang pernah dilalui.
Air dari hujan darah yang mengenai para monster membuat mereka menjadi sangat aneh. Tubuh mereka menggembung dan mulai meledak.
[Cursed Sword. Azazel]
Keheningan kami bahkan tidak terdengar, kami terdiam membeku dan tidak mendengar suara apapun. Ini sangat tidak nyaman.
"Hukum Dunia Telha ada yang mengotak-atik nya. secepatnya harus dihentikan." Para Dewa sudah mulai bergerak, mereka yang menyentuh hukum Dunia maka harus segera di hukum.
"Hosh ... hoshh.... hosh ..." nafas Yuto mulai tak beraturan karena terlalu banyak menggunakan Ultimate AO Skill dan juga menggunakan sebuah cursed sword.
Tubuhnya hampir ambruk namun masih dapat bertahan. Namun hal aneh kembali terjadi, hal ini sungguh tidak masuk akal para monster itu masih dapat bangkit kembali bahkan setelah banyak nya serangan yang mereka terima.
Rupanya ini adalah perbuatan Para Dewa yang tidak senang akan Yuto yang berani menyentuh tabu.
Tabu/ hukum alam semesta, mengatur segala bentuk aspek dari yang penting dan tidak penting sekalipun, sudah dalam ketetapan.
"Dia kah orangnya? Manusia yang berani menyentuh tabu."
Para monster yang mengepung mulai pergi dan tidak tertarik lagi dengan Kota yang sedang mereka serang, mereka semua kembali ke habitatnya.
3 Dewa Tinggi berada di hadapan Yuto yang tertunduk lemas. "Beraninya anak manusia menyentuh tabu!"
Seorang Dewa Pengamat bernama Venga terlihat marah dan bersiap menyerang Yuto yang terlihat kehilangan kesadarannya meskipun mata nya tak terpejam.
Begitu serangan Venga hampir mengenai Yuto, secara tiba-tiba seseorang langsung menghentikannya.
Duas!
Ketiga Dewa itu terkejut dengan seseorang yang datang. "!"
Kesadaran Yuto mulai kembali. ia melirik keatas dan melihat Yurumi menyelamatkan dirinya dari orang-orang tak dikenal.
"Apa kamu sudah selesai bertingkah sok jagoan Yuto?" sontak, mata Yuto terbelalak terkejut melihat Yurumi di hadapannya.
"De ... Ja ... vu," gumam Yuto lemah.
Yuto merasakan Deja vu, melihat Yurumi menyelamatkan dirinya mengingatkannya dengan masa dimana seseorang pernah menyelamatkan dirinya pada hal yang sama.
...----------------...
flashback Yuto.
"Yo! apa kamu sudah selesai bermain jagoan-jagoannya ? tuan sok jagoan."
^^^Bersambung ....^^^