Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 30



"kau Reinkarnasi dari Iblis yang kau maksud itu kan?" tanya Miracle dengan tatapan tajam dan nada dingin.


Rayk menatap Miracle dengan tatapan yang sama "Kau mengetahuinya? seingatku aku tak pernah mengatakan kalau itu kisahku."


"lantas ... kau ingin membalas dendam padaku?"


"aku tak mau mati."


"lalu? ingin menuntut diriku dan menyalahkan ku atas kematian manusia di Bumi mu?"


"kau bukan pelakunya."


"..."


"..."


Rayk dan Miracle sama-sama diam tak berbicara lagi.


"aku bertemu dengan Borezo dan membunuhnya."


"oh itu hal yang bagus, tunggu. siapa itu Borezo?"


Rayk menggelengkan kepalanya "padahal ia begitu dendam padamu hingga ingin membunuhku karena aku termasuk keturunan Edgard."


"begitu ya." balas Miracle singkat.


Rayk menghela nafas panjang "aku melihat semuanya melalui Universe Record. perang 10.000 Tahun yang lalu."


Miracle mengangkat alisnya "terus?"


"Pertarunganmu melawan Dewi Perang Gwin Geisha dan juga siapa pencipta Bumi Peako. Borezo tidak menjelaskannya dengan benar, namun Bumi Peako itu sebuah Boneka Dewa kan? Dewa siapa yang membuat Bumi itu?"


Miracle diam sejenak kemudian kembali berbicara "Perang itu sudah cukup lama terjadi, aku tidak mengingatnya dengan jelas. namun Gwin Geisha menggunakan kekuatan yang tak dikenal. aku yakin itu bukan kekuatan Monster, Dewa, ataupun kekuatan Manusia.


namun satu hal yang pasti ...." Miracle diam kembali, seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan.


"lupakan tentang Pertempuran 10.000 Tahun yang lalu. akan ada hal buruk jika kamu mengetahui terlalu dalam tentang Perang 10.000 Tahun yang lalu." ucap Miracle.


Rayk bertanya "Kesialan pada Edgard?"


"ini lebih buruk daripada itu, aku sendiri tidak tahu siapa mereka tapi yang jelas para Dewa merahasiakan keberadaan mereka."


Rayk menatap tajam Miracle dan dengan nada serius ia berkata "Bidak? Boneka?"


Miracle paham dengan maksud perkataan Rayk. "kemungkinan. ada kemungkinan mereka lebih tinggi daripada Dewa."


"Provokasi rendahan kita tak akan berpengaruh pada mereka namun ... kukira ada seseorang yang pernah bertemu dengan mereka.


namun ia sudah mati dalam perang 10.000 Tahun yang lalu."


Rayk mendengus pelan "Leluhur Pertama ... aku harus memanggilmu Kakek atau bagaimana? kurasa panggilan Leluhur pertama tak enak untuk di dengar."


Miracle meletakkan telunjuknya di dagu seraya berpikir "hmmm... panggil aku dengan nama biasa saja, karena kau ku anggap istimewa."


"baiklah. aku berniat untuk kembali ke Bumi, karena kupikir hal yang kucari sudah kuselesaikan dan temukan."


Miracle terlihat sedang memikirkan sesuatu sehingga tidak memperhatikan Rayk.


"apa yang kau cari memangnya?"


"hmm? itu Informasi tentang Dewi Elin."


seketika mata Miracle terbelalak kemudian langsung menoleh kearah Rayk.


"apa?!" terlihat jelas mata Miracle sangat kaget dengan hal tersebut.


Rayk yang melihat ekspresi tak enak tersebut bertanya pada Miracle "em.. ada masalah apa?"


Miracle teringat sebuah ramalan yang tergambarkan dalam batu besar. ia sangat mengingat hal tersebut dengan jelas.


^^^_________________________________________^^^


namun janganlah kalian mencoba untuk bernafas dengan tenang. itu hanyalah awal dari sebuah akhir yang begitu ganas.


akan dimulainya akhir Alam Semesta ketika Manusia paling dicintai Dewa dan Dewi bersedih, ia akan mengguncangkan badai besar kepada seluruh Alam Semesta. bahkan Dewa dan Dewi tidak sanggup menghentikan kesedihannya.


tidak ada kata tapi. Pahlawan kalian sudah sirna. ia tak akan datang menyelamatkan kalian para Makhluk menjijikan. akan ada tubrukan antara Manusia melawan para Dewa untuk kesekian kalinya.


hancurnya tatanan Alam Semesta, dan dengan berat hati Para Dewa dan Dewi akan membunuhnya dengan tangan mereka sendiri diiringi isak tangis mereka yang akan menghancurkan Alam Manusia.


