
' Sombong sekali bos ku ha, kalau aku tidak butuh pekerjaan ini pasti sudah ku hajar dia'
batinnya seraya menghela nafas kasarnya
Memang, selain Casanova Sanca juga pria yang angkuh dan arogan, ia tidak segan segan pada orang yang mengusiknya.
Indra melangkahkan kaki untuk kembali pulang, karena hari sudah sangat larut. Ia memang sekarang sekarang ini jarang melihat kecerewetan Laurence.
Pagi pagi sekali ia berangkat, namun terkadang lembur.Membuatnya kembali tidak melihat dan bercengkrama dengan sang adik. Ya, semua ini ia lakukan demi untuk membiayai Laurence yang sangat disayangi nya.
Dan benar saja, Laurence sedang berbaring tidur pulas di ranjang empuknya. Indra mencoba memasuki kamar sang Adik.
Ia mengecup sedikit pucuk kepalanya dan membelai rambut Laurence dengan penuh sayang, lalu ia pun langsung beristirahat untuk tidur.
___________________
" Ini kenapa laporan keuangan satu bulan yang lalu rugi sebanyak itu!" teriaknya pada sang sekretaris dan membanting berkas itu.
Hari ini, setelah usai pulang dari kampusnya. Sanca langsung ke kantornya untuk mengecek lagi dan mencari cari kesalahan kepala Divisi Keuangan yang kemarin mengusiknya.
" Maaf Tuan, memang seperti itu. Satu bulan yang lalu, uangnya dipakai oleh Nyonya untuk alasan kepentingan pribadi"
" Tapi disini tidak tertulis cek nya. Saya tidak suka pada orang yang berbelit dan tidak ada bukti. Cepat panggilkan orang yang memeriksa nya!" bentaknya tajam
"Ba..baik Tuan, saya permisi"gumamnya dan menundukkan kepalanya
Saat sekretaris sang bos itu, keluar memanggil Indra. Karena Indra lah bagian tugasnya untuk memeriksa laporan keuangan.
" Indra, kamu dipanggil Tuan ke ruangannya" ucapnya singkat
" Ada Masalah apa?" tanyanya karena merasa dia tidak melakukan kesalahan. Semalam ia sudah beberapa kali memeriksa berkasnya. Tidak sama sekali melakukan kesalahan
" Cepat saja. Tuan sudah marah besar padamu" seru nya
dan Indra, dengan cepat menaiki lift untuk ke ruangan sang Direktur.
Ting..
Lift sudah terbuka, dan kini ia akan melangkahkan kakinya menuju ruangan Sanca.
tok tok tok
" Permisi" gumam Indra
“ Masuk” ucapnya dari dalam dengan singkat.
" Permisi Tuan, ada apa anda memanggil saya? apakah saya melakukan kesalahan?" tanyanya
Sanca dengan wajah murka nya membanting berkas itu di hadapan Indra
“ Baca laporan keuangan, kenapa banyak sekali yang rugi! ” Bentaknya dengan meninggikan suaranya
" Maaf Tuan, saya rasa saya sudah melakukan tugas saya dengan benar, dan jika ada kesalahan perihal kerugian? bukankah Nona Monica sudah membicarakan nya pada Anda?" Belanya pada diri sendiri
" Kamu sudah salah mengelak! kalau memang tidak rugi, kenapa tidak ada cek dan catatan kalau Ibu ku mengambil uang untuk kepentingan pribadi nya! jawab!" bentaknya lagi dan mencengkeram kerah baju Indra
" Anda bisa tanyakan pada Ibu anda Tuan, jika tidak percaya." elaknya lagi dan mendorong sang bosnya.
" Kamu lancang lagi pada saya dan mendorong saya. Mau saya pecat kamu!" bentaknya
" Memang Anda yang duluan mencengkeram kerah saya. Apa salah nya saya membela diri walaupun anda bos saya!" gumam nya tak kalah tajam
" Memang kamu sudah diluar batas ya. Hari ini kamu dikeluarkan oleh perusahaan secara tidak hormat " bentaknya lantang
" Dan tidak diberikan uang kompensasi, meskipun kamu sudah lama bekerja di perusahaan " gumam nya
“ Hanya dengan melakukan kesalahan untuk membela diri saja langsung dipecat ckck. Lihat saja Tuan Anda akan menyesal memecat saya” ucapnya dengan tajam dan sedikit mengancam
Indra pun keluar, dan ia sangat bingung karena dirinya mungkin tidak bisa membiayai Laurence. Pupus sudah harapan nya untuk menyekolahkan adiknya menjadi seorang Dokter. Namun, ia tidak putus asa. Akan mencari lowongan pekerjaan lagi untuk membiayai sang adik kesayangannya.
