
"Melompati Batasan."
[Ultimate AO Skill The Dragon King]
Dengan Pedang yang ia genggam Jayden mengayunkannya memotong kearah depan.
SWUZZHHH !!
Akan tetapi tak mengenai Hajun karena ia masih mampu menghindar. 'serangan yang sungguh berbahaya.'
Ketika Hajun sedang fokus menganalisis Jayden secara tiba-tiba dari bawah tempatnya berpijak sebuah tulang Naga menjulang keatas yang membuatnya hampir tertusuk.
"!!"
Hajun menghindarinya sebiasa mungkin meskipun betisnya tersayat.
[AO Skill Calamity Slash!] kali ini Jayden sama sekali tidak memberikan Hajun ruang untuk menyerang balik dirinya.
Kobaran api menyelimuti Pedang Jayden, ia pun mengambil ancang-ancang kemudian melesat menyerang Hajun.
SLASHH !!
Semua orang terkejut melihat kecepatan dari Jayden yang tak bisa dilihat dengan mata mereka.
"cratss !!"
Hajun terkena tebasan pedang itu tepat di dadanya. ia pun tersungkur ke tanah namun tidak sepenuhnya jatuh.
Melihat Hajun yang masih berusaha bangkit membuat Jayden merasa kesal, cemas, dan iri.
Jayden bergerak dengan cepat ke samping Hajun kemudian melayangkan tendangan tepat mengarah ke kepala Hajun hingga membuat Hajun terpental.
"GRRR !!"
...----------------...
Rafale berdiri dari tempat duduknya di kursi penonton kemudian pergi keluar dari sana.
'Hajun... apakah Dendam mu hanya sebatas itu? kemampuan aslimu gunakanlah. Jayden sudah mengeluarkan kartu as nya.' (Rafale)
...----------------...
Hajun berusaha untuk berdiri, waktu pertarungan tersisa 59 detik lagi.
Hajun mengambil Dagger satu-satunya yang ia pegang.
Kemudian memasang kuda-kuda bertahan.
namun, Jayden yang saat ini bukanlah lawan yang biasa ia hadapi.
slash ! slash ! slash ! slash !
Pedang Jayden dengan cepat menyayat-nyayat tubuh Hajun.
Akan tetapi saat Jayden mengangkat pedang nya keatas langit. saat itulah terlihat sebuah celah lemah, gerakan yang sangat besar dan akan menghasilkan dampak yang parah itu seketika dihentikan oleh Hajun.
tangan kiri Hajun sudah di depan dada Jayden. Hajun tersenyum kecil dengan wajah yang dipenuhi luka.
"Kau tak akan menang."
DUAGHHH !!
Jayden merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa, nafasnya terasa berhenti untuk sesaat.
Hajun dengan Dagger di tangan kanannya langsung menyayat-nyayat balik tubuh Jayden.
"Aarrhh !"
Sayatan dari Dagger Hajun seharusnya tak begitu menyakiti Jayden. namun karena Hajun memukul hati Jayden dengan telak, rasa sakitnya dikali lipatkan dengan itu.
Ketika sesaat Jayden hampir terjatuh dengan sekuat tenaga ia bertahan kemudian menghentakkan kakinya kedepan yang membuat Hajun terpental menjauh.
DUASHH !
Ckittt !! Hajun mendarat dengan aman.
Waktu pertarungan di Ronde pertama tersisa 23 Detik lagi.
"Hah... hah... hah... hah..." nafas dari Jayden sudah mulai tersengal-sengal, bahkan 2 Kali menggunakan Ultimate AO Skill akan tetapi masih belum bisa merubuhkan Hajun.
Sementara itu, Hajun juga sudah babak belur dan hancur.
Namun diantara mereka berdua tak ada yang mau menyerah. mereka memiliki tujuannya masing-masing.
Yang satu mengalahkan rasa Obsesi.
Yang kedua mencari secercah Cahaya.
mereka berdua tak akan peduli dengan apa yang akan terjadi nantinya.
Sisa pertandingan hanya 9 Detik.
"Apakah !!"
"JAYDEN !! SEMANGAT!!"
"MAJU HAJUN ! MAJU HAJUN ! MAJU HAJUN !"
Jayden memasang kuda-kuda untuk bersiap menyerang dengan tebasannya dalam mode kekuatan penuh.
"Akan kuakhiri dirimu DISINI !"
Hajun perlahan memposisikan dirinya dalam kuda-kuda Karate.
ketika Jayden melesat meyerang kearah Hajun, dalam 1 pukulan saja Hajun langsung membuatnya tewas seketika.
Kepala Jayden hancur dalam 1 pukulan namun tangan kanan Hajun terluka parah karena tulang-tulang serta ototnya terkoyak akibat menggunakan kekuatan yang sudah diluar batas tubuhnya.
