Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 9



Jendral Guhi tergeletak di tanah setelah bertarung dengan Jendral Castro.


"mengapa kamu mengkhianati kami?"


Jendral Guhi hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Jendral Castro.


para Jendral Besar lainnya juga cukup shock atas pengkhianatan Jendral Guhi.


"dalam keadaan ini aku berperan sebagai seorang Jendral maka dari itu aku akan menahanmu.


jika aku berperan sebagai seorang Ayah, akan kubuat kau mati Jendral Guhi." tegas Jendral Castro dingin.


Jendral Kabura membuka Ruang pemisahnya dan menemukan 9 Peserta yang tergeletak tak sadarkan diri.


betapa terkejutnya ia melihat kedua tangan Rafale telah hancur.


Para Jendral lainnya juga menghampiri cucu mereka, akan tetapi mata Jendral Casteo terbelalak karena tidak menemukan anaknya yaitu Rayk.


"dimana Rayk? dia tak ada disini." Castro panik.


"Jendral Castro jejak anakmu tak ditemukan, sepertinya Unit Rahasia yang dibicarakan Jendral Guhi menangkap Rayk." jelas Jendral Kabura


Castro menggertakkan giginya kemudian membopong Gita lalu pergi dari sana.


dan sesampainya di rumah, Castro menyuruh pelayannya untuk memanggilkan Dokter untuk memeriksa meadaan Gita.


Castro juga menelfon istrinya untuk pulang ke rumah karena ada keadaan darurat.


"kuharap Lilith tidak pingsan mendengar hilangnya Rayk. ini semua kesalahanku...


jika saja aku tak bersikeras menyingkirkan Rayk.


padahal anak itu tak pernah berbuat hal yang merepotkan, betapa bodohnya aku. Rayk anak yang peka ika kuingat ingat ia tak pernah meminta hal yang merepotkan, anak ity cukup tau diri."


Castro hanya bisa duduk termenung sambil menyesali tindakannya.


Lilith sampai dirumah kemudian masuk dan bertanya ada masalah darurat apa.


Castro terdiam sejenak sambil menelan ludahnya.


"saat ini... Rayk... hilang." Castro menjelaskan terbata-bata.


Lilith tak mengerti maksud Castro, "menghilang? apa maksudnya menghilang?"


Gita muncul dari kamarnya "ini kesalahan Gita mah... Rayk diculik oleh Unit Khusus dari Bumi Peako. jika saja Gita tidak pingsan saat itu JIKA SAJA GITA LEBOH KUAT. RAYK TAK AKAN DICULIK. hiks.. hikss... hiks..." Gita mulai menangisi ketidak berdayaan dirinya.


Lilith sangat shock mendengar hal tersebut dan ikut sedih, keluarga Edgard dilanda kesedihan hari itu.


Lilith sebenarnya sangat marah dan mesalndengan Castro akan tetapi prioritas keselamatan Rayk adalah yang utama.


Castro bertindak cepat dengan memutus para pasukan mencari Rayk, "Orang-Orang Bumi Peako itu pasti masih dalam Bumi ini, teleport antar Bumi tidaklah mudah. cari mereka, mereka pasti bersembunyi."


Para Jendral Besar yang tersisa sepakat untuk membiarkan Castro tidak ikut dalam rapat penting dengan keluarga kerajaan perihal Bumi Peako.


dengan maksud agar Castro fokus untuk menemukan anaknya terlebih dahulu.


sementara itu Rayk.


aku berada dalam perpustakaan, mencari informasi teleport antar Bumi.


akan tetapi ada keributan nampaknya, kupikir Castro mengerahkan pasukannya untuk mencari keberadaan diriku.


akan tetapi aku sudah melakukan sihir penyamaran, sehingga Castro tak mungkin menemukan diriku.


lagipula. aku tak berniat untuk tinggal lebih lama disini, jika aku terbiasa dengan tingkah laku Manusia Baru ini. maka itu sama saja dengan aku memaklumi pembantaian 7 Miliar+ Manusia sebelumnya.


perkataan Casandra juga cukup menggangguku, maka hal pertama yang perlu kulakukan adalah mencari informasi dan cara memperkuat tubuhku.


