
Mentari pagi mulai muncul di ufuk timur, Gita dan Rafale sedang tiduran diatas kasur.
Rafale bangun kemudian mengambil usb miliknya kemudian memberikannya pada Gita.
"Nah ... ambillah, disana ada wajah pelaku yang membuat adikmu Hajun tewas." Rafale melempar usb itu keatas kasur.
Gita bangkit kemudian meraih usb tersebut.
"berikan laptopmu," ucap Gita.
Rafale kemudian berjalan mengambil laptop miliknya yang diletakkan diatas lemari miliknya kemudian menyerahkannya pada Gita.
Gita yang mengambil laptop tersebut kemudian menyalakannya. kemudian ia mulai memutar vidio pada rekaman tersebut.
"Hoahhm ... kau tidak mandi dulu Gita?"
Gita melotot kearah Rafale seraya berkata "Diam bajingan, badanku lengket semua!"
"Woahh ... seram."
Rafale pun pergi ke kamar mandi untuk membasuh dirinya dan bersiap untuk pergi bekerja di laboratorium nya.
Sementara Gita saat ini sedang fokus melihat rekaman tersebut di layar laptopnya.
Yang didapatinya memang sangat mengejutkan, wajah dari pelakunya terlihat begitu jelas.
'Ras Iblis?' batinnya dengan ekspresi terkejut.
Dalam rekaman itu, terdapat Hajun yang bertarung dengan sengit dengan Iblis tersebut. hingga keadaan dimana Hajun ditusuk tepat pada perutnya, dan mulai memuntahkan darah dari mulutnya pun terekam begitu jelas.
Gita tak bisa menahan air matanya, dari matanya terlihat mulai berkaca-kaca dan akhirnya ia mulai menangis melihat betapa tragisnya kematian adiknya.
"Hiks... aku bersumpah demi Jiwaku aku akan menebas kepalanya dan membawanya kehadapan makam mu," ucap Gita.
Meskipun begitu Gita tak tahu bagaimana caranya ia mencari Iblis tersebut. karena mereka tidak hidup di Realm yang sama dengan manusia.
"bagaimana caraku mencarinya ..."
Rafale yang baru keluar dari kamar mandi pun menjawab gumaman Gita. "Kau tak perlu khawatir, bayaran Informasi dan transportasinya sudah satu paket dengan tidur semalam denganmu.
Mandilah terlebih dahulu kemudian pergi ambil senjata dan pakaian pasukan khusus milikmu, lalu datanglah ke Laboratorium di alamat ini." Rafale menyerahkan sebuah kartu nama.
Gita pun mengangguk, kemudian pergi untuk mandi sebentar dan pulang untuk mengambil perlengkapan miliknya.
Setelah semua perlengkapannya telah lengkap ia pun bergegas untuk pergi, namun Lilith menghampirinya kemudian bertanya ingin kemanakah Gita.
"Kamu mau kemana?"
Gita menoleh kemudian menjawab, "ah... ini aku ada misi karena Bumi kita sedang berperang, aku terpilih sebagai mata-mata."
terlihat Gita sedikit canggung dengan perkataannya karena berbohong.
Namun Lilith tidak curiga sedikitpun. "Owh... hati-hatilah, mama mohon pulanglah dengan selamat, karena kamu satu-satunya anak mamah." terlihat Lilith mulai menangis kembali.
Gita pun langsung memeluknya seraya berkata. "Mama tak perlu khawatir ... Gita janji akan pulang dengan selamat."
Setelah itu Gita pun pergi mengendari mobilnya ke Laboratorium Rafale, dan ketika sampai disana terlihat bahwa Rafale bersama teamnya sedang melakukan sesuatu.
Gita pun menghampiri Rafale yang kelihatan sedang sibuk. "Apa yang sedang kau lakukan? ini ... seperti gerbang warp."
"Ahh ... kau sudah sampai, benar ini adalah Warp gate. dan warp gate ini bisa menghubungkan kita ke Alam semesta lain."
"hah? apa yang kamu maksud alam semesta pararel?"
Rafale menggelengkan kepalanya. "tetot! salah, menurut catatan kuno yang ditemukan pada piramida di mesir tercatat bahwa sebuah alam semesta di luar alam semesta itu ada."
Gita terlihat tidak antusias. "bodoh, itukan artinya pararel universe bodoh."
"ah... kau tidak paham ya? baiklah, jadi begini Alam Semesta yang kita tinggali ini disebutkan sebagai Fre Thwa, entah bahasa darimana itu tapi Thwa dapat diartikan sebagai Realm.
Realm berfungsi sebagai pembungkus seluruh alam semesta yang ada di dalam nya.
Dan catatan dari Leluhur pertama Edgard mengatakan bahwa Satu Alam semesta saja luasnya tak terbatas—"
"Hoahhm... membosankan kesana-kesini pembahasan mu, jadi fungsinya apa brengsek? aku akan kembali ke masa lalu gitu kan melalui warp gate ini?"
