Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 16: Past (Admiral Vhersa)



-- ada sebuah kata, yang mengatakan bahwa mereka (Edgard) berakhir dengan nama Edgard dan akan terlahir kembali sebagai Edgard. --


[Edgard Cicle]


...----------------...


[Loop Kekacauan.] [Lantai 1]


[Ruang Singgasana Lord Borezo]


Rayk mengganti posisi duduknya, Rayk menyilangkan kakinya. sambil mengamati Pertempuran Puluhan Ribu tahun yang lalu.


"Leluhur Edgard yang pertama membuat pasukan musuh terpukul mundur hanya dengan kekuatannya sendiri."


"Luar biasa. ia menghancurkan semuanya, aku pernah melihat model Kapal angkasa itu tapi kurasa itu sangat kuat bukan?"


Lord Borezo mengangguk. "itu benar... Kapal angkasa buatan manusia sangatlah kuat. sebuah File manusia mengatakan butuh 50 Manusia untuk membuat Kapal Angkasa dengan sistem Auto Pilot hancur.


dan seperti yang kamu lihat, Leluhur Edgard pertama menghancurkan Ribuan Kapal Angkasa yang menuju Bumi Sarvest hanya sendirian." tunjuk Lord Borezo.


Lord Borezo melanjutkan pembicaraannya, "Tahun dan Tahun berlalu hingga 500 Tahun akhirnya berlalu. akan tetapi perang tak kunjung Usai tapi malah makin berkecamuk.


entah sudah berapa Miliar, atau mungkin sudah Triliunan Jiwa manusia melayang akibat Perang, membuat Dewi Perang Gwin Geisha akhirnya memutuskan ikut turun menyerang Bumi Sarvest."


...----------------...


"Aku akan turun tangan langsung menyerang Sarvest."


"Geisha! kumohon padamu jangan gegabah menyerang Sarvest... aku akan mengusahakan Sarvest menarik Pasukan mereka yang menginvasi."


"tidak bisa! Elin jangan memasang wajah memelas lagi. sadarlah Alam Rafkel sudah tidak stabil! Invasi demi Invasi. aku bahkan melihatmu memohon pada Manusia seperti Raja Bumi Sarvest untuk menghentikan perang? ini tak bisa diterima!"


"Itu benar. tidak sepatutnya Dewi yang memohon, ini harusnya perintah" jawab Dewa Trexiz.


Geisha mengenakan Pakaian perangnya, sambil berjalan cepat menuju Luginous Gate untuk menuju alam Rafkel.


"G-Geisha! Tunggu!" sambil menarik lengan Geisha.


"Elin lepaskan! apa yang sebenarnya kamu inginkan? kenapa kamu sebegitunya melindungi Sarvest. saat ini bahkan jutaan jiwa terus melayang akibat Perang, jika perang ini berlanjut terus menerus mungkin kertas di seluruh Alam Semesta ini tak sanggup memuat jumlah Jiwa yang mati!" Geisha membentak Elin.


ketika melihat wajah Elin yang terkejut dan sedih. Geisha terkejut kemudian menggertakkan giginya lalu spontan memalingkan wajahnya dan pergi tanpa sepatah katapun.


Trexiz menghampiri Elin dari belakang, "Elin... apa yang sebenarnya kamu rahasiakan? apa alasan kamu bahkan sampai membuang harga dirimu sebagai Dewi hanya untuk membela Sarvest.


Elin... aku tidak tahu, tetapi jelas bahwa Sarvest isinya bukan orang baik. kamu adalah perwujudan Dewi Kebaikan dan seharusnya tempat dimana kamu berpijak adalah tempat dimana kebaikan akan bertebar."


Trexiz menghela nafasnya kemudian berkata, "aku akan turun juga untuk menghentikan invasi Sarvest." kemudian Trexiz langsung pergi meninggalkan Elin.


...----------------...


"PASUKAN! KITA AKAN SEGERA MELAKUKAN PENGEPUNGAN PADA MUSUH KITA! BUMI SARVEST TELAH MELAKUKAN HAL KEJI SAATNYA KITA MEMBANTU BUMI LAIN YANG DIINVASI MEREKA!"


Sorak sorai penuh membara dalam Kapal angkasa Bumi Garzi, mereka membawa 170 Kapal Angkasa menuju Bumi Sarvest dan dengan pasukan dari 5 Bumi lainnya dengan total pasukan 323 Kapal Angkasa dengan 7.890.000 Pasukan.


dan saat ini pasukan gabungan tersebut berada 20.000 Km dari jarak Bumi Sarvest, dan tanpa banyak bicara torpedo-torpedo langsung ditembakkan begitu saja.