Melihat kemenangan dari Hajun serta waltu 3 detik yang tersisa membuat seluruh penonton dan juri terperangah tak percaya. darah yang tumpah pertama kali dalam Arena dimenangkan oleh Hajun.
"Gila !! dia membunuhnya tanpa Ultimate AO Skill ?! yang benar saja !!"
...----------------...
Dari kejauhan terlihat Rafale mengamati pertandingan. setelah kemenangan Hajun yang cukup memukau terlihat Rafale tersenyum tipis penuh misteri.
"Kemenangan yang luar biasa, namun apakah sanggup bagimu untuk menanggung akibatnya?
Dendam akan melahirkan balas dendam dan balas dendam akan terus bercabang hingga tak terhingga.
dan kini satu cabangnya sudah tercipta."
...----------------...
Dazel menatap tajam Hajun dengan ekspresi marah, geram, benci. 'Hajun !! dasar Hama cilik ! beraninya kamu membunuh Adikku dan mempermalukan Keluarga Kami, jika saja bukan karena si ****** Gita akan kuhabisi kau!'
Dari lorong yang sama di hadapan Dazel muncul seseorang yang berjalan kearahnya. melihat dan merasakan hal tak biasa sontak tubuh Dazel menjadi sangat waspada.
'?! , Siapa bajingan ini?!'
"Sebelum akar itu tumbuh menjadi kayu yang tebal dan sulit dipotong, lebih baik segera dicabut sebelum keributan yang lebih besar terjadi."
Mata Dazel terbelalak ketika mengetahui jika orang dihadapannya adalah Rafale "Kau !!" Dazel berbicara dengan nada geram terhadap Rafale.
Rafale tersenyum seperti merendahkan "Cukup sampai disini saja Dazel, selebihnya kau tidak akan bisa lewat manapun lagi mulai sekarang. karena kehancuran kau dan keluargamu sudah dimulai."
Emosi Dazel kini memuncak. tanpa banyak bicara tinju Dazel dilayangkan mengarah ke wajah Rafale.
SWUSSSSHHHH !
"Dazel, apa benar kau tak mau menyerah?" tanya Rafale dengan santai.
'DIHINDARI ?!!! PUKULANKU DIHINDARI ?! BANGSATT !!!' Dazel sangat geram, bahkan ekspresi wajahnya tidak dapat dikendalikan olehnya.
Sekali lagi Dazel melayangkan tinjunya untuk menyerang Rafale, meski begitu satupun serangan tidak ada yang dapat mengenai Rafale.
"aih... aih... aih... bukannya sudah kubilang?"
Rafale meluruskan kaki kanannya sejajar dengan wajah Dazel. "kau ini. gak dengar ya? bukannya sudah kubilang kalau kau harus berhenti disini?"
DUASSS !!
Dazel seketika terhempas dan terguling jatuh. dari hidung dan mulutnya pun mulai mengeluarkan darah.
"Kau memang Brengsek Rafale ! kalau saja kau tidak cacat akan kuhabisi kau dengan AO Weapon milikku." ucap Dazel tersenyum memprovokasi.
Namun tindakan ini adalah suatu blunder, tindakan Rafale yang selalu mengutamakan ketenangan namun kini tak begitu, ini adalah ke dua kalinya Rafale bertingkah dengan perilaku yang bertolak belakang dengan kebiasaan dirinya.
Rafale menyeringai "Wah... sepertinya aku diremehkan, kau pikir aku pernah melarangmu menggunakan AO Weapon? berhentilah bersikap seolah akulah penjahat utama yang ada disini. lagipula memangnya ada yang berubah meski kau menggunakan AO Weapon? AO Weapon keluargamu itu kan cuma senjata rongsokan. pfffttt..." Tawa puas Rafale cukup nyaring.
"KAU !! DASAR CACAT !! BIAR KUCABUT JUGA KEDUA KAKIMU BRENGSEKK!!" Dazel menjadi begitu marah.
Kali ini Dazel sama sekali tidak peduli lagi. "Datanglah Padaku Ayuri."
Sabit panjang layaknya seorang malaikat maut, senjata itu berada dalam genggaman Dazel.
[AO SKILL GRIM REAPER]
Skill ini membuat Dazel tak dapat disentuh oleh Manusia tanpa pengendalian AO tingkat tinggi. namun yang paling berbahaya dari skill ini adalah jika dalam 20 Detik, target masih bertarung dengan pengguna skill ini maka namanya otomatis akan tertulis dalam ujung sabit tersebut, dan jika sampai terkena serangan sabit itu barang segores saja maka ia akan langsung mati.
Dazel melompat keatas kemudian menyabetkan sabitnya ke bawah.
namun dengan mudah Rafale menendang tangan Dazel yang membuat Sabitnya terlempar.
"Nah. habis kau!"
^^^Bersambung....^^^