
Indonesia.
“Hari ini kau ikutlah denganku ke Restaurant Cake food. Disana kau akan membantuku dan jangan membuat ulah!” tegas Jack menatap Roseline.
Dengan singkat, Roseline menjawab.
“Ya Pak, ” singkat nya.
' Aduh meleleh itu tampan nya, apalagi kalau dia senyum ya, bikin jantung jantung gue mau copot' batinnya tidak munafik mengagumi ketampanan seorang Asisten yang kadar ketampanan nya dibawah sedikit Aldebaron.
“Kau kenapa masih disini?” tanya Jack dengan dingin dan datar.
“Mau melihat wajah tampanmu, upss maksud saya, saya akan keluar.” Gumamnya kikuk karena asal nyeplos.
“Apa kau bilang?!” gumam Jack menatap tajam Roseline.
“Tidak Pak, ” Roseline langsung terburu buru keluar melangkahkan kaki nya agar tidak mendapatkan amukan ataupun tatapan tajam dari bosnya.
“Gitu doang aja takut, dasar penakut!” batinnya tersenyum licik.
_________☁️☁️☁️_______________
Restaurant cake food.
“Ini sudah diluar jam meeting pak, apa sebaiknya kita ke kantor lagi saja?” tanya nya menatap sekilas wajah Jack.
“Kau tidak perlu mengatur bosmu!” tegas nya menatap tajam wanita yang ada di hadapannya.
“Ck, udh nunggu lebih dari satu jam dasar bos lucknut!” gumam nya pelan berdecak tapi masih terdengar samar di telinga Jack.
“Apa kau bilang?!” bentak nya sedikit tinggi menjadikan nya menjadi pusat perhatian disana.
“Shuttt!Bos kalau mau marahin aku nanti di kantor bukan disini. Lihat lah! Mata mereka meronta ronta ingin keluar melihat bos marah padaku!” seru Roseline dengan menelusup kan telunjuk nya diatas mulut Jack dan menatap tajam pada bos nya itu.
“Awas kau! Wajahku kotor disentuh oleh mu!” gumam nya datar dan langsung mengelapkan tissue ke wajahnya, terutama mulutnya.
“Cih, memangnya aku kotoran najis apa!” seru nya berdecak kesal.
“Ya, bukan aku yang berkata seperti itu” singkat nya lalu mengangkat badannya untuk pergi dari Restauran tersebut.
“Sial!Dasar bos gila, sombong, dingin, datar, bodoh!” umpat nya kesal karena bos nya yang dingin itu tiba tiba meninggalkannya tanpa mengucap satu kata pun.
“Pak tunggu! Bapak hobi nya main tinggal aja, gimana coba istrinya mungkin sering di tinggal!” umpat nya kesal menghampiri Jack dengan berani mengumpat dihadapan si empunya.
Tidak memperdulikan ocehan wanita itu, Jack langsung mendudukkan pantat nya diatas mobil.
“Cepat kau mau bareng atau tidak!” sentak Jack membuat Ros langsung naik dengan melompat.
“Dasar kodok!” umpatnya singkat.
“Tidak!Aw mana kodok nya pak, mana mana” teriak nya dengan ketakutan dan bersembunyi di jas mahal Jack membuat seorang Jack Anderson menahan tawanya.
Kemudian satu detik Ros menabrak dagu Jack dengan tidak sengaja, membuat jantung mereka berdetak kencang, dan tatapan mata mereka bertemu.
'Bos ku memang tampan, Lihatlah. Hidungnya yang mancung disempurnakan oleh mata biru bening dan Alis tebal membuat siapapun terpesona termasuk aku' batinnya menatap meleleh sosok Jack.
“Usap air liurmu itu!” tegas Jack melepaskan Ros tanpa melihatnya.
“Aku tahu aku tampan!” Ucap nya datar tanpa ekspresi dengan membanggakan dirinya.
“Aku tarik ucapanku yang tadi! Bosku memang sombong dan dingin, membuatku sebal saja!” batinnya mengumpat pria yang ada di hadapannya.
“Pak, jam pulang sudah tiba. Aku turun disini saja” gumam Ros santai.
“Apa aku sudah menyuruh mu pulang?” tanya Jack datar tanpa melihat ke arah Ros.
“Be..belum Pak” seru nya tergagap.
“Yasudah, diam jangan banyak protes. ” Gumamnya masih dengan wajah butut nya yang dingin itu.
Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu sekitar dua puluh menit, pria dan wanita yang tadinya mengheningkan cipta itu kembali membuka suara.
“Ros, apa kau sudah mempunyai pacar?” tanya Jack penasaran dari benak nya terlalu penasaran hingga lolos lah pertanyaan itu dari mulutnya, tanpa melihat ke arah Ros.
Krik Rik krik Rik..
“Ros!” gumam Jack dengan sedikit membentak.
Tidak ada sahutan, lalu Jack menoleh ke arah samping.
“Ternyata wanita cerewet ini sedang tidur” batinnya menatap lekat wajah cantik Ros yang menurutnya alami.
Jack menatap dalam wajah Ros, dan menatap bibir mungil yang mungkin terlihat manis jika ia mencoba nya.
Semakin mendekat, Jack semakin mendekat ingin merasakan bibir Ros yang membuat nya ingin mencoba.
“Kau ternyata cantik jika tidak rusuh begini. Cup” Gumam Jack pelan mencium kening dan bibir yang ingin di coba nya sekilas.
“Dasar kebo!Untung tidak bangun” gumam nya pelan karena tidak merasa ada pergerakan dari Ros ketika dia menciumnya.
“Manis, mungkin akan lebih manis jika aku merasakannya lebih.” Gumam Jack menyunggingkan sedikit senyumnya dan meraba pelan bibirnya yang telah menyentuh bibir Ros.
“Merasakan apa Pak?” seru Ros dengan mengucek kedua matanya setengah sadar.
“Merasakan surga dunia, ” Sahut nya santai yang masih menatap lurus.
“Kita sudah sampai belum sih Pak!Ini bukan jalan ke kantor. Apa mungkin bapak mau nyulik saya ya?” tuduhnya menyipit menatap intens pria yang ada di hadapannya.
“Tidak!Aku tidak bernafsu dan menculik mu hanya membuatku susah!” Sahut nya santai.
“Cepat turun! jangan kebanyakan bengong!” teriak Jack dari luar.
bersambung...
Jangan lupa like dan comment ya.✨