
ledakan hebat yang terjadi akibat senjata Lord Borezo berakhir membunuh satu prajuritnya yang tadi menginformasikan tentang kematian Putra Lord Borezo.
Rayk mengangkat tubuh mayat prajurit itu, kemudian menyeretnya, "Kau memiliki senjata yang sangat mengerikan bukan. tapi nampaknya saat ini senjata yang kau gunakan akan sangat mengancam nyawaku, bisa mati aku jika masih bermain-main." ujar Rayk dengan senyuman meledek.
Lord Borezo tertawa, "kekekeke... provokasi rendahan seperti itu tak akan mempengaruhi diriku asal kau tau."
lalu dengan cepat Lord Borezo melakukan dash kearah Rayk sambil menghunuskan Tombaknya "MATI KAU!"
DANG! namun, Rayk menahan serangan itu dengan barrier pelindungnya. 'Barrier?!'
"jangan memikirkan hal yang tak perlu." kaki Rayk langsung menghantam perut Lord Borezo hingga membuatnya muntah darah.
"OHOKH!"
Rayk terus menghajar Lord Borezo dengan sangat brutal BAK! BUKK! BUK!! BUK!!
"Senjata Absolute? Senjata Dewa? HAHAHHAHAHA."
"AAARGHHHH!!" Lord Borezo mengeluarkan Aura kuat yang membuat Rayk terpental oleh kekuatan itu, Rayk yang terpental keatas melakukan pendaratan dengan posisi membelakangi Lord Borezo dengan santai.
Rayk kemudian berbicara dengan nada yang dingin, "Borezo... biar kuberitahu dirimu sesuatu, semua orang memiliki AO Weapon. akan tetapi apakah yang kumiliki ini bisa disebut AO Weapon?"
Rayk menarik tubuh mayat prajurit Borezo yang ada di dekatnya. dan secara tiba-tiba langit merah dalam Loop Kekacauan menjadi berwarna hitam dengan aura yang sangat mencekam.
'apa yang terjadi. waktu seolah berhenti bergerak.' batin Lord Borezo waspada.
...<[Death Covenant]>...
...[3 Rules]...
mulut dari Prajurit Borezo terbuka lalu Rayk mengambil sebuah Pedang Hitam dari dalam sana. Lord Borezo melihat dengan tatapan terkejut dan sangat keheranan 'teknik macam apa itu, bahkan catatan Iblis Kuno tak pernah memuliskan teknik tersebut."
"Borezo... percayalah kau akan mati dalam 1 tebasan." ucap Rayk dengan nada dingin.
Rayk kemudian meletakkan pedangnya di pinggangnya layaknya memegang katana dan bersiap melakukan tebasan.
melihat Rayk, Borezo sangat terkejut ia seolah melihat bayangan orang yang sangat dia benci. "KAU!! KAU!! KAU!! KAUUU MIRACLE BAJINGAN!!!"
Lord Borezo langsung menyerang Rayk dengan sekuat tenaga, namun... Slash!
Rayk langsung menebaskan pedangnya dan membuat Lord Borezo terbelah menjadi 2, tapi tak sampai begitu saja. dataran disepanjang jalur tebasannya juga ikut terbelah sejauh 210 Km.
namun tubuh Lord Borezo kembali bergenerasi, dan sekarang ia langsung menerjang Rayk kembali. "HEHEHEHAHAHA! MATI KAU!" Lord Borezo mengayunkan senjatanya dan menyerang Rayk.
namun Rayk menangkis serangan itu dengan pedangnya, "Borezo... kau tak mati rupanya."
ucap Rayk, Rayk menghempaskan Lord Borezo agar menjauh darinya, dan memasang kuda-kuda untuk bersiap melakukan serangan lagi. "TAK AKAN KUBIARKAN!" teriak Lord Borezo berlari berusaha menghentikan Rayk.
namun ketika Pedang tersebut sudah bersiap menebas, Rayk kehilangan kendali terhadap teknik tersebut dan Pedang tersebut pun menghilang sehingga Lord Borezo yang berlari menerjang Rayk langsung menebas tangan kiri Rayk hingga putus.
erangan kesakitan Rayk tak dapat dibendung, "ARRRGGGHHH!" Rayk merasakan sakit yang luar biasa, sambil meringis ia memegang bahu kirinya. Lord Borezo langsung mencekiknya kemudian tertawa puas.
"HAHAAHAHAHAHAHHAHAHAHA! Rasakan itu dasar Bocah tengik!" Lord Borezo membanting Rayk ke tanah dengan sangat keras hingga membuat Rayk muntah darah, Lord Borezo terus menerus membanting Rayk hingga akhirnya Rayk tidak sadarkan diri dan akhirnya Lord Borezo menghempaskan Rayk.
"Sialan! KENAPA KAU SUDAH MATI HAH?! KAU HARUS KU SIKSA KU KULITI HIDUP HIDUP DAN KUCABUT KEPALAMU LALU MELETAKKANNYA DIHADAPAN LELUHURMU BAJINGAN!!" teriak Lord Borezo memaki-maki Rayk, ia merasa sangat frustasi karena kehilangan kendali dalam menghajar Rayk.
...----------------...
"Kau!"
sebuah suara? apa itu memanggil diriku?
