Our Love Is Different

Our Love Is Different
sadar



Waktu bergulir begitu cepat, Namun Aldebaron tetap setia menemani kekasihnya hingga Laurence membuka matanya.


Terus melafadzkan apa yang sudah ia bisa dalam ayat suci Al-Quran. Sampai ia tertidur karena lelah. Urusan kantor, Aldebaron selalu bisa menyempatkan waktunya untuk bekerja dan juga menjaga sang kekasihnya.


Kini pria itu terlelap terlihat lelah, namun dengan kesabaran nya menunggu daripada berpaling, lihatlah doa yang selama ini ia pinta telah dikabulkan.


Tangan wanita yang tengah terbaring lemah itu bergerak, perlahan lahan ia membuka matanya dan melihat ke arah sekeliling, belum menyadari bahwa ada pria yang tengah lelah tertidur menjaga nya.


Sedetik kemudian, wanita itu melihat ke arah bawah dan terlihat seorang pria tengah memejamkan matanya menggenggam tangannya.


'Kau masih disini rupanya?' batinnya kemudian wanita itu mengulum senyum tipisnya karena sang pria nya selalu setia menemani nya saat sedih maupun senang.


Wanita itu mengusap pelan pucuk kepala pria itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Merasa ada yang menyentuh dan meraba tubuhnya, pria yang berwajah tegas itu kemudian sedikit terusik tidurnya.


Ia membuka matanya dan terkejut sekaligus terharu dan tidak percaya karena sosok itu tengah tersenyum ke arahnya.


Aldebaron menepuk nepuk pelan wajahnya agar ia terbangun dari mimpi ataukah ini sebenarnya nyata, pikirnya.


Alis Laurence mengerut, ia semakin bingung dengan tingkah Aldebaron.


“Kak Disson, kau kenapa?” tanya Laurence lirih dan terlihat penasaran.


“Ini benar benar nyata baby?Apa aku sedang tidak bermimpi?” tanya nya menatap ke arah Laurence dan mencubit kembali pipinya hingga meringis sendiri.


“Aww!” ringis nya merasa perih akibat dirinya sendiri.


“Ishh!Kau ini kenapa kak!” celoteh Laurence yang terlihat semakin bingung.


“Apa kau sudah sadar beneran baby, ini bukan mimpi kan?” tanya Aldebaron sekali lagi memastikan dengan penglihatan nya dengan benar benar. Kemudian menangkup wajah Laurence dengan kedua telapak tangannya.


Wanita itu hanya menganggukkan wajahnya dan melebarkan senyumnya kearah kekasihnya.


“Masya Allah baby, terima kasih karena kau sudah sadar dan kuat. Maaf, maafkan aku yang selalu ceroboh menjaga mu hingga kau seperti ini.” Gumam Aldebaron dengan wajah serius nya dan terlihat sedikit bersalah.


“Gak, ini semua musibah. Lagian aku juga bentar lagi sembuh kok, gak semuanya kan aku harus minta pengawasan kak Disson” Sahut Laurence dengan melebarkan senyum tulusnya.


Pria itu mengulum senyumnya lebar, ia tidak menyangka Laurence nya semakin kesini terlihat semakin lebih dewasa.


Lengan Aldebaron mendarat diatas pucuk kepala Laurence dan mengusap lembut kepala rambutnya.


“Tentu saja. Kan aku juga sudah Badag kak,lihat meskipun badanku kaya rempeyek, tapi isinya segede badon. Dan tentu saja otakku bertambah dewasa sedikit sedikit hehe” Sahut Laurence dengan membanggakan dirinya.


Dari arah sudut pintu tengah terbuka, dan terlihat wanita paruh baya itu langsung menghampiri Laurence dan menghamburkan pelukannya.


“Mommy?” seru Laurence yang masih lirih.


Aldebaron mengerutkan keningnya, apa memang Laurence sudah mengetahui bahwa wanita ini ibu kandungnya, pikirnya. Namun Aldebaron justru heran mengapa Laurence memanggil Mommy terhadap Laura karena memang kekasihnya itu baru saja membuka matanya.


“Mommy??” tanya Aldebaron heran.


Hingga dua wanita yang berbeda usia itu langsung menengok ke arah orang yang bersuara itu, tentu saja kepada Aldebaron.


“Kenapa memangnya kak?” tanya Laurence yang tengah bingung.


“Ya, kenapa kau memanggil dia Mommy?” tanya Aldebaron yang sudah terlalu penasaran.


“Tentu saja aku sudah menganggapnya Mommy ku. Benar ya Mom?” tanya Laurence yang melihat kearah Laura untuk meminta persetujuan nya.


Wanita paruh baya itu terlihat sendu, ia ingin membahas masalah perihal apa yang dipendamnya untuk memastikan sendiri dan mencari bukti itu sendiri.


Namun terlihat dari raut wajah Laura, ia khawatir jika ditengah tengah Laurence baru saja membuka matanya, ia mengacaukan semuanya.Laura tidak ingin Laurence drop, ya seperti itu.


“Ya, Mommy memang sudah menganggap mu anak Mommy sendiri. Semenjak pertemuan pertama kita sayang, ” Sahut Laura dengan lembut dan mengusap lembut lengan Laurence.


Aldebaron hanya menganggukkan kepalanya, tidak ingin ambil pusing karena memang Laura buka wanita bahaya, dan terlihat seperti menyayangi kekasihnya dengan tulus.


_______🕳️🕳️🕳️_____________


“Stop! Kau jangan berdekatan dengan ku!Tetap diposisi mu” seru Jack dengan tegas.


Karena Rose selalu menggoda nya, dan membuatnya kesal. Memang ia mencintai Rose, namun ia belum siap membuka keperjakaan nya meskipun saat ini pisang nya sedang mode on.


Wanita yang bernama Rose itu justru semakin lihai untuk lebih menggoda Jack bukannya takut. Wanita itu terlihat tersenyum penuh arti, yang membuat Jack bergidik ngeri.


“Aku sudah siap, ayo” seru Rose dengan suara yang dibuat buatnya dan terlihat agresif membuat Jack merinding sendiri.


bersambung...


JANGAN LUPA LIKE NYA DAN COMMENT YA ✨