
Semakin hari Sanca semakin dekat dengan Oktavia, begitupun dengan Indra. Entahlah, hanya author yang tahu pada siapa cinta Oktavia akan berlabuh.
“Sanca, pliss deh lo itu kalau makan jangan kaya anak kecil!” omelnya sembari mengelap nya memakai tissue.
Deg.
Tatapan mata mereka bertemu, kini entah mengapa Oktavia jantungnya berdetak lebih kencang dibanding Sanca. Mungkin karena dulu ia sangat membenci Sanca, hingga tidak sadar makhluk dihadapannya sangat tampan, ia tidak menyadari akan hal itu.
Terlebih, Sanca sangat menyukai sahabatnya,namun entahlah perasaan pada siapa Sanca hatinya sekarang, pikirnya.
“Baru liat makhluk tampan lo?” tegur nya dengan sedikit menyeringai, sok tampan.
“Bukan makhluk tampan tapi jelek dan bocah!” ejeknya dengan pedas.
“Yehhh, jelek jelek gini juga banyak yang terkagum kagum sama gue tau” gumamnya membanggakan diri.
“Dan gue, berani botak ga nanya ” Sahutnya santai.
“Lo lap tuh bekas makanan lo masih ada nasi tuh di dagu.” Lanjut Oktavia seraya tersenyum jahil.
Sanca kemudian meraba raba dagunya,
“Sungguh terlaluu, ” ejek nya menipu Sanca dengan gaya bicara yang disengaja di menye menye.
“Dasar kuntilanak bodong!Lo benar benar mau kerjain gue ya!” gerutu nya dengan berkacak pinggang, hendak memelototi Oktavia, namun Oktavia langsung terbahak-bahak karena menurutnya Sanca sangat tidak cocok dengan wajah melotot seperti itu.
“Kenapa lo ketawa ha?Apa lo stress?” tanya nya dengan mengerutkan dahinya dan memegang kening Oktavia.
Dan tentu saja langsung ditepis nya, karena memang ia tidak gila.
“Lo tuh yang gila dan bocah!” gerutu nya dengan mencebikkan bibirnya kesal.
'Aku pasti akan mendapatkan hatimu Oktavia' batin Sanca menatap dalam manik Oktavia.
_______________🌧️🌧️🌧️______________
Cambridge, Amerika Serikat.
“Dokter Muda, kita dipanggil ke Ruangan pak Kepala” perintah salah satu suster yang ada di rumah sakit tersebut.
“Ya,” singkat Laