Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 60: Dia bodoh



"WUHUUUUU !!"


Yuto merosot kebawah seperti anak-anak yang sedang bermain. kemudian ia menghentikan gerakan kakinya, lalu menekan titik tumpu kakinya layaknya pegas.


Dan saat itu juga ia melesat kearah Kota yang ada di depannya.


...----------------...


"Mi !! ledakan apa itu tadi?" tanya seorang wanita yang terlihat berumur 40 tahunan.


Seorang pemuda dengan rambut hitam dan paras yang lembut menghampiri wanita tersebut dengan berlari kecil dan terlihat khawatir.


"Ah ... mama, sudah ku katakan untuk beristirahat, jangan mempedulikan hal yang tak penting ... diluar dingin."


[Hanmi, Javan Earth]


Hanmi mengantar ibu nya kembali masuk kedalam rumah, dikarenakan cuaca diluar sangatlah dingin.


'Seseorang melakukan penyerangan, namun aku tak bisa merasakannya. apa ia adalah orang dari organisasi misterius itu?'


Hanmi kemudian berjalan keluar dari Kota untuk mengecek keadaan, namun secara tak sengaja ia melihat sebuah badai salju dari arah timur yang menuju ke kota tempat nya tinggal.


'Ha?! Badai salju?'


Dengan sigap Hanmi menggunakan barrier untuk melindungi seluruh Kota dari badai salju.


DUASSSSHHHH !!!


Badai salju tersebut langsung berbenturan dengan barrier pelindung Hanmi. "Ugh !!"


Tak henti-hentinya Hanmi berusaha mempertahankan sihir nya agar pelindung tidak retak, dan membiarkan badai menghancurkan kota, seluruh mana milik nya ia kerahkan untuk menahan badai ini.


"Dia belum matang, jadi akan langsung ku eksekusi."


Dari dalam badai tersebut, tersembunyi seorang Yuto yang sedang memperhatikan keadaan.


Ketika ia melihat kesempatan ini, Yuto muncul dari dalam Badai salju dan langsung menyerang Hanmi.


Duagh !


Hanmi terkena pukulan tepat di perut nya. "aghh!" darah segar mencuat keluar dari mulutnya.


Setelah terkena pukulan keras tersebut sirkulasi mana miliknya menjadi tidak teratur. Dan akhirnya menghancurkan seluruh titik saluran mana pada tubuhnya.


Menjadi akhir yang menyedihkan bagi Hanmi. ia tewas begitu saja dalam satu pukulan, Diketahui selama ini Hanmi hanya menjaga ibu nya yang sering sakit-sakitan.


Ia bekerja menjual kayu bakar untuk keperluannya hidup, pada dasarnya ia adalah manusia yang baik. kala itu Rafale mengajaknya untuk bergabung melakukan balas dendam. namun, ia menolaknya dengan sopan karena ia harus merawat ibunya.


Dan juga, ia selalu berprinsip bahwa kekuatannya hanya untuk melindungi yang lemah. tidak peduli apa pun yang terjadi padanya, sehingga kemampuan sihir yang ia miliki sama sekali tidak dilatih olehnya, layaknya reinkarnator lainnya.


Yuto membawa jasad nya ke depan gerbang Kota kemudian meletakkannya. "Tenanglah di Nirwana, aku tak pernah membenci seseorang sepertimu."


Tak berselang lama, seorang prajurit menemukan mayat Hanmi di depan gerbang kota. begitu kabar duka itu menyebar banyak masyarakat yang turut berduka.


Semuanya, tak terkecuali satupun dari masyarakat kota bersedih karena mereka tak percaya seseorang sebaik dirinya harus pergi secepat ini.


Terlihat wajah air mata yang tak henti-hentinya keluar dari mata sang Ibu setelah mengetahui anak semata wayangnya telah tiada.


Para bangsawan menyayangkan kejadian ini dan membuat patung mengenai dirinya, dan menjamin kehidupan sang Ibu sampai akhir hayatnya.


Diketahui kalau kematiannya disebabkan oleh badai salju yang mendorongnya dengan keras dan membuat Hanmi membentur barrier tersebut.


"Sekitar beberapa jam sebelumnya, badai salju datang, sebelumnya ada sebuah meteor. lihat di tenggara kota! disana ada kawah besar!


Hanmi sudah melindungi kita sampai dua kali, ia adalah orang yang baik. semoga Dewi Elin membawanya ke Nirwana, Amin..."


Semua orang dikumpulkan oleh Tuan tanah, mereka pun mendoakan kepergian Hanmi.


"Ibu mu akan dirawat dan diperlakukan dengan baik, sebagai mana kamu mengorbankan dirimu untuk menjaga kota ini ..."


...----------------...


"kau sudah lihat sendiri kan, nona rubah? aku tidak membenci para Reinkarnator ... kemauan mereka itu sederhana, yaitu hidup damai.


namun terkadang, takdir kisah mereka membuat mereka menjadi menyedihkan, bahkan beberapa dari mereka kehilangan banyak orang berharga." Yuto tersenyum tipis sambil menatap Kota besar yang makmur itu.


Yurumi melirik kearah wajah Yuto, Yurumi menyadari beberapa hal aneh yang terjadi pada Yuto. ia mengerti itu, karena membunuh 300 Juta manusia dengan tangannya sendiri begitu menjatuhkan mentalnya.


