Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 51: Kehilangan (1)



[Luginous Realm, Alam Ke 1]


Dua sosok manusia masih menetap disana, yang satu duduk dalam lelahnya sementara yang satunya masih tertidur koma.


Miracle tak dapat melakukan apapun lagi, kebangkitan Elin pasti akan terjadi.


Kemudian setelahnya, akan diikuti rentetan kehancuran di seluruh Alam Semesta.


"Huh, apa yang mesti dilakukan olehku saat ini ..." Terduduk bersender kebingungan, itulah Miracle saat ini.


Rayk yang dikiranya dapat menghadapi Ovahen rupanya mati dan saat ini mengalami koma.


"Wujudnya berubah, kupikir ini adalah wujud Rayk di kehidupan sebelumnya," gumam Miracle.


Perlahan-lahan muncul retakan-retakan di kulit Miracle, dari retakan itu juga cahaya-cahayanya mulai mencuat keluar.


"!? a-apa yang terjadi padaku?"


Miracle bingung, namun tubuhnya sudah terlalu lemas.


"ah ... oh ya-ampun, inikah ... yang dinamakan broken soul?"


Tertawa kecil, Miracle bersender kembali di tembok yang terlihat hampir hancur tepat disamping tubuh Rayk yang tak sadarkan diri.


"hahaha ... AO core ku rupanya kehilangan daya, dalam 15 menit AO energy ku sudah habis untuk kembali menghidupkan mu,


ya ... itu tak masalah, hiduplah untuk hari esok Rayk. Wahai keturunanku yang hebat." Miracle tersenyum untuk terakhir kalinya dan lenyap meninggalkan dunia ini, seakan tersapu oleh angin ia tak meninggalkan jejak.


...----------------...


[Rumah Sakit Poture K2]


Hajun bangkit kembali, dengan kekuatan misterius yang menyelimutinya.


Melihat reaksi dari Edra yang nampak serius, ia tak mungkin sedang menghadapi lawan yang lemah.


Mereka berdua saling berhadapan tanpa rasa takut. Edra menyeringai lalu dengan cepat melesat kedepan.


Swusssh !


Mengarahkan pedangnya dengan kuat, Edra tak meremehkan Hajun lagi.


...----------------...


Art Senjata Hajun.



Edra menebaskan pedangnya, dengan kedua tangannya. DUAS !


Gelombang kejut yang kuat segera terbentuk, layaknya badai menghantam Hajun, namun hal itu tak masalah untuk Hajun.


Menghindar layaknya kilat, Hajun langsung bergerak mengindari tebasan pedang itu dan langsung bergerak mendekati Edra dan melayangkan tebasan cepat.


Slash! slash! slash! Slash!


Kulit Edra tersayat-sayat, setelah melayangkan serangan terhadap Edra. Hajun langsung menarik mundur dirinya.


"menarik," ucap Edra.


Edra terkekeh-kekeh, "Hehehe ... Baiklah, aku akan membunuhmu dengan kejam!"


[Ultimate AO Skill, You are ?]


Edra menggunakan Ultimate Skillnya dari Sword Of Gargan, informasi jiwa Hajun yang ditarik tadi, sekarang dikompilasi di kemampuan Edra.


"Hmm ... ayo kita bertarung lagi," ucap Edra menyeringai.


Seketika Sword Of Gargan yang ada di tangan Edra mengecil, sekarang itu lebih mirip sebuah Katana.


Melihat Edra mengarahkan ujung Katananya kearah diri Hajun, Hajun sama sekali tak gentar.


Kemampuan kecepatan mereka kali ini akan beradu, dalam 0.1 detik jarak antara mereka yang tadinya terpaut 15 Meter saja sekarang mereka sudah saling bertubrukan.


TANG !! , suara hantaman antara senjata mereka terdengar sangat nyaring.


Mata mereka berdua saling menatap tajam, pertarungan jarak dekat yang mendebarkan terjadi begitu cepat.


Swush ... swush!


slash! slash! slash!


Tebasan Hajun yang sangat cepat semuanya ditangkis oleh Edra.


Edra menebaskan pedangnya secara horizontal menyabet kearah kepala Hajun.


Namun dengan cepat, Hajun menunduk menghindari tebasan Edra.


Swik!


Edra berdecak, "pih!" Hajun tanpa ragu langsung menusukkan Daggernya di paha Edra.


CRAT!


"Kuh!"


Edra langsung membelokkan tebasan pedangnya kebawah, seperti sebuah angka 7.


Namun saat Hajun masih berada di udara, secara tiba-tiba otot kanan tangannya serta mata kirinya seakan terkena sebuah serangan.


DUASHH!!


Hajun terpental jatuh ketanah, Bruk!


"Arghh ..." Hajun meringis kesakitan.


Edra tertunduk dengan senyum tipisnya, terlihat jelas ia menahan sakit di kaki kanannya.


"Kekekeke ... manusia biadap yang bahkan tak memiliki Ultimate AO Skill mau menghadapiku?!"


Sword Of Gargan memunculkan potensinya, ia menyembuhkan luka Edra yang terkena tusukan Dagger Hajun.