"TEMBAK!"


Suara dentuman tembakan mortir-mortir dari Kapal Angkasa itu berdentum sangat keras, ditembakkan secara Brutal dengan maksud membunuh siapapun.


akan tetapi seluruh Torpedo tersebut tak meledak di Bumi Sarvest melainkan 10.000 Km dari Bumi Sarvest, karena Laksamana Perang Versha telah berhadapan langsung dengan mereka.


"Komando. sesuai perkiraan anda, pasukan gabungan Bumi Garzi melakukan penyerangan lewat jalur ini."


"tentu saja. semoga berhasil."


Laksamana Versha menutup panggilan yang ada di earphone nya. Laksamana Versha berdiri dengan tegap dalam Kapal Angkasa miliknya. bersiap menghadapi pasukan Gabungan dari Bumi Garzi.


[Di dalam Kapal Angkasa Pasukan Garzi]


"KAPTEN! SELURUH SERANGAN YANG KITA LANCARKAN TAK ADA SATUPUN YANG MERUSAK BUMI SARVEST."


"APA?! BAGAIMANA MUNGKIN..."


kemudian sebuah panggilan muncul dari layar komputer Kapal Angkasa milik Kapten Eson. "bzzt...- b-zzzzzttt. Kapten Eson saya adalah Komandan Pasukan Bumi Cillian. namaku Aftal, tujuan panggilan ini menginfokan bahwa lawan kita adalah Laksamana Perang Versha.


tolong teruskan informasi ini ke setiap Batalyon agar bersiap dengan kekuatan penuh dan situasi terburuk yang mungkin terjadi."


Kapten Eson mengangguk dan Panggilan diakhiri.


sebuah Foto juga dikirim ke Komandan Eson. alangkah terkejutnya ia melihat Foto tersebut, itu adalah Foto Laksamana Perang Versha yang sedang duduk diatas Kapal Angkasa miliknya dengan santai.


Kapten Eson mengepalkan tangannya dengan kencang sambil menggumam "Laksamana Versha... KUPASTIKAN KAMU AKAN MATI!"


"Kapten! Pasukan Batalyon 1, 2, dan 3 sudah melakukan serangan!"


Kapten Eson keluar dari Kapal Angkasa miliknya. dan dengan kedua matanya ia melihat dengan jelas ledakan-ledakan yang terjadi di depannya. Kapal-Kapal Angkasa yang mulai hancur, dan juga teriakan pasukan yang gugur.


"Dendam ini tak akan pernah kulepas. Laksamana Versha, kamu telah mengambil nyawa Anak perempuanku...


rasa sakit ini... rasa benci ini... rasa amarah ini... semuanya akan kujadikan satu. ALASAN DARI AKU AKAN MEMBUNUHMU!"


Kapten Eson langsung menerjang dengan amat cepat kearah Laksamana Versha yang sedang bertarung.


"AO SKILL WHITE FANG!" [Eson]


Laksamana Versha dengan cepat juga memutar daerah sekitar serangan telapak tangan Kapten Eson yang menghunus kearah dirinya, yang membuat serangannya membelok.


"Mustahil?! "


mata Eson terbelalak. DUAR! sebuah serangan Torpedo mengarah ke Laksaman Versha tapi berhasil dihalau dengan barriernya.


Laksamana Versha kembali bersiap menyerang pasukan gabungan dari 6 Bumi, "Aku harus Pulang cepat."


[Ultimate AO Skill The Great Plasma]


"h-HENTIKAN!!"


sebuah sinar Plasma muncul dan langsung menghancurkan 89% Pasukan Bumi Garzi. banyak pasukan yang mati bahkan lenyap seketika.


Eson tak kuasa menahan air matanya, "Mustahil... MUSTAHIL! bagaimana mungkin


Gabungan Pasukan Besar dari 6 Bumi porak poranda oleh seorang anak muda...."


"SEMUANYA MUNDUR! KAPTEN ESON TERLUKA!"


pasukan mereka siap berlari, namun...


"MUNDURLAH JIKA KALIAN PECUNDANG!"


mereka semua langsung melihat ke arah sumber suara.


Ivon The Great dan Tarcad Ardun berdiri dengan tegap berhadapan langsung dengan Laksamana Versha, mereka semua melayang diatas Udara. "jika kalian pecundang mundurlah! bahkan jika kita mundur sudah jelas Sarvest akan menyerang Bumi kita yang sedang melemah. kita harus mempertahankannya sampai akhir! KEAJAIBAN PASTI ADA! DEWA DAN DEWI MEMBERKATI!"


