Our Love Is Different

Our Love Is Different
Merindukan gadis kecil



Seperti biasa, aktivitas dalam kampus terjadi dengan semestinya.Para mahasiswa dan mahasiswi saling ngejar mengejar nilai terbaik mereka. Dan hingga saat inilah Laurence belum ditemukan. Pencarian yang dilakukan Aditya, hanya menemukan sedikit titik terang. Ya, Aditya tahu menahu soal kecelakaan seorang mahasiswi yang menyebrang jalan sembarangan.


Tapi itu juga belum tentu dipastikan siapa yang mengalami kecelakaan tersebut. Karena, ada seseorang yang berkuasa yang menyembunyikan kecelakaan tersebut, hingga seolah olah tidak ada kejadian kecelakaan 1 bulan yang lalu.


Kalau orang biasa, pasti ada jejaknya. Bukan seperti sekarang ini, jejak nya sangat sulit ditemukan dan apa yang ditutupi nya sangat rapi sekali hingga tidak ada yang menyangka kejadian tersebut.


'Entah orang yang mengalami kecelakaan itu mati atau tidak' pikirnya


....................


Hari ini, hari dimana Aldebaron meninggalkan kota Coventry, London. Dan akan segera terbang menuju Indonesia. Ya, ia selalu teringat dan terbayang saat gadis kecil itu terus mengomel padanya dan melihat kelakuannya sangat aneh.


'Benar benar! Apa aku sudah gila!' batin Aldebaron sembari mengacak acak rambutnya


" Tuan Anda kenapa?" Penasaran Jack


" Sudah ku bilang, jangan terlalu formal saat kita sedang berdua seperti ini!" gumam Aldebaron sedikit meninggikan suaranya


" Aku hanya khawatir padamu Son,.."


" Aku tidak apa apa. Hanya saja, kepikiran gadis kecil itu" ucap Aldebaron tajam. Pandangan matanya lurus.


" Sabar lah Son, sebentar lagi kita akan segera sampai di Bandara"


"Kau tahu Jack. Setelah kepergian Eloise, saat aku gagal menyelamatkan dia di hutan, Sejak saat itu hatiku tertutup. Dan bertemu wanita ****** yang hanya memanfaatkan tubuhnya. . Itu pun terpaksa menerima dia karena mommy selalu memaksa untuk dekat dengannya." gumam Aldebaron panjang lebar dengan muka datarnya.


" Aku faham Son, kau harus melupakan kekasihmu itu. Dia ga akan bahagia kalo kamu terus terus menutup hatimu. Bukalah sedikit hatimu Son, untuk wanita. Kau sangat cocok dengan gadis kecil yang cerewet itu"


"Yayaya, sejak meninggalkan nya sendirian, Aku terus saja dihantui bayangan gadis kecil itu. Dan, sedikit sedikit bisa melupakan Eloise. Tapi, aku tidak tahu apakah aku memiliki perasaan dengannya atau tidak."


"Yakin lah Son, gadis itu gadis yang tepat, dia sangat cocok denganmu" ucap Jack dengan senyuman tulusnya dan menepuk pelan bahu Aldebaron.


******


Aldebaron dan Jack pun memutuskan bicaranya.Dan melangkahkan kakinya untuk segera pulang ke Apartemen.


Saat melangkahkan kakinya masuk apartemen, Aldebaron melihat Laurence sedang tertidur pulas di sofa. Aldebaron sedikit menyunggingkan senyuman tipisnya


'Ternyata cantik kalau sudah tidur begini tidak rusuh'batin Aldebaron


Aldebaron membersihkan badannya. Setengah jam kemudian, melihat ke balkon sudah tidak ada Laurence yang tertidur di sofa tadi. Ia melihat ke kanan kiri, semakin melanjutkan langkah kakinya untuk mencari Laurence.


"Tidak ada " gumam Aldebaron pelan


Dan dari arah belakang, seseorang....


"Darrrrrrr"teriak Laurence tepat di telinga Aldebaron kencang mengagetkannya.


Laurence tertawa dan terus tertawa, hingga tak sadar pria itu memelototi nya


" Kau!!" gumam Aldebaron dengan wajah kesalnya


" Iya Om kayu, ini aku kenapa emangnya mau marah ha?" seru Laurence berkacak pinggang nya seperti emak emak rempong yang memarahi anaknya.


Laurence mengikutinya dibelakang, dan mentoel toel lengan Aldebaron dengan tangannya.


" Apaan si kamu Laurence! jangan bikin saya naik darah terus setiap ketemu kamu!" ucap Aldebaron lantang


" Om, dengerin dong, aku pengen nanya sama om?"


" Mau nanya apa?" penasaran Aldebaron dengan menaikan sedikit alisnya


" emm.. Laurence kan sudah sembuh nih,.. kata Om kayu kalo Laurence udah sembuh mau dikembalikan sama orang tua Laurence" seru Laurence dengan pup eyes nya menoel Noel dada bidang Aldebaron dengan jari jarinya.


' Huh dasar kuncrit! gatau aja birahi lelaki kalau sudah disentuh sentuh begitu! untung saja aku tidak menerkam dia' batin Aldebaron sambil menghela nafasnya


" Kamu sudah sembuh benar, selama saya tinggal ke LN?"


"Iya iya om. Aku sudah sembuh benar, liat nih tangannya udh bisa di gerak gerakkan" seru Laurence dengan menggerak gerakan satu lengan kanannya.


Haha Laurence sudah seperti Mr. Limbad aja wkwk


"Ya sudah, nanti saya coba cari alamat kakak kamu" gumam Aldebaron dingin


Lalu Aldebaron berbalik, dan melanjutkan langkah kakinya.


Belum sampai situ, Laurence kemudian memanggil Aldebaron lagi


"Em.. om?" seru Laurence teriak teriak


Seketika, Aldebaron berbalik lagi..


" Apa lagi!!" dengan wajah kesalnya


"Saya sibuk kamu kalau ngomong itu dari tadi sekalian jangan setengah setengah!" ucap Aldebaron lagi sedikit meninggikan suaranya.


"Maaf om. Laurence kan gatau kalo om sibuk. Aku cuma mau minta izin om mau keluar sebentar jalan jalan" seru Laurence dengan melebarkan senyumnya


"boleh ya om.. plisss..." seru Laurence lagi melangkahkan sedikit kakinya lagi untuk bisa menggapai lengan Aldebaron dan meraihnya.


"Om ,om! emang saya om om perut buncit kepala botak!" gumam Aldebaron


" Boleh..."


Mata Laurence berbinar binar mendengarnya.Tapi, tak lama setelahnya


"Asalkan pergi sama saya" gumam Aldebaron melanjutkan kata katanya


Dengan ekspresi cemberut, Laurence pergi membersihkan badannya dan menghentak hentakkan kakinya ke lantai saking kesalnya.


Pria itu sedikit menyunggingkan senyumnya melihat kelakuan Laurence yang seperti bocah TK. Aldebaron menggeleng gelengkan kepalanya.


Bersambung....