Our Love Is Different

Our Love Is Different
Masih belum terbuka Hatinya.



Masih dengan ekspresi tercengang, kaget, tidak menyangka dan hati yang berkecamuk Aldebaron seakan tidak sadar bahwa Laurence kini tengah ambruk ke lantai.


Hingga suara mengagetkannya dari perasaan itu.


“Bagaimana dia bisa kabur!” seru salah satu penjahat yang hendak ingin menembaki Aldebaron itu.


Dan terlihat, dari arah pintu masuk Ha Neul melihat semuanya dan membelalakkan matanya lebar.


...'Bagaimana bisa mereka ceroboh dan bodoh! Jika tidak putraku tidak akan selamat!' batinnya merutuki kebodohan anak buahnya karena hendak menembaki putranya....


“Tidak!! Laurence bangun sayang... kau tidak lihat aku ada disini!” gumamnya dengan lirih dan mengguncang guncangkan tubuh Laurence yang tidak berdaya itu.


“Sayang.. aku mohon kau jangan pernah menyalahkan Mommy mu ya” seru Laurence dengan lirih dan memegang lengan Aldebaron.


Hingga ia menutupkan matanya karena tidak kuat menahan rasa sakitnya.


“Bertahanlah baby, aku akan selalu disini menemani mu. Geon! Cepat siapkan mobil!” perintah Aldebaron dengan cemas dan tanpa menghiraukan sang Mommy dan penjahat itu.


Hingga sang Mommy, Ha Neul. Dia tengah menatap diam melihat betapa besarnya cinta mereka berdua.


'Aku akui putraku selamat karena wanita itu. Dan tentu aku tidak akan merubah keputusan ku dengan semua ini! Karena wanita itu tidak jelas babat, bibit bebet, dan bobotnya.' Batin Ha Neul dengan terdiam menatap kepergian putranya.


Setelah kepergian Aldebaron, ia kemudian menghampiri anak buahnya dan memukul mereka karena mereka terlalu bodoh.


Ha Neul memukul dengan sepatu high heels nya yang tinggi lalu membabukkan pada dua pria botak itu.


“Sialan!Kalian membuat rencana ku berantakan! Bagaimana bisa wanita itu lepas dan bagaimana kalian ceroboh tidak merusak cctv itu! Sudah gendut, botak, bloon lagi!” teriaknya sembari memukul mukul dengan puas hingga mereka berdua mengaduh kesakitan.


“Auhh.. sakit Nyonya. Ampuni kami, kami sudah menghapus rekaman kami sewaktu menculik wanita itu. Namun tidak disangka kekasihnya menemukannya. Dan jika tadi kami berhasil menembaki kekasihnya maka mungkin wanita itu masih ditahan disini, ampuni kami Nyonya!” teriaknya dengan mengaduh kesakitan.


“Apa kau bilang?!! Jika begitu maka putraku akan terluka dan mungkin tidak akan selamat, dasar bodoh!!” teriaknya kembali dan memukul mukul pria botak itu.


Pria botak itu tercengang kaget, ia tidak menyangka pria yang hampir ditembaknya ternyata putra majikannya. Jika tadi ia salah menembak saja, mungkin Aldebaron yang akan terkena tembakan itu.


“Ja..jadi tadi yang hampir aku tembak itu putra Anda, Nyonya?” tanya nya dengan sedikit tergagap takut.


____________🌥️🌥️🌥️__________


Addison Hospital.


“Bagaimana keadaannya Dok?” tanya Aldebaron dengan cemas cemas.


Dokter itu dengan wajah yang murung karena takut terkena Tuan pemilik Rumah Sakitnya, ia berkata dengan hati hati.


“Maaf Tuan Muda, Dokter Muda tadi denyut nadinya berhenti berdetak. Dan kami berhasil mengembalikan detak jantung nya, namun masih lemah karena peluru itu terkena jantungnya” Jelasnya dengan panjang lebar dan sedikit hati hati.


Aldebaron lalu mencengkeram baju Dokter tersebut karena hampir saja Kekasihnya mati.


“Cepat sembuhkan Laurence ku!Jika tidak bisa maka kau akan di blacklist dari sini dan tidak akan bisa bekerja kemanapun!” tegasnya dengan wajah yang penuh amarah hingga membuat Dokter itu nyalinya menciut.


“Jangan seperti itu Tuan, Tenanglah dulu. Dokter itu tidak bersalah. Yang bersalah hanya orang yang telah menculik Nona,” gumam Geon menengahi Aldebaron karena jika tidak, maka Tuannya itu akan menghabisi Dokter yang tidak bersalah.


Aldebaron menundukkan wajahnya lemas, ia takut terjadi apa apa dengan Laurence, karena Laurence lah nyawanya dan semangat nya untuk hidup. Karena memang ia tidak ingin Laurence mengalami hal yang sama seperti yang dialami Eloise.


“Bagaimana bisa.. bagaimana bisa Mommy melakukan hal itu lagi padaku Geon..” ucapnya dengan lirih.


“Tapi Laurence ku sangat baik, bahkan ia tidak ingin aku menyalahkan Mommy dan bertengkar dengannya. Sungguh, aku .. aku tidak bisa memaafkan begitu saja perbuatan Mommy” ucapnya dengan lirih dan sedikit menitikkan air matanya.


“Yang sabar Tuan, Nona pasti akan segera sembuh. Yakinlah pada sang pencipta dia yang akan mengembalikan Laurence padamu jika kamu terus berfikir positif dan berdoa” gumam Geon menguatkan Aldebaron agar tidak bersedih lagi, karena masih ada Tuhan yang mengatur semuanya.


“Bagaimana aku bisa sabar Geon, di satu sisi aku sangat menyayangi kekasihku dan tidak ingin kehilangannya untuk kedua kali. Dan disisi lain, aku harus memaafkan orang yang telah melahirkan ku dan dialah penyebab semua ini Geon.. ” gumamnya dengan lirih dengan perasaan yang sangat hancur.


'Ternyata kehidupan orang kaya tak selalu indah, memang mereka diberi kekayaan dan belum tentu mereka bahagia' batin Geon.


bersambung...


Jangan lupa like Dan comment ya ✨