"ah.. dapat! ini informasi cara pergi antar Bumi...


jadi karena ada konflik antara Bumi Peako dan Bumi Sarvest maka perdagangan dihentikan?!


brengsek! lalu bagaimana caraku pergi ke Bumi Peako*??"


aku terpikirkan sebuah ide gila, bagaimana jika aku membuat portal sendiri.


aku tersenyum lebar dan cekikikan sendiri atas kejeniusan diriku hingga membuat orang-orang disekitarku melirik kearahku.


setelah 6 Jam aku mencoba memahami cara yang tertulis dalam buku panduan aku pun mencoba membuat portalnya.


dalam 6 Jam aku tak hanya mempelajari membuat portal tapi juga mencari informasi tentang Bumi Peako.


seperti Budayanya, mata uang, kebiasaan, cara menyapa dan juga bahasa.


akan tetapi rupanya bahasa yang digunakan pun sama, tertulis dalam buku kalau ada sebuah kesepakatan oleh banyak pihak.


yang artinya tak hanya ada 1 Bumi dalam Universe ini.


Jam menunjukkan pukul 19.35 malam, aku melihat kearah televisi, berita tentang hilangnya putra dari Keluarga Jendral Edgard.


nampaknya pencarian diriku masih dilanjutkan. akan tetapi ada sesuatu yang menggangguku aku kembali melihat kearah Televisi.


"Jika anak Jendral Edgard masih belum ditemukan dalam jangka waktu 3 Hari kemungkinan ini akan menjadi memicu perang lagi dengan Bumi Peako.


dan kemungkinan terburuk adalah kehancuran kita orang-orang Bumi Sarvest. karena kekuatan kita sudah sangat melemah. apalagi Jendral Besar Guhi mengkhianati kita semua.


kekuatan Bumi Sarvest sudah sangat lemah." sebuah wawancar televisi yang mengejutkan banyak orang di penjuru Negara.


aku hanya menghiraukannya dan terus melangkah pergi.


aku tau ini langkah yang egois, aku tahu aku melangkah dengan angkuh, aku tahu jika aku akan menjadi seorang pembunuh.


jika aku benar-benar pergi melangkah kedalam Portal ini. dan terjadi peperangan nyawa seluruh Manusia akan terbuang sia-sia.


se naif itu kah diriku. kenapa aku mengkhawatirkan mereka, aku membuat diriku sendiri kebingungan.


hahaha.... ternyata begitu. aku hanya tak mau menanggung beban lagi, aku pecundang yang mencuci tangan dari masalah.


aku tak peduli lagi. biarlah aku egois, lagipula mereka bukan keluargaku. biarlah mereka lenyap seperti bagaimana keluarga dan teman-temanku dahulu meninggal akibat mereka.


jika orang lain boleh egois mengapa aku harus mementingkan orang lain.


Rayk melangkah kedalam Portal kemudian menghancurkannya agar jejaknya hilang.


Rayk melirik ke kanan dan kiri. "jadi inikah Bumi Sarvest? sepertinya aku terteleport ke atas sebuah tebing.


suara ribut terdengar dari bawah, aku melirik ke bawah. pertarungan?


aku tersadar akan suatu hal, alu tersasar ke Bumi yang lain. dibelakangku terlihat seperti pegunungan yang sejuk akan tetapi.


dibawah sana adalah neraka. pertarungan antar Monster-Monster mengerikan terjadi disana.


aku mencoba untuk pergi dengan membuat portal lagi akan tetapi, bagaimana jika aku tidak ke Bumi Peako? ataupun kembali ke Bumi tempatku tinggal?


"sialan"


dari belakangku seekor Monster menyerang diriku, akan tetapi aku melompat kebelakang lalu menginjak kepalanya hingga bertabrakan dengan tanah.


"BRAKK!"


ada sangat banyak Monster disini. lalu aku teringat dengan sebuah manga yang pernah kubaca.


latihan yang ekstreme akan terbayarkan dengan hasil yang maksimal. jadikan hal yang kamu latih layaknya Monster yang mendominasi dan mengerikan.


^^^Bersambung....^^^