_________________________________________


"Takdir mulai bergerak dalam jalannya. Alam Semesta ini akan hancur kembali." ucap Miracle dengan wajah serius.


"Alam Semesta? apakah yang kau maksud Refkel Realm?"


Miracle menggelengkan kepalanya "tidak pasti ... tapi yang jelas Alam Semesta yang dimaksudkan ramalan tidak menuju alam yang lebih tinggi yaitu Refkel Realm. tapi Universe dibawah Refkel Realm."


"jadi... Bumi Sarvest dan Bumi Peako serta Bumi lain yang satu Universe dengan Bumi ku akan hancur?" tanya Rayk.


"ya..."


Rayk menggertakkan giginya "adakah cara menghentikannya?"


Miracle menjawab dengan ragu "kemungkinannya terlalu kecil ... Dewi Elin sudah datang kembali kedalam Bumi Sarvest. artinya dengan otoritasnya ia akan masuk kedalam ruangan rahasia milikku dan berkas Rahasia milikku sudah jelas akan ia musnahkan."


Rayk terkejut sekaligus bingung karena terlalu banyak hal yang dirahasiakan. "Dasar pak tua sialan, ini semua karena kau terlalu merahasiakan banyak hal! jangan menyerah Pak Tua Sialan! pasti ada cara lain kan?!"


Miracle membuang mukanya dan berbicara dengan nada ragu-ragu "terlalu beresiko."


mendengar hal itu Rayk tersenyum puas "baiklah. kita akan bermain dengan resiko itu. jadi apa yang harus kita lakukan?" ucap Rayk mantap.


Miracle menghela nafasnya "hahhhhhh..... baiklah kalau begitu. dengarkan aku baik-baik, cara ini tidak menjamin keberhasilan 100 persen, namun jika kau begitu yakin akan kujelaskan.


pertama, kita perlu membunuh para orang-orang munafik dari Alam Semesta.


kedua, setelah itu melakukan serangan ke Lantai 3 Loop Kekacauan.


ketiga, kita akan menghadapi Neraka di Dunia atas.


dan yang terakhir, membunuh Dewi Elin."


Rayk mencerna semuanya secara lambat "tunggu ... bagaimana kita bisa membunuh Orang Munafik dari Alam Semesta yang tak memiliki akhir ini?!"


Miracle menghela nafasnya lagi "hahhh.... sudah kukatakan bukan. ini cara yang sulit dan persentase keberhasilannya benar-benar sangat minim.


bayangkan saja bagaimana mungkin Manusia bertarung melawan Neraka?"


"kau benar. namun ... mengapa kita perlu membunuh Dewi Elin?" tanya Rayk heran, bagaimana ia tak heran Dewi Elin melambangkan sebuah kebaikan tapi mengapa ia perlu dibunuh?


Miracle kemudian berkata "Elin itu sebenarnya adalah Makhluk Dunia yang lebih tinggi dari kita. mereka bilang Dewi Elin adalah lambang kebaikan? kuh... omong kosong.


alasan kita perlu membunuh orang munafik dari Dunia ini, itu karena Elin tak akan pernah mati. selama kemunafikan masih ada di Dunia ini." ucap Miracle dengan geram.


Miracle sudah sedari lama mengetahui hal itu namun ia tak memperdulikannya sebelum akhirnya ia hampir mati oleh salah satu Makhluk berdimensi tinggi diatas para Dewa.


untuk pertama kalinya ia melihat wajah asli dari Dewi Elin, senyuman mengerikan yang ditujukan padanya dengan maksud merahasiakan semua yang ia lihat apabila ingin tetap hidup.


Rayk kemudian berkata "jadi yang ingin kau sampaikan itu. Elin sebenarnya adalah Perwujudan Kemunafikan?"


Miracle mengangguk. rupanya Elin berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan oleh Universe Record.


"Aku menyanggupinya. namun, latih aku agar sekuat dirimu seperti 10.000 Tahun yang lalu."


Miracle tertawa "HaHaHaHaHa. aku tak keberatan, namun jika kamu tidak bisa mengikuti kemampuanku, kamu akan mati dalam latihan." ucap Miracle meremehkan.


namun Rayk dengan tatapan dan tekad yang mantap menyanggupinya. 'Kekekek... bayangkan saja jika ada 2 Miracle di Dunia ini... akan kubuat dia sekuat diriku.' batin Miracle terkekeh.


^^^Bersambung....^^^