"aduh ... kau tak sabaran, biar ku lanjutkan sedikit lagi tentang Fre Thwa.
Fre dapat diartikan sebagai tanpa berbeda, mungkin bisa diartikan sebagai khusus.
jadi kesimpulannya Realm kita ini terkhusus, kau dapat poin nya?"
Gita berpikir sejenak. "jadi maksudmu, aku akan pergi ke Realm lain? jika khusus yang dimaksud adalah manusia berarti, tidak mungkin monster berasal dari Realm yang sama dengan kita begitu kan?"
Rafale tersenyum. "exactly."
Kemungkinan kamu bisa menemukannya disana."
Warp Gate sudah siap untuk digunakan. "nah ... hati-hatilah, kemudian gunakan jam tangan ini." Rafale menyerahkan sebuah jam tangan pada Gita.
"Apa ini?" tanya Gita disertai ekspresi bingung.
"Ini untuk membuka portal untuk kembali kesini."
Gita kemudian mengambil jam tangan tersebut kemudian bergegas berdiri di depan warp gate.
"Gate siap dinyalakan Tuan muda!"
"Nyalakan."
Warp Gate mulai aktif, Gita pun masuk kedalam sana.
WHUSSSSHHH !
"nah ... selamat mencari musuhmu."
Rencana Rafale berjalan begitu mulus, ia tersenyum puas.
...----------------...
[Luginous Realm, Lantai 1]
Yuto terbangun dan mendapati dirinya yang tergeletak sendirian.
"Apa ... yang terjadi padaku? dimana Miracle?"
Yuto perlahan mulai berdiri. dengan kebingungan ia mulai mencari dimana keberadaan Miracle.
"Apakah ia mati?"
Yuto berjalan tanpa tujuan, dan sampai beberapa saat ia mulai merasakan keganjilan, salah satu core nya ada yang terasa hilang.
"Hah?! Core ku ... core ku ada yang hilang," ucap Yuto panik.
Yuto langsung melirik kearah tubuhnya, semua yang ada di tubuhnya berubah total. "i-ini... ini bukan tubuh Rayk, ini tubuhku sebelum bereinkarnasi!"
Apa yang terjadi pada Yuto membuatnya begitu kebingungan, namun sebuah cahaya datang menghampirinya.
"Apakah anda yang bernama Tuan Yuto?" tanya cahaya tersebut dengan nada lembut.
Yuto mengernyitkan dahinya. "y-ya?" ucapnya kehabisan kata-kata.
Cahaya tersebut kemudian menjelaskan bahwa seseorang ingin menemui dirinya. "seseorang ingin bertemu dengan anda, bisakah anda ikut dengan saya?"
Yuto mengangguk, lalu ketika matanya selesai berkedip ia telah berpindah di tempat yang misterius.
"dimana ini?"
Yuto celingak-celinguk kesana kemari. "ini mirip seperti Luginous Realm, tetapi aku bisa merasakan perbedaan aura yang ada disini."
Secara tiba-tiba sebuah suara berbicara pada dirinya. "Halo Yuto ... atau mungkin bisa ku panggil Rayk?"
Mendengar suara tersebut, Yuto langsung menoleh kearah sumber suara. ditemuinya seseorang dengan tinggi setara dengannya sedang duduk di sebuah singgasana dengan penuh kharisma.
'wajahnya tak bisa kulihat,' batin Yuto dengan ekspresi sedikit kebingungan.
Sosok itu tersenyum seraya berkata. "Tentu, kamu tak mungkin bukan melihat wajah sang pencipta." tukasnya sambil tersenyum pada Yuto.
Yuto terbelalak tak percaya. "A-apa?! anda sang pencipta?"
"Benar, aku adalah sosok yang kau maksud."
Yuto berpikir sejenak, ia berpikir apakah kemungkinan yang membunuh Miracle adalah dirinya. dan dibawanya Yuto kesini karena ia ingin mencari Buku Alam Semesta.
Seluruh dugaan membuat jantung Yuto berdetak begitu keras, dihadapan kekuatan yang benar-benar absolute.
"Hei ... tidak perlu memikirkan hal yang tidak-tidak, biar kuberitahu. alasanku memanggil dirimu."
Yuto memperhatikan Yang Kuasa dengan seksama.
Yang kuasa kemudian mulai berbicara. "Bumi Sarvest saat ini sedang mengalami kekacauan, Seorang Reinkarnator seperti mu membuat kekacauan disana."
Yuto terlihat enggan mendengarnya karena ia berfikir tak ada hubungannya lagi dirinya dengan keluarganya di dunia ini. "Ah, biarkan saja. Lagipula aku tak tertarik Bumi Sarvest? aku tak peduli lagi."
Yang Kuasa terlihat tersenyum menanggapi penolakan Yuto. "Hemm ... Reinkarnator itu berasal dari jiwa yang sama di Bumi yang dulu kamu tinggali sebagai Yuto."
^^^Bersambung....^^^