Belum berputus asa, ia lalu mencari cari lowongan pekerjaan. Namun hasilnya nihil, semua tidak bisa menerimanya karena lowongan sudah penuh.
Dengan putus asa dan terpaksa, ia langsung pulang ke kediaman nya. Dan membahas nya pada Laurence agar Laurence mengerti.
"Assalamualaikum" gumamnya dan melangkahkan kaki nya
" Waalaikum salam bang, ko tumben Abang pulang cepat hari ini" seru Laurence mencium telapak tangan Abangnya, dan kemudian menanyakannya
Indra tersenyum kecut, ia bingung harus bicara apa pada Laurence. Karena memang ia tidak ingin sang Adik bersedih. Karena atasannya memecatnya. Mau buka usaha pun, ia tidak mempunyai modal yang banyak.
" Ehm.. Adek.. Abang memang pulang cepat dari perusahaan bukan sepenuhnya disuruh oleh atasan agar pulang cepat. Tapi Abang sudah dipecat" gumamnya dan menyibak rambut yang mengurai Laurence
" Abang tenang aja, jangan putus asa gitu. Ayo dong Laurence ga akan sedih ko. Apa Abang mau Laurence pintain sama Aldebaron untuk dicarikan lowongan pekerjaan?" tanyanya tiba tiba teringat dengan sang kekasih.
“ Memangnya Aldebaron punya perusahaan?”
gumamnya kembali menanyakan ucapan Laurence barusan
“ Punya Abang, Abang tenang saja, nanti Laurence akan tanyakan pada Aldebaron. Ayolah Abang jangan merenggut kan wajah gitu terlihat seperti kucing yang tidak diberi makan ikan” seru Laurence mencoba mencandai kakaknya.
“ Yasudah, boleh deh dan salamkan permintaan maaf Abang juga, pada Aldebaron karena selama ini sudah bersikap tidak baik sama dia”
“ Oke” seru nya dan membentuk huruf O. Dan kembali memeluk sang kakak.
____________
tenonet tenonet....
“ Hallo kakak sayang, apa kamu hari ini ada waktu senggang sebentar?” tanya nya di balik telfon
Siapa lagi kalau bukan menelfon Aldebaron wkwk
“ Iya baby. Jangankan sebentar sebulan atau bahkan selamanya juga aku sanggup” gumamnya dibalik telfon
“ Oke. Kita ketemu di caffe xxx jam sembilan”
seru Laurence
“ Oke baby. Cium jauh dong sebelum tutup telfon nya” ucap Aldebaron dibalik telfon nya
Laurence tersenyum. Muka nya memerah seperti tomat. Ia sangat malu sekali
“ Apa apaan si kamu ah. Yaudah aku tutup telfon nya ya, bye” seru nya dan tersenyum senyum sendiri
Sedangkan di kantor, Aldebaron pun tersenyum senang. Karena telah berhasil mengerjai sang pujaan hati nya. Ia sungguh tidak sabar untuk bertemu dengan Laurence
“ Aku sungguh tidak sabar. Biasanya aku yang selalu duluan menemui nya. Ada apa ya apa telah terjadi sesuatu dengan nya?” gumam Aldebaron berbicara pada diri sendiri.
*******
Sudah tiba pukul sembilan, Laurence berangkat menuju caffe untuk menemui Aldebaron, selain ingin menanyakan perihal pekerjaan pada Aldebaron, Laurence juga ingin memberi suprise pada Aldebaron entah apa isi kotak yang dibawa oleh Laurence.
Ia menunggu Aldebaron datang, namun tidak juga terlihat. Tidak disangka, ternyata seseorang dari belakang memeluk nya dan menutup matanya
“ Tebak siapa aku” gumam Aldebaron
“ Sayang, ko kamu jadi bego sih! Ya jelas lah aku tau siapa yang memeluk ku. Orang harumnya aja sudah tercium dan suaranya aja seperti suara banteng mau menyeruduk” seru Laurence dan kembali membalikkan badannya dan memeluk Aldebaron.
Jangan Lupa like and comment nya ya teman teman. Like mu semangat ku🤗
bersambung....