
Laurence hari ini bangun terlambat, karena hari liburnya. Belum sempat mengumpulkan nyawanya,
"Mending tiduran aja nyampe siang deh, daripada olahraga males amat" gumamnya sambil menggeliatkan badannya
Tidak ada yang membangunkan, justru sang kakak masih di alam mimpinya, karena semalem ia lembur dan pulang pukul 23.30. Ya, wajarlah kalo bangunnya terlambat. Dan kebetulan, hari ini hari libur jadi fine fine aja lah.
Disisi lain, seorang pria berbadan atletis betubuh tegap, sedang berolahraga gym, di khusus ruangannya. Aldebaron terbiasa melakukan olahraga saat berlibur. Tidak ada rutinitas lain setelahnya, ia memutuskan nekat menemui Laurence karena terlanjur rindu berat
Bremmmm... Bremmm
Aldebaron keluar dari kawasan apartemen nya, dan kemudian menuju rumah Laurence pagi pagi sekali untuk bertemu. Persetan dengan kakaknya, ia bisa membujuknya dengan uang. Pikirnya.
Tin.. Tin...
Suara klakson mobil menggema memasuki rumah sederhana Laurence. Dan Laurence, saat itu sedang membersihkan dirinya yang sudah terbangun dari tidurnya. Ia kemudia mengecek pintu karena merasa ada yang memencet bel berkali kali. Laurence penasaran, siapa yang datang lalu membuka pintunya.
Ceklek
Tentu saj terkejut, karena orang yang selama ini membuatnya ingin selalu menjahilinya, sekarang tepat berada dihadapannya.
" Mau apa om kayu kesini?" tanyanya dengan menyipitkan matanya
"Ehm.."gumam Aldebaron berdehem mencoba agar selalu terlihat cool Dimata Laurence.
" Saya kesini karena bawa ini,.." dan menyodorkan makanan, cemilan, buah buahan dan lainnya.
" Cuma mau mastiin kamu udh dalam keadaan baik, apa Amnesia kamu sudah sembuh?" tanyanya
" Belum om, aku masih sakit sekali kalau mengingat sesuatu" jawabnya
"Eh om, duduk dulu ayo mau aku buatkan minum apa" seru Laurence mendudukkan Aldebaron yang sedang berdiri.
Seperti marhabaan saja wkwk yang sedang menunggu jomet
Aldebaron mendudukkan badannya, memainkan ponselnya karena menunggu Laurence membuatkan susu untuknya. Ya, Aldebaron tidak menyukai coffe karena mengandung banyak kafein nya. Dia senang berolahraga dan selalu menjaga kesehatannya.
Tiba tiba, dari arah dalam terdengar gumaman seseorang, siapa lagi kalau bukan Abang Indra.
" Dek, siapa yang datang" teriaknya
" Tamu bang, yang datang"
" Ya Abang liat aja sendiri"
Sesaat kemudian, lelaki setengah dewasa itu memastikan keluar. Siapa tamu tiba tiba yang datang hari ini. Karena setahunya, teman temannya tidak tahu alamat rumahnya dan orang kantor pun tidak ada jadwal, karena hari ini hari libur.
" Kam..."
Plak plukk swuukkk
menampar pipi Aldebaron tiga kali, Indra seolah merasa tak puas ingin lagi dan lagi.
" stop bang! dia niat baik kesini cuma mau mastiin keadaan aku! harusnya Abang ga kaya gini, harusnya Abang ucapin terima kasih sama dia karena selama ini dia yang membawa dan menjaga ku selama di rumah sakit"
Aldebaron tersenyum kecut,
" Saya tau batasan, jadi anda jangan larang larang Saha bertemu adik anda!" ucap Aldebaron tajam, sisi kepemimpinan nya kaluar.
Siapa yang tak kenal Aldebaron, seorang penguasa raja bisnis yang menguasai benua Eropa dan Asia.Ya, terkecuali Indra. Indra tidak tahu menahu seputar wajah Aldebaron, yang ia tahu hanya namanya. Mustahil kalau itu Aldebaron, sang Raja bisnis asal Inggris.Pikirnya, karena wajahnya agak kekoreaan dikit gitu lah
" Kamu berani ancam saya?punya apa kamu ha? sampai beraninya ancam saya!" gumam Indra tak kalah tajamnya, dan sedikit meninggikan suaranya.
"Anda ga usah tau siapa saya! yang terpenting saya sekarang ingin ajak adik anda keluar"
Gumamnya dengan wajah datarnya, lalu menyeret Laurence masuk ke mobil. Dan mereka melakukan kendaraan nya.
Hening...
Itulah yang dirasakan mereka berdua selagi di dalam mobil. Tidak ada pembicaraan di dalam mobil, mereka diam kalut dengan pikirannya masing masing.
"Ren ,kamu kenapa?"
Disela sela perjalanan mereka, mereka melewatkan jalan yang dulu mereka alami. Jalan melewati kampus Universitas Brawijaya. Dan seketika, Laurence memegang kepalanya yang terasa nyeri sangat berdenyut.
Perlahan, Laurence mengingat semua yang pernah menimpanya, dimulai saat kecil hingga sekarang ini. Ajaib, setelah ia terbentur dari kaca mobil, ia langsung mengingat semua kejadian tersebut
"Aku gapapa om, aku hanya saja sekarang sudah mengingat semuanya." seru nya dengan senyuman manisnya
Ayey, manis wkwk
bersambung....