
Malam hari setelah pertarungan barusan, Rayk dan Miracle kembali berbincang di sebuah Cafe.
disana terlihat wajah Rayk sedikit pucat yang membuat Miracle yang melihatnya bertanya pada Rayk. "ada masalah apa?"
Rayk memegang kepalanya sambil memejamkan matanya "aku ..... hanya sedikit pusing." ucap Rayk pelan.
Miracle kemudian berkata "apakah mungkin tadi itu pertama kalinya kamu membunuh orang? kurasa tidak. terlihat jelas tadi ketika kamu menusuknya kamu tak ragu sama sekali." ujar Miracle.
namun Rayk menyangkalnya "membunuhnya tadi bukanlah hal yang menganggu diriku." ucap Rayk tegas.
"lalu? apa yang membuatmu khawatir samapi sebegitunya?" tanya Miracle santai, kemudian ia mengeluarkan dokumen yang ia simpan di dimensi penyimpanan.
"jangan karena masalah seperti itu malah menghambat dirimu. aku tak dapat mengatakan itu hal sepele karena dampak kedepannya bukanlah suatu perkara kecil."
"argh! santai saja! ini cuma masalah kecil." ucap Rayk dengan nada geram.
...----------------...
sementara itu di tempat para Guardian berada. mereka menyadari sebuah portal terbuka, "Portal dari Alam Qyuzeq?!"
Sang Pemimpin Guardian pun segera memerintahkan 2 Guardian untuk pergi mengecek ke koordinat dimana Portal tersebut muncul.
"Pergilah untuk menegecek bekas kemunculan Portal itu, sepertinya Para Monster mulai bergerak. aku akan memberitahukan kabar ini kepada Para Dewa." ucap Pemimpin Guardian itu yang bernama Ovahen.
sementara 2 Guardian yang ditugaskan untuk memeriksa Portal yang muncul bernama Kavalen dan Aeden.
mereka berdua kemudian berangkat ke langit dimana koordinat Portal antar Dimensi muncul.
ketika mereka berdua sampai di Lokasi. mereka berdua tak menemukan apapun, seolah Portal tersebut tak pernah muncul.
"tidak ada Portal yang muncul. namun tidak mungkin juga pendeteksinya rusak kan?" ucap Kavalen tidak ingin meragukan atasannya.
lalu Aeden berkata "kalau kamu sebegitu yakinnya bagaimana kalau begini saja. seandainya Portal itu muncul disini ... dimanakah Galaksi yang ada disini?"
Kavalen kemudian melirik kearah gugusan Galaksi yang membentang luas. "apakah Galaksi Bima Sakti ini? Koordinatnya berada tepat diatas sini. mari kita cek ke dalam sana." Kavalen dan Aeden langsung memasuki Galaksi Bima Sakti itu.
...----------------...
sementara Miracle saat ini sedang menjelaskan rencananya dikejutkan dengan Aura yang ia kenal.
"Rayk! Guardian sudah mulai datang. berhati-hatilah dengan gerak-gerikmu." ucap Miracle dengan berbisik.
Rayk terkejut sebentar dan mengiyakan ucapan Miracle. "Baiklah..."
saat ini Kavalen dan Aeden mendatangi Bumi Sarvest, mereka merubah wujud mereka menjadi wujud manusia untuk memantau apakah ada Makhluk mencurigakan atau tidak.
Miracle menyadari keberadaan mereka dengan segera Dokumen-dokumen yang sedang dibaca oleh Rayk langsung ditarik oleh Miracle.
'Sial! aku tak mau ambil resiko dengan membuat keributan dengan Guardian.'
batin Miracle dalam hati. bukan karena takut atau kekuatan tak setara, akan tetapi Miracle lebih memilih untuk tak mencolok terlebih dahulu supaya ia bisa menyusun rencana yang lebih matang.
ditengah keramaian Cafe tiba-tiba terdengar sebuah pembicaraan dari seseorang.
"kamu sudah dengar tentang Kediaman Edgard yang hancur?"
"eh? berita besar baru-baru ini itu?!"
"iya! mereka bilang penyerangnya itu seorang ******* namun ada juga orang yang bilang kalau itu Monster ataupun Pembunuh bayaran."
"ihhh... aku sedikit takut, kudengar kejadian itu juga menewaskan salah satu Putra mereka kan? yang bernama Tuan Muda Rayk."
