
Laura yang terpuruk dengan keadaan Laurence. Gadis yang selalu menemaninya dari kesepian dan gadis itu juga yang selalu membuatnya semangat, kini harus terbaring lemah dirumah Sakit.
Wanita itu terdiam melamun.Kemudian orang Suruhan nya untuk mencari identitas anaknya datang.
Tap tap tap.
“Maaf Mrs, saya disini ingin mengabarkan sesuatu” ujar pria itu.
“Ada apa?” tanya Laura dengan mengerutkan keningnya.
“Ternyata gadis yang selama ini Mrs. cari, ternyata selalu ada di dekat Mrs.” Gumamnya mantap.
Terkejut, tentu saja Laura terkejut saat ini. Karena ia merasa, tidak mungkin dan mustahil.
“Apa benar yang kau ucapkan itu?” tanya Laura.
“Benar Mrs. Anda bisa memastikannya lagi lewat gelang kaki yang Anda dan bisa mencoba mencocokan nya” ujar nya mantap.
“Kau bisa tahu dan menyelidiki ini dimana?” tanya Laura kemudian.
'Tidak mungkin Laurence anakku. Dia bilang orangtuanya meninggal saat dalam kecelakaan pesawat.Dan ya, aku saat itu hanya menitipkan anakku pada asistenku yang telah lama meninggal '
Kemudian suruhannya menjelaskan dari mana ia mengetahui ini, karena memang dia tidak bohong dan meneliti satu persatu informasi nya.
Dan memang benar, Asisten Mrs. Laura yang dulu meninggal menitipkan anak Mrs. Laura itu di Rumah Sakit, tepat saat orangtua angkat mereka telah keguguran anaknya. Dan dia meneliti lagi bahwa Indra Wilson, dia tidak ada kemiripan dan kedua orangtuanya pun tidak ada kemiripan dengan Laurence.
Setelah mendengar orang suruhannya, kemudian ia memastikannya kembali dan ingin menanyakan perihal ini terhadap Indra. Sang kakak dari Laurence. Kebetulan saat ini Indra masih ada di Addison Hospital.
'Jika memang Laurence benar anakku, aku pasti akan bahagia. Namun jika ada orang ketiga yang hanya ingin memanfaatkan ini, aku tidak segan segan memasukkannya ke dalam sel' batin Laura bertekad.
Tanpa menunggu lama, Laura kini melenggangkan kakinya ke Addison Hospital. Laura hanya ingin terlalu dalam harapannya jika memang benar Laurence nya itu anaknya yang selama ini menghilang.
Setelah ia mengamati, dan masuk ke dalam kamar Laurence. Ia mengamati perlahan wajah cantik dan teduh Laurence. Menelusuri apa yang dicari. Ya, wajahnya memang perpaduan dari Laura dan Robb Rendson. Ia kini ingin semakin menelisik lagi informasi nya lebih dalam.
Melihat Indra yang tengah melamun didalamnya, kemudian ia bergumam menyadarkan Indra dari lamunannya.
“Bisa aku berbicara padamu Sebentar?” tanya wanita paruh baya itu berdehem dengan tegas.
“Aku?!!” tunjuk nya pada dirinya sendiri dan melihat ke belakang memang tidak ada orang selain dirinya.
Tanpa aba aba pria itu menganggukkan kepalanya pertanda ia setuju dan seperti nya ada masalah penting.
'Feeling ku tidak enak saat ini' batin Indra bergumam.
Mereka menghentikan langkahnya di kantin Rumah Sakit, kemudian Laura membuka obrolannya.
“Aku hanya ingin menanyakan hal penting kepadamu” gumam wanita paruh baya itu dengan menatap Indra dan menelisik apakah yang dikatakan suruhannya itu benar.
“Apa memang kau bukan kakak kandung dari Laurence?” tanya Laura dengan pasti dan menelisik pria yang ada dihadapannya.
“Maksudmu?Aku ... Ti..dak mengerti” Sahut Indra dengan terbata bata.
“Ya, apakah kau benar bukan kakak kandung dari Laurence?” tanya Laura sekali lagi memastikan.
Indra yang ditanya seperti itu tentu saja membisu. Inilah paling menyakitkan yang harus ia terima. Kata yang paling menyakitkan jika orang lain bertanya hal seperti itu.
“Tidak!Aku memang benar kakak kandungnya!” tegas Indra dan langsung meninggalkan Laura yang masih menatap aneh pada pemuda itu.
“Jika kau memang seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya, kau tidak bisa melihat adikmu dibohongi olehmu.” tegas Laura dari arah kejauhan.
Degg!
Indra yang memang sudah tertohok dengan kata kata Laura, ia membisu dan menghentikan langkahnya. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini, namun sudah jelas ia tidak ingin berpisah dengan adik semata wayangnya.
Melihat Indra yang berhenti, ia sudah yakin bahwa Laurence bukanlah adik kandungnya. Dan kini kesempatan Laura untuk mengulik lebih jelas lagi.
“Kau tidak bisa berbohong padaku Indra!” tegasnya.
“Maksudmu?” tanya Indra berpura pura bingung dan tidak mengerti.
“Ya, aku tau Laurence putriku yang hilang selama ini!” tegas Laura dengan menatap kosong lurus.
Degg.
Hati Indra seakan tercabik cabik, namun ia harus memastikan terlebih dahulu apakah benar atau tidak kalau Laura adalah ibu kandung dari Laurence nya.
“Aku tidak mengerti apa yang kau maksudkan.” Sahut Indra pura pura bingung dan bodoh dengan semuanya.
“Aku sendiri juga belum tahu apakah Laurence sendiri putriku atau bukan. Ah ya.. kau bisa menunjukkan gelang kaki padaku” ucap Laura.
“Dan aku juga belum pasti memastikan, kalau Laurence itu anak mu atau bukan Mrs ” gumam Indra dengan menatap Laura.
“Kau bisa menunjukkan gelang kaki Laurence saat bayi padaku?” tanya Laura.
“Aku tidak tahu. Dan Laurence lah yang menyimpannya. Namun ku dengar kau juga mempunyai gelang kaki itu untuk mencocokkan satu sama lain” ujar Indra sembari menatap Laura.
“Tentu saja. Aku yang sengaja memesan gelang kaki ini” gumam Laura dengan antusias.
Bersambung...
Jangan lupa like dan comment ya ✨