
Hari ini Laurence diizinkan pulang oleh Dokter Marcel, karena keadaannya sudah memungkinkan untuk bisa pulang.
Entahlah, Laurence bingung sekarang harus pulang kemana karena dia tidak mengingat apapun pasca setelah kejadian kecelakaan itu.Laurence menelfon orang yang selama ini membantunya.
Tenenet... tenenet .......
suara getaran handphone Laurence
'Nomor yang anda tuju sedang sibuk' seperti itu lah suara handphone nya, bukannya dijawab oleh pria menyebalkan itu, tetapi malah dijawab oleh operator.
Handphone Apple keluaran terbaru itu, dibanting begitu saja dan....
plak
saat itu, bersamaan dengan saat orang masuk. Ya, handphone tersebut tepat kena orang yang baru masuk. Siapakah orang itu?
Aldebaron masuk ke ruang itu dengan terburu buru.Dia pun segera bergumam
"Laurence, kalau kau sudah sembuh segera pulang ke Apartemen Vasaka Solterra, nanti ada supir yang datang menjemput mu kesini dan ini, kunci apartemen nya" dengan terburu-buru Aldebaron melangkahkan kaki nya.
Belum sampai lima langkah, Aldebaron berbalik lagi
"Oh ya satu lagi, No Apartemen nya 149 dan pin nya 4***" lalu melangkah kan kaki nya, dan sudah tidak terlihat lagi di pintu masuk.
'Pria itu...' batin Laurence sambil menggeleng geleng kan kepalanya
__________________________________
"Tumben lo ga sama Ratu dombrett?" gumam Indri sambil ngemil makanan snack potato
"Bukan urusan lo nenek lampir!" ucap Oktavia meninggalkan kelasnya.
Mungkin emang pada dasarnya hari ini hari yang menyebalkan bagi seorang Oktavia, Oktavia di kantin bertemu dengan Sanca
'Aduh... kenapa si ga nenek lampir ga makhluk astral selalu aja muncul di kehidupan gue, salah apa gue di masa lalu sampai gue sangat sial hari ini bertemu dua cecunguk itu' batin Oktavia dengan acuh dan kembali lagi memainkan ponselnya
"Hai" ucap Sanca
Acuh tak acuh, Oktavia tidak menjawab pertanyaan Sanca.
"Hai" ucap Sanca sekali lagi
Dan...
untuk yang kedua kalinya, Oktavia tetap saja mengacuhkan sapaan Sanca
"Hai!! Lo budek apa tuli si!!" ucap Sanca menggertakan giginya karena terlalu kesal di acuhkan
'Kalau bukan karena Laurence, gue gak sudi nyapa manusia zombie ini' batin Sanca mengutuk Oktavia
"Apa apaan si lo makhluk astral! gue bisa bisa tuli beneran kalo lo teriak-teriak tepat didepan kuping gue" gumam Oktavia sambil menutup telinganya
"Ya kalo orang sapa itu jawab, bukannya di diemin, gue kan bukan patung berjalan"
"buat apa ngejawab sapaan lo ga penting!" gumam Oktavia lalu pergi lagi dan meninggalkan Sanca sendiri.
.............................................
" yeyyyy akhirnya aku bisa menghirup udara segar juga dengan damai" gumam Laurence
"tapi, seperti ada bagian yang hilang dari hidupku?Siapa ya? Ah, atau mungkin keluarga ku ya"
Setelah sampai ke dalam Apartemen, dan lalu masuk. Satu kesan pertama yang keluar dari mulut Laurence
'Sangat bersih'
Perlahan lahan ia membuka pintu toilet, kamar dan tidak ada satu orang pun disana.
"Aneh" gumam Laurence
Tak memperdulikan itu, Laurence lalu menggoyang goyangkan seluruh tubuhnya karena merasa bebas dari penjara Rumah sakit
"dudududu.. Ah.." Sambil menggoyang kan pinggul nya dan menyanyi memakai sapu
***********
Tanpa sepengetahuan Laurence, didalam pesawat pria itu menyunggingkan senyumnya sedikit.Ya, sedikit cuma secuil, karena melihat kelakuan Laurence yang terlihat di Cctv-nya .
siapa lagi kalau bukan Aldebaron?
"Humm.. wanita ini memang sangat aneh" gumam Aldebaron pelan tak sadar ucapannya ternyata didengar oleh Jack
"Ada apa Tuan?, saya tidak aneh ko saya diam saja dari tadi" ucap Jack lalu mengerutkan keningnya
"Hah?" Aldebaron terbengong bengong karena tidak menyadari gumamnya barusan.
"Itu Tuan tadi menyebutkan saya aneh, padahal saya dari tadi diam saja Tuan, apanya yang aneh?"
satu detik
"Mati lah saja kau Jack" ucap Aldebaron tanpa tahu malunya
'Dasar Tuan muda aneh,seperti Petruk saja' batin Jack sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal
Hening tak ada lagi percakapan setelah nya, selama ada di pesawat.
Aldebaron tersenyum senyum sendiri melihat Vidio cctv yang ada dirumah nya, melihat kelakuan Laurence. Tanpa sadar, saat pertama kali dia melihat kelakuan Laurence dia pertama kali jatuh cinta lagi pada seorang
Laurence Angelina
hanya itu sekarang yang selalu ada di bayangan Tuan Muda Aldebaron.
bersambung...
Nantikan lagi besok tetap baca disini,
Jangan Lupa like nya ya para Readers yang cantik dan ganteng dan baik hati, Like mu semangat ku😉