Perlahan-lahan, jiwanya akan hancur, Yurumi akhirnya menyadari suatu hal. yang tak lain adalah kenyataan bahwa hukuman yang diberikan yang kuasa pada Yuto rupanya sangat-sangat mengerikan.


Yuto pun bersiap kembali untuk pergi. "mari kita ke target selanjutnya."


Yuto membuka sebuah portal kemudian masuk kedalamnya bersama Yurumi.


Kali ini Yuto pergi ke Bumi Halway. tak disangka-sangka oleh nya saat ini Bumi Fasen menjadi sebuah medan perang.


"Apa yang sedang terjadi?" gumam Yuto heran. pertempuran yang sangat buruk terjadi.


"Jangan pikirkan mereka Yuto. kita perlu fokus untuk mencari reinkarnator nya!" perintah Yurumi.


Akan tetapi, terlihat di wajah Yuto kalau ia tak begitu memperdulikannya. Namun tak perlu khawatir Yuto tidak berkelakuan bodoh, seperti biasa ia hanya memperhatikan terlebih dahulu.


...----------------...


Seorang prajurit menghubungi markasnya. "Pasukan barat terdesak! para monster mulai menerobos 3 lapisan penjaga!"


[Alvin, The Greatest War Strategy. [Halway Earth]


"Tenang, pasukan bantuan akan dikerahkan untuk membantu, beritahu kondisimu!"


"Baik! Benteng barat benar-benar dikepung dari 4 sisi! kami tidak dapat bertahan!"


[Benteng Selatan]


"INI BENTENG SELATAN! Monster menyerang dari daerah Hutan! mereka sudah menghancurkan kota di bagian selatan juga, tak ada yang selamat, asap kebakarannya bahkan menjulang tinggi ke angkasa!"


Alvin berpikir dengan keras. 3 Benteng telah dikepung, belum lagi benteng barat benar-benar ditekan oleh banyak monster.



'Cih! adakah cara? di benteng Timur saja monsternya hampir menyerang pusat. bagaimana ini?!'


"System, apakah kamu punya cara?"


[ Tidak, persentase kemenangan hanya 12%.]


[Mengkalkulasi Ulang —> Persentase kemenangan 101%]


"Hah?! kok bisa?"


Seseorang tiba-tiba muncul dari belakang Alvin secara mengejutkan.


'assasin?!'


Dengan cepat Alvin berbalik dan menyerang orang yang ada di belakangnya yang tak lain adalah Yuto.


Serangan tersebut langsung ditangkis oleh Yuto, Alvin kemudian mundur dari dekat Yuto.


"S-Siapa kau!?" tanya Alvin waspada.


"Wah kau hebat juga berhasil menyadari diriku, apakah itu karena bantuan System?"


Mendengar ucapan Yuto, Alvin terkejut bukan main dibuatnya. "K-Kau mampu melihat System?!"


Yuto menggaruk-garuk kepalanya kemudian menghela nafasnya. "Hah ... lupakan hal itu, sekarang bukannya pasukan mu sedang kebingungan dan butuh bala bantuan?"


"Sial aku lu—"


"Ya! lupakan saja, aku kesini akan membuat penawaran."


Alvin tidak bodoh, ia harus mendengar dulu alasan kedatangan Yuto dan penawaran apa yang mau dibuat olehnya.


"Aku akan membantumu menghabisi para Monster di luar sana, dan kau harus membayar jasaku."


"Lalu ... apa bayarannya," tanya Alvin karena merasa ada yang tak beres.


"He ... kenapa kau tidak langsung mengiyakannya saja? baiklah, karena aku sedang baik hati. tidak ada bayaran dimuka, akan kuberitahu nanti kau harus bayar dengan apa."


Yuto tersenyum kemudian melesat keluar dari Benteng pusat. "Hei, Tunggu!" Teriak Alvin, namun Yuto sudah pergi.


Di Benteng bagian barat kota, Yuto menyaksikan pertarungan dari atas dinding yang tinggi.


Di tengah kacaunya pertempuran Yuto melompat ke tengah dan membuat gelombang kejut yang membuat hal disekitarnya terpental.


BUUMMMP !


"ARRRGGHH !"


Yuto tersadar akan sesuatu. "sial aku lupa memperingatkan pasukan manusia nya."


Yuto kemudian berteriak. "Kalian masuklah kedalam Kota dan kalau bisa bantu benteng timur, aku ditugaskan langsung oleh Kapten kalian si Alvin," ucap Yuto dengan nada lantang.


Para pasukan menatap satu sama lain kemudian langsung pergi masuk kedalam kastil dan membantu benteng timur.


Melihat keadaan pasukan yang sudah masuk kedalam benteng, Yuto menyeringai. "Hei! aku bisa gila tahu karna sudah lama gak menghabisi kalian para Monster!"


Merasa terprovokasi oleh Yuto. Para monster mengamuk dan menyerang Yuto dengan penuh amarah.


Yuto juga melesat maju menghadapi mereka tanpa ragu sedikitpun dan mulai mengacak-acak mereka semua dengan brutal.


Dari atas dinding Yurumi menatap Yuto dengan ekspresi lelah. "Haihh ... dia mulai lagi," ucap Yurumi dengan nada lemas karena lelah dengan kelakuan Yuto.


^^^Bersambung....^^^