
Hari harinya, Aldebaron hanya menghabiskan belajar mengaji dan mengaji. Dan mendoakan sang kekasih agar segera tersadar dari komanya.
Dengan melafalkan surat Yasin, di akhir sebelum selesai ia mendengar suara yang selama ini dirindukannya.
“ K..ak Di..sson..” seru Laurence dengan lirih dan terbata bata.
Aldebaron segera menyelesaikan ngaji nya, kemudian menatap Laurence dengan tersenyum.
“Iya Baby.. ada aku disini..” Sahut Aldebaron dengan melebarkan senyumnya.
“K..kau bisa me..ngaji sedang kan kau bukan Islam?” tanya Laurence dengan mengerutkan sedikit keningnya.
“Kau jangan banyak bicara dulu Baby. Agar kau segera sembuh, aku panggilkan Dokter dulu ya, ” gumam nya dengan perasaan bahagia.
Tentu saja bahagia, ini karena seorang kekasihnya tersadar dari koma nya dari tujuh bulan yang lalu. Itu sangat lama bukan?jika bertanya tentang Mommy nya, Mommy nya hanya mengizinkan untuk merawat saja.
Tapi Dady nya sudah setuju dengan kisah Laurence dan Aldebaron.
Dan pasti mendukung untuk menikahi Laurence. Namun jika menyangkut kepercayaan agama, Daddy Wufi hanya diam dan ia juga tidak bisa memaksakan Aldebaron untuk tetap berada di keyakinan yang sama.
Dan Aldebaron juga seperti itu, ia pun tidak bisa memaksakan seorang Wufi untuk menjadi Mualaf. Ia hanya mendoakan kedua orangtuanya agar diberikan hidayah.
“Bagaimana Dok?” tanya Aldebaron.
“Keadaannya sudah membaik. Namun bahu yang terkena peluru masih belum mengering di bagian dalamnya. Dan luka Nona Laurence bisa segera sembuh asal dia mau memakan makanan yang sehat” tutur Dokter itu dengan panjang lebar.
“Apakah saya sudah bisa pulang Dok?” timpal Laurence.
“Belum bisa Nona, saat ini semua nya sudah baik, dikatakan belum stabil. Nanti saya akan memberitahukan Anda bisa pulang atau tidak” imbuh Dokter tersebut.
“Oh ya, terimakasih Dokter.” Gumam Aldebaron dengan melebarkan senyumnya.
Setelah kepergian Dokter itu, mereka kemudian bercengkrama. Sekian lama Laurence koma dan sekian lama itu juga ia selalu bulak balik kantor-Rumah Sakit menjaga kekasihnya.
“Baby, kau dengar kan. Kau harus memakan makanan yang sehat, dan banyak agar kau segera sembuh.” Tutur Aldebaron dengan menyibakkan rambut poni Laurence yang mengganggu pemandangan indah Aldebaron.
“Huum kak, bagaimana dengan Abang?Apa kau sudah memberitahu nya?” tanya nya dengan menautkan sedikit alisnya.
“Sudah, Abang mu saat itu kesini sekali. Dan dia juga sangat sibuk dengan pekerjaan nya, menyerahkan kau padaku Baby” Jelas Aldebaron.
Laurence hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban iya.
“Aku sudah masuk Islam baby, dan sudah belajar semuanya dari Pak Ustadz. Kau mimpi apa sampai selama ini bangun?”
Laurence terbelalak, ia tidak menyangka seorang Aldebaron yang dingin dan dihormati bisa masuk Islam. Ia kemudian terdiam sejenak dan tatapan matanya sendu, seolah mengisyaratkan kesedihan.
“Aku bermimpi berada di alam yang sangat indah dan tenang, dan di arah kejauhan aku melihat seorang lelaki tua melambaikan tangan kearah ku.” Sahut nya dengan sendu.
“Tapi apa yang membuatmu sedih baby?” tanya nya penasaran.
“Dia yang menemani hari hariku disana. Dan sudah ku anggap seperti Ayah ku, dan anehnya dia bukan Ayahku yang sudah tiada. Kupikir dia Ayahku” terang Laurence dengan jelas.
“Maksudnya?Aku masih belum mengerti.”
“Ya, kupikir lelaki itu Ayahku. Dan dia bilang aku adalah anaknya. Tapi aku hanya mengiyakan saja agar dia tidak sedih. Dan dia menyuruhku untuk kembali padamu, dan setelahnya .. aku mendengar suara merdu mu saat mengaji” seru Laurence.
“Kau jangan diambil pusing mikirin itu, dan kau bilang kan kalau Ayahmu sudah meninggal sekian lama baby?” gumam Aldebaron menenangkan.
“Iya, tapi disana aku sudah menganggapnya seperti Ayahku. Karena mungkin ia kehilangan putrinya sama seperti Mommy Laura” terang nya menyendu.
“Sudahlah, lupakan saja. Mungkin itu hanya bunga koma saja kau jangan banyak bersedih lagi seperti itu. Itu akan mempengaruhi kesehatan mu baby” gumam Aldebaron melembut dengan mengusap pucuk kepala Laurence.
“Iya kak Disson, aku hanya bersedih saja berpisah dengannya.”
“Apa kau ingin kembali lagi ke dalam bunga koma mu dan tidak merindukan ku yang setiap waktunya aku merindukanmu?” Gumam Aldebaron dengan raut wajah yang sedih.
“Tidak!Tentu saja aku sangat merindukan pangeran ku ini” seru Laurence dengan merapatkan wajahnya ke tangan Aldebaron.
“Kau sungguh membuatku gemas. Cepat sembuh baby, aku tidak sabar ingin segera menikahi mu” ujar nya gemas mengacak acak rambut Laurence.
“Ishh kau ini! Rambut ku kan jadi acak acakan!” gerutu nya kesal.
“Oh ya, bagaimana dengan Mommy mu?” Lanjut Laurence bertanya.
Aldebaron mengusap lembut kepala Laurence, ia menjelaskan dengan sabar dan lembut.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya 🌹