
~***Happy Reading***~
Seperti yang dijanjikan Jack, hari ini adalah hari dimana ia melangsungkan pernikahan dengan Rose.
Dan Aldebaron kini yang merenggut kesal menyalami kedua pengantin itu karena setelah nya ini ia akan rugi bandar dan sepertinya tidak rela Jack yang menikah lebih dulu daripada nya.
Melihat Tuannya dengan wajah yang masam dan tanpa ekspresi, ia seolah sudah menebak bahwa Tuannya tengah kesal terhadap nya. Karena ia sudah kenal seluk beluk Tuannya.Bukannya takut, Jack malah meledek dengan senyuman anehnya.
“Kenapa Tuan?Anda sedang tidak salah makan kan?Atau kebelet kawin?” tanya nya dengan tersenyum sinis.
Aldebaron yang diledek seperti itu hanya menatap tajam Jack dan berkata dengan pedas.
“Aku tidak perlu kebelet kawin, karena aku tidak perlu kebelet karena melihat pernikahan konyol mu tanpa cinta,” Sahut Aldebaron dengan sinis.
“Wah, cinta bisa datang setelah menikah. Daripada kau sudah bertahun tahun masih belum halal” balasnya tak kalah tajam dan pedas dengan tersenyum kemenangan.
Aldebaron yang memang mengingat fakta, ia tersenyum kecut dan tidak bisa berkata apa apa.Ia hanya menepuk pelan bahu sahabatnya itu dan mendoakan semoga pernikahan Asisten yang sudah ia anggap sebagai sahabat nya itu agar pernikahan nya sakinnah mawaddah warrahmah.
Begitupun dengan Laurence, sebelumnya ia tengah membantu persiapan pernikahan sahabat masa kecilnya itu dan orang yang paling riweh dalam mengatur semua rencana nya.
“Petot petot ciss, semoga kau bahagia ya dengan suami dingin mu itu. Yang sabar, kau pasti bisa mendapatkan hati seorang Jack Anderson.” Gumam Laurence sedih menatap sahabatnya yang sudah tidak melajang lagi.
“Iyupp tiatt tiatt bumm, aku pastikan aku akan bahagia dengan si tuan dingin itu.” Seru nya dengan mengedipkan matanya sebelah ke arah sahabatnya.
“Kau segera lah menyusul agar kita hamil bersama dan menjadi bumil yang sangat sangat cute, ” Lanjut Rose kembali cerewet. Kini ia tengah berubah menjadi Mak Mak rempong yang hendak menasihati seorang anak agar ingin segera menimang cucu.
Laurence tersenyum kecut, ia sendiri tidak bisa memprediksi kapan ia dan Aldebaron akan melanjutkan ke jenjang pernikahan yang lebih serius. Karena kesulitan mendapat Restu dari Mommy yang melahirkan Aldebaron.
Menyadari perubahan raut wajah sahabatnya yang tersenyum sakit, ia kemudian mengelus lembut punggung sahabatnya.
“Aku yakin kau pasti kuat dan tangguh untuk mendapati restu kalian. Kau masih Laurence yang tidak gentar dengan sesuatu. Pertahankan itu.” Ujar nya dengan menyemangati.
“Ya thanks ya petot petot ciss, aku yakin dengan tujuanku dan akan tetap berkeyakinan untuk mendapatkan restu orang tua Aldebaron,” Sahut Laurence dengan tersenyum tulus.
Hari hari berlalu, bulan berganti bulan, setelah pernikahan itu kini mereka menjalani aktivitas biasa dan terdengar bahwa istri dari Jack hamil. Dan hubungan Laurence dan Aldebaron masih jalan ditempat.
Mereka hanya terus berusaha dan berdoa meyakinkan Mommy nya untuk merestui keduanya. Beberapa banyak alasan yang dikemukakan Mommy Aldebaron. Inilah, itulah, bahkan sang Dady hanya menatap istrinya dengan kesal dan marah.
Saat hendak berjalan menyebrang menuju Salon, wanita paruh baya itu bermain handphone nya dan tanpa melihat mobil yang sudah sangat dekat akan menabrak wanita tua itu yang ceroboh.
Namun dengan gerakan gesit seorang wanita muda, wanita paruh baya itu hanya tercelup wajahnya ke dalam got kotor yang berisi tai kuda dan mbe. Wanita paruh baya itu dengan cemas dan takut memegang detak jantungnya karena syok.
Bahkan ia yang biasanya jijik tidak memperdulikan tai kuda dan doma yang sudah mendarat di wajah cantiknya yang masih terlihat awet muda.
“Kenapa bisa tadi aku yang akan tertabrak bisa ada disini?Siapakah yang menyelamatkanku” batinnya bertanya tanya. Hingga ia melihat seseorang yang tengah dikerumuni banyak orang.
Tanpa banyak cincong, ia melihat siapa orang yang pasti sudah menyelamatkan nyawanya tersebut. Ia kemudian dengan panik menyuruh orang orang agar segera membawa wanita itu ke rumah sakit.
Karena memang wanita itu membelakangi tubuhnya dan hanya terlihat perawakan nya saja dari belakang sepertinya dirinya mengenalinya.
“Siapapun dia, aku akan membalas baik perbuatannya yang sudah ingin mengorbankan nyawanya untukku” batinnya merasa cemas dengan menunggui wanita tersebut yang dibawa masuk oleh tim medis.
***.
Melihat pintu itu terbuka, sang Dokter keluar dan langsung diserang banyak pertanyaan oleh Ha Neul.
“Bagaimana Dokter?Bagaimana keadaannya?” tanya nya dengan cemas dan khawatir.
“Keadaannya sungguh ajaib Bu, dia bahkan hanya terbentur perutnya saja yang sepertinya masih kosong karena ia juga bersamaan dengan serangan penyakit maag. Pasti ia belum makan sebelum terjadi kecelakaan”
Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya, ia kemudian terkejut setelah melihat pasien yang terbaring lemah yang membantunya.
bersambung...
Jangan lupa like dan comment ya 🌹