Our Love Is Different

Our Love Is Different
Realita tak sesuai dengan Ekspektasi'



"Bagus dong" singkatnya


" iya, dulu saat aku kecelakaan pun, aku mengingat nya sangat sakit sekali kalau setiap aku mengingatnya" gumam Laurence menatap lurus ke depan


" Hmm...." dengan nada dinginnya


Aldebaron tidak ingin menjawab hal yang sangat menyakitkan bagi Laurence. Jadi ia berusaha enggan merespon nya. Meskipun dari luarnya terlihat dingin, ternyata jauh di lubuk hati Aldebaron sekarang sangat menyukai Laurence.


Blom sayang ya readers wkwk


Tepat setelah mengheningkan cipta itu, tak terasa mobil sampai memasuki Restoran ternama di kota J.Mereka memasuki Restoran tersebut. Tak disangka sangka, Laurence terkagum kagum dengan keadaan restoran nya. Waw, semuanya ternyata sudah disiapkan oleh Aldebaron. Tidak ada seorang pengunjung satu pun yang menghiasi resto tersebut.


Laurence ternganga kagum dibuatnya. Haha, Aldebaron dingin dingin juga ternyata sisi dalamnya romantis ya.


"Awas ilermu jatuh" ejek Aldebaron


" Waw, amazing om ini sangat sangat cantik"


" Tapi, ada yang ganjal, kenapa disini tidak ada seorang pengunjung satu pun?"


Aldebaron tercengang kaget, ini orang bodoh apa bego si. Pikirnya


Laurence menggoyang goyangkan tubuh Aldebaron karena ia butuh jawaban


" Hah.. sudah rencana acara ini. Kamu sudah hancurkan harapan saya" gumamnya menghela nafas kasarnya


"Rencana apa om?" seru nya sembari menaikkan sebelah alisnya


"ahaa,.. aku tau? om pasti mau ngelamar orang kan terus bawa aku buat jadi pakar penglihatan apakah bagus atau tidak"


Masih tidak bergeming, Aldebaron menatap Laurence tajam.


" Atau? om mau kasih hadiah sama Asisten Jack, karena dia selalu berada didekat om" tebaknya lagi


'Apakah ini semua kejutan untuk ku'


atau...


'Kamu romantis banget sayang'


Pikirnya. Membayangkan itu Laurence dan alunan musik berjalan, mereka berdansa. 'Hah, ternyata Realita tak sesuai dengan ekspektasi' batinnya. Karena enggan menjawab pertanyaan yang tak bermutu nya.


Rencana yang seharusnya ia nyatakan perasaan cintanya pada Laurence, dan menikmati malam indah yang romantis, ternyata tidak sesuai dengan angan angannya.


"Om.. om.. dari tadi diem aja ga ngejawab pertanyaan aku. Mau aku blackshot ya, ngeselin banget si!" seru nya menggoyang goyangkan kembali tubuh pria yang kekar itu.


Sembari melipatkan tangannya diatas perut dan mengerucutkan bibirnya.


'Sangat manis sekali kalau kamu seperti ini. Tetap seperti ini sayang' batinnya. Tidak sesuai perkataan batinnya,


" Apa kamu gaada perkataan lain apa, selain pembicaraan yang ga bermutu" ujarnya dengan wajah dinginnya


"Om dasar udah tua gak peka. Untung ga botak, kalo botak dan buncit aku sundul kepalanya pake bola"


Aldebaron melototkan matanya, nyali Laurence menjadi ciut dan kembali mengucapkan kata kata yang membuat Aldebaron meleleh dan tersipu malu, seperti tomat Bombay.


"Untung om yang bukan baik, perhatian, ganteng ,masih muda , ga botak , sampai kalau om senyum pun.. senyuman om manis banget kaya boneka india kalau senyum"


Aldebaron memalingkan wajahnya, karena terasa malu dipuji dan digombalin oleh seorang gadis kecil. Sampai sampai mukanya memerah dan tidak memperlihatkannya pada Laurence. Tapi, saat saat kalimat terakhir, Aldebaron kembali melihatkan wajah dinginnya.


" Kamu ejek saya atau muji saya" ucapnya dengan wajah datarnya


" Hehe ga dua duanya ko om, aku cuma jujur doang ko ga ada niatan lain. Apalagi niatan menjauh dari om" gombalnya, membuat si empu nya kembali tersipu malu karena terus terusan di gombalin gadis kecil dengan kata kata recehnya...


bersambung...