Laksamana Versha menatap mereka dengan tatapan merendahkan bahkan jijik seperti melihat kotoran, "keajaiban? berkat Dewa? berkat Dewi? Harapan?.


kalian pikir itu semua gratis? laksamana Versha mulai naik pitam, orang tua ku dibunuh dihadapan diriku.


mereka bilang Ayah adalah Pendeta sesat. mereka bilang Ibu adalah seorang Penyihir.


mereka semua mengutuk Ayah dan Ibu sebagai manusia terkutuk."


ingatan masa kecil Laksamana Versha terlintas di benaknya sendiri. ajaran Ayahnya yang sangatlah religius, Ibunya yang selalu mendoakan agar dirinya diberkati oleh Dewa dan Dewi .


"jika berkat Dewa dan Dewi ada... kenapa.... kenapa... KENAPA MEREKA MALAH MENGUTUK KEDUA ORANG TUAKU?!"


Laksamana Versha menatap tajam kearah pasukan musuh, Laksamana Versha mengeluarkan senjata tempurnya, AGRAN RAEL!


lalu Versha mengambil kuda-kuda menyerang, Tarcad dan Ivon bersiap untuk bertahan juga bersama sisa pasukan Gabungan.


Swuzhhh! tebasan yang sangat cepat datang. Tarcad langsung menahannya sekuat tenaga, "GEAAARGHHH!"


2 kekuatan yang bertubrukan itu membuat ledakan yang besar, "lari dari sini! selamatkan diri kalian."


"tidak akan kubiarkan lolos!"


AO Skill GATLING! tembakan beruntun diarahkan kepada pasukan musuh, ada 14 Pesawat tersisa akan tetapi sudah meledak bersama dengan pasukan yang tersisa.


sementara Tarcad dan Ivon masih bertahan, Ivon mengalirkan AO nya untuk menembus medan sihir milik Versha. kemudian dengan cepat Ivon mendorong Versha masuk kedalam Bumi.


"HEARGGHHH!!"


"SIALAN! APA YANG KAMU LAKUKAN BERENGSEK!!" , Versha memukul-mukul bahu Ivon, "sial aku tak dapat bergerak bebas, atmosfer menekan diriku. dan jika aku memutar pedangku yang ada malah lepas."


dan secara tiba-tiba sebuah meteor yang terbakar api mengikuti dibelakang Ivon, "Apa?! itu Meteor!"


"ITU BUKAN METEOR TAPI KEMATIANMU."


Ivon berteriak dengan keras, kemudian tendangan Tarcad langsung mengenai kepalanya. DUARRR!!


"ughh... kita mendarat di Bumi Sarvest?!" ,Tarcad sadar lebih dulu daripada Ivon yang terkena serangan telak.


rupanya tepat sebelum Kaki Tarcad mengenai wajah Vhersa, Vhersa berhasil membengkokkan serangan Tarcad dan melakukan ledakan AO berskala kecil yang membuat Ivon yang menempel padanya terpental.


kini Tarcad berhadapan 1v1 dengan Versha.


"mari selesaikan Pertempuran ini."


Versha dan Tarcad kemudian saling serang.


...----------------...


"woah-woah" ucap Rayk dengan mata berbinar. yang membuat Lord Borezo heran, "ada apa?"


"lihat lah. pertarungan mereka berdua begitu menakjubkan bukan? terlihat seperti AO Skill GATLING! AO Skill Fire Hell!, seperti itu terlihat keren sekali."


Lord Borezo mengangguk setuju, "Benar Laksamana Versha meskipun umurnya terbilang muda ia bahkan mampu mengungguli, Kapten-Kapten musuh yang lebih tua serta berpengalaman dalam bidang peperangan dibandingkan dirinya."


"Hey... tapi aku tak mengerti dengan perkara satu ini, aku tahu Laksamana Versha sangatlah kuat akan tetapi... mengapa ia harus menghadapi pasukan musuh yang merupakan Gabungan 6 Bumi lainnya sendirian?" tanya Rayk sambil ikut berfikir.


Lord Borezo tertawa, "Hahaha... jawabannya mudah tapi sangat tak logis. itu karena pasukan Bumi Sarvest sedikit, mereka semua harus memutar otak bagaimana caranya supaya jatuhnya banyak korban tidak terjadi."


"He...." gumam Rayk sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


"tetapi... apa yang menyebabkan, Perang besar antara Manusia, Monster dan juga para Dewa?"


"sesuatu yang sangat mengerikan...."


^^^Bersambung....^^^