Tusukan dari Hajun bukanlah luka yang sembarangan, dapat diketahui. sejak awal Edra sendiri memiliki kemampuan untuk megembalikan tangannya yang putus.


Namun sayatan Dagger Hajun ketika menggunakan senjata ini bahkan tak dapat disembuhkan oleh kemampuan regen milik Edra sendiri.


Hajun berusaha kembali bangkit, namun Edra dengan cepat sudah ada di hadapannya.


Dengan menggunakan lutut miliknya, wajah Hajun dihantam oleh Edra dengan keras.


Hidung milik Hajun langsung patah. Hajun yang terkena serangan telak itu kembali di hajar oleh Edra.


Duak !


Tendangan keras kali ini menghantam perut Hajun hingga membuatnya kembali jatuh ke lantai.


Edra kemudian mengangkat Hajun menggunakan jari kakinya yang disangkutkan pada baju Hajun.


Melayangkannya di angin, Edra tersenyum kemudian menggunakan AO Skillnya.


[AO Skill, Dance Blade Form 2]


"Tebasan berputar"


Posisi pedang Edra seperti seorang samurai yang sedang menarik katana dari sarungnya.


Kemudian menebaskannya dari bawah keatas sejalur dengan tubuh Hajun yang tanpa penjagaan di hadapannya.


SLASSH !!


Hajun masih sempat berhasil menahannya dengan menggunakan Dagger miliknya namun, tak disangka, Hajun kehilangan tangan kanannya.


...----------------...


"Jendral Castro, apa pendapat anda dengan keadaan genting ini? Monster yang kita kira hanyalah sebuah mitos dan karangan rupanya benar-benar ada?" tanya Jendral Figo.


"hmm ... apakah ini pertanyaan jebakan Jendral Figo?"


"hm? oh, tentu saja tidak," balas Jendral Figo santai.


"tenang saja, Pasukan khusus yang dipimpin Gita saat ini sudah meratakan pasukan yang datang dari arah Rumah Sakit Poture K2," jelas Castro.


Saat ini seluruh Jendral Besar sedang mengadakan rapat bersama Yang Mulia Raja.


"Ah ... anak anda memang luar biasa Jendral Castro, saya begitu ingin mengadakan penjodohan dirinya dengan Anak saya," ucap Yang Mulia Raja.


Castro terkejut mendengarnya. "ah, yang Mulia Raja terlalu yakin dengannya, mana mungkin anak saya sebanding dengan kemampuan Pangeran mahkota," balas Castro.


Jendral Kabura tertawa. "hahaha ... jangan merendah begitu Jendral Castro, kita semua tahu Putri anda begitu cantik. namun siapa sangka Ayahnya begitu overprotektif. Hahahaha,"


Suasana rapat perlahan mulai mendingin dan tidak terlalu tegang, tak lama Jendral Ozin menanyakan sesuatu.


"Oh, Jendral Castro, saya dengar anda melatih Putra bungsun anda di Markas besar selama 2 Tahun untuk pertandingan Turnamen saat itu,"


"Ah, itu benar, aku ingat sekarang," ucap Jendral Figo.


Jendral Ozin mengangguk kemudian kembali berkata, "Namun, AO Skillnya hanya sebatas kemampuan biasa. apakah bakatnya masih belum muncul?"


Mendengar pertanyaan tersebut, ekspresi Castro langsung berubah drastis.


"Apa yang anda maksud itu, AO Skill Hajun hanya sebatas amplifikasi kecepatan? ataukah anda sekalian berfikir Hajun adalah Manusia yang tak memiliki Ultimate AO Skill?"


Melihat tanggapan serius Castro, Jendral Ozin sedikit meminta maaf. "ah, Jendral Castro ini hanya pertanyaan biasa. tolong jangan terlalu tersinggung," ucap Jendral Ozin tak enak hati.


"Tenang saja Jendral Ozin, saya tahu itu.


jika boleh saya beritahu, kemampuan milik Hajun tak dapat aktif atas kemauannya, alias ia tak mampu memiliki pengendalian atas kemampuan itu.


Kemampuan bertarung, kecepatan, teknik dan aspek bertarung lainnya hanya berada pada kemampuan rata-rata seorang pelajar.


Namun, jika anda berpikir anak itu tak memiliki Ultimate AO Skill, itu adalah kecacatan dalam penglihatan kita sebagai seorang Jendral, tidak bermaksud menyindir anda.


tapi saya bahkan tak melihat potensi tersebut sejak awal, karena dalam keadaan tertentu Ultimate AO Skill miliknya baru akan aktif.


Dan ketika Ultimate AO Skill miliknya aktif, percayalah bencana akan dimulai oleh dirinya," ucap Castro panjang lebar, yang kemudian Castro membuka baju yang ia kenakan dan menunjukkan sebuah luka di beberapa titik di tubuhnya.


Sontak saja seluruh orang yang ada di ruangan sangat terkejut melihat hal tersebut. "Astaga ...."


"S-semua lukanya ada di titik-titik vital," ucap Jendral Kabura kaget.


"Benar, inilah mengapa saya menganggap dirinya bahkan lebih berbahaya dan lebih menyeramkan dibandingkan oleh Gita."


^^^Bersambung....^^^