"hey! Yuto, mau sampai kapan kamu menghindariku?"
siapa? aku... tak mau lagi, sekolah....
"YUTO! YUTO! YUTO!"
kenapa terus memanggil diriku? aku... ketenangan... sudah cukup, ini adalah beban yang terlalu berat kupikul sendiri....
Cahaya terang? sungguh menyilaukan diriku, kenapa menganggu tidurku.
"Yuto! semua orang memiliki bebannya sendiri-sendiri, tetapi ingatlah jika beban itu pernah kamu bawa itu artinya kamu sanggup membawanya! jangan menyerah!....................."
"Yuto! jangan tenggelam kedasar sana, keluarlah darisana, itu sangat berbahaya!"
suara itu... siapa dia? aku tak dapat melihatnya, namun aku merasakan seolah tubuhku ditarik keatas, apakah aku berada di dasar.
"YUTO! YUTO! YUTOOO! KEMBALILAH! YUTOOO! YUTO! KEMBALI! JANGAN KESANA! KEMBALI YUTOOOOO!!" suara yang memanggil perlahan-lahan meredup, disini semakin gelap, gelap, gelap dan makin gelap.
inikah kegelapan mutlak?
aku tak tahu namun ini sangat tak nyaman sekaligus tenang, kini aku dapat melihat?
dimana aku...
seseorang muncul dihadapanku, tingginya sama dengan tinggi diriku, lalu ia berkata "apakah kamu butuh sebuah kekuatan? jika iya, maka aku akan memberikanmu sebuah kekuatan yang luar biasa. namun...."
"tak gratis?" tanyaku dingin.
Makhluk itu tersenyum lebar, "ah... anda sangat cerdas. syaratnya mudah jatuhlah kedalam jurang kegelapan ini lebih dalam dan temuilah sang kegelapan absolut."
aku mencekik makhluk itu dan mebantingnya ke permukaan dengan keras tanpa melepaskan cengkramanku, "Kau Bajingan! serahkan semua kekuatan yang kau punya! aku tak menerima syarat. akulah yang memerintah."
Makhluk itu melihat kebelakang diriku, aku heran dengan hal itu apakah ada sesuatu dibelakang diriku?
Makhluk itu menggumamkan sesuatu "ah... begitu ya.... inilah sebabnya kenapa kau sangat dibenci Miracle."
makhluk itu menepukkan tangannya.
...[Perekat Dimensi]...
......
kami kembali ke bentuk awal. ia berdiri lagi di hadapanku, "kemampuan apa itu? apakah waktu yang memundur?"
lalu makhluk itu berjalan menuju diriku kemudian membisikkan sesuatu, "aku akan memberimu kekuatan itu, namun kau harus menjawab pertanyaan dariku."
aku mengernyitkan dahiku kemudian bertanya lagi pada Makhluk itu, "apa yang mau kau tanyakan padaku?"
"Apakah kamu terkait dengan Mitologi Dunia?" tanyanya dengan nada yang serius, namun hal itu membuatku bingung, aku tak tahu apa yang ia maksud dengan mitologi Dunia. "Mitologi Dunia, apa itu?" tanyaku kebingungan.
Makhluk itu memandangi diriku dengan eksperesi tak percaya, "apakah kamu membohongi diriku? jelas-jelas kamu nampaknya terkait dengan hal itu."
aku menjawab dengan Ekspresi serius, "aku benar-benar tak tau apa maksudmu, apa itu Mitologi Dunia? aku tak pernah terkait dengan hal itu."
Makhluk itu berdecak, "ck... namun aku yakin kamu terkait, Mitologi Dunia adalah sebuah tempat yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Alam Semesta.
mereka adalah Makhluk yang secara penuh berada diatas kelogisan semua Makhluk, bahkan kelogisan itu adalah ciptaan mereka."
aku terheran-heran dengan penjelasan dari Makhluk ini. "jadi Mitologi Dunia itu adalah sebuah tempat ataukah keberadaan?"
"lupakan saja, saat ini tak ada urusannya denganmu. tapi suatu saat kau akan terjerat juga dalam masalah itu jadi lebih baik kuberikan kekuatan ini padamu sepenuhnya."
Makhluk itu mengulurkan tangannya dan aku menyambut tangannya juga dan kami berdua bersalaman.
...----------------...
saat itu juga Rayk bangkit kembali, tubuhnya berlumuran dengan darah dan luka. Rayk seperti mayat hidup yang bangkit kembali.
"Mustahil! kau masih hidup?!" Lord Borezo ternganga melihat Rayk yang bangun kembali setelah kehilangan kesadaran.
"Borezo... kali ini kau yang mati."
Rayk mengacungkan jari telunjuknya, "tamat riwayatmu Borezo."
...[ULTIMATE AO SKILL]...
......
Bola energi yang sangat kuat berputar merobek ruang dan langsung menghancurkan Lord Borezo hingga tak menyisakan sedikitpun barang partikelnya sekalipun.
Rayk menundukkan kepalanya mengamati tangan miliknya, "nampaknya aku sudah tak memerlukan segel... namun ada yang salah dengan diriku... aku, tak bisa merasakan emosi apapapun."
^^^Bersambung....^^^