"iya!"
pembicaraan itu rupanya di dengar oleh kedua Guardian. mereka kemduain menghampiri kedua gadis yang sedang berbincang-bincang itu.
"permisi ... boleh saya minta waktunya sebentar?" ucap Kavalen dengan senyum dan nada ramah.
"tampannya..." gumam mereka berdua.
kedua gadis itu kemudian mempersilahkan Kavalen dan Aeden untuk duduk.
Rayk memberikan kode isyarat pada Miracle untuk pergi "kegiatan disini terlalu berbahaya, ayo pergi." bisik Rayk pelan.
Miracle mengangguk kemudian pergi duluan baru setelah 3 menit Rayk keluar dari Cafe tersebut.
Rayk celingak-celinguk sebentar mencari Miracle, dan setelah Rayk melihatnya ia langsung menghampiri Miracle.
"Ayo!"
Rayk dan Miracle memulai perjalanannya.
[Flsshback beberapa menit sebelumnya]
"tidak kah ini tak masuk akal?! coba pikirkan, ada berapa banyak kemunafikan di Dunia ini?
aku tak keberatan membunuh satu-satu dari mereka namun jika sifat itu terkonsep, maka itu tak menutup kemungkinan seluruh Makhluk itu munafik."
"itu memang sebuah fakta yang tak bisa ditampik. lagipula aku sudah bilang kalau misi ini benar-benar mustahil dilakukan, namun ... bukannya kamu menyanggupi hal ini?"
Rayk menggertakkan giginya "arggh!"
"tenanglah, lagipula misi itu bisa mengharuskan kita membunuh semua Makhluk bahkan diri kita sekalipun untuk mencegah kebangkitan Elin. namun sifat munafik adalah salah satu dari konsep sifat."
secara tiba-tiba otak Rayk konek akan sesuatu "astaga ..."
"tepat! , kita akan mengotak-atik Sistem Konsep yang mendasari semua Hukum dan Sifat yang ada di Alam Semesta."
"lalu dimanakah konsep itu berada? apakah dipegang para Dewa?" tanya Rayk sedikit bingung.
Miracle seolah berpikir sejenak kemudian berkata "entahlah aku tak mengerti tentang wujudnya, tapi aku terpikirkan sesuatu seperti Buku yang tertulis aturan-aturan."
"pfftt! itukah pemikiran orang tua 10.000 Tahun lalu? KUNO."
"kau bocah biadab!" ucap Miracle geram sambil mengepalkan tangan kanannya.
kemudian Miracle kembali berkata "lupakan, yang penting untuk saat ini kita harus mencoba menjauhkan diri dari para Guardian itu jika tak mau hal-hal merepotkan terjadi."
bukannya takut ataupun gentar, namun akan ada terlalu banyak hal-hal buruk yang terjadi jika Rayk dan Miracle dicurigai oleh para Guardian, dan Miracle tahu akan hal itu.
sementara Rayk dan Miracle sedang bersembunyi. saat ini Kavalen dan Aeden sudah keluar dari Cafe tersebut.
"ini sudah malam, seharusnya Monster ini akan aktif. menurut informasi Kediaman Edgard diserang pada Malam Hari, jadi pertanyaannya apa kau mau mengecek kesana?" ucap Kavalen menatap kearah Aeden.
Aeden kemudian berkata "ayo, setidaknya kita perlu tau tentang jenis Elemen dari AO miliknya."
mereka berdua pun mulai bergerak untuk mengecek kesana.
'entah kenapa perasaanku tak enak.' batin Aeden.
tak lama kemudian Aeden dan Kavalen berada di depan Kediaman Edgard.
"hmm... hancur lebur."
"Elemen Cahaya? tapi cuma ada 1 jejak, mereka bilang anak bernama Rayk itu bisa menggunakan elemen Cahaya, namun tidak ada jejak lain." (Kavalen)
"sepertinya lawannya bukanlah orang sembarangan. atau bisa kubilang orang bernama Rayk ini putus asa dan melakukan Ultimate Skill untuk membunuh lawannya." (Aeden)
"masuk akal, untuk ukuran Manusia AO Skill setingkat ini aku yakin menorehkan luka yang cukup parah seharusnya." (Kavalen)
^^^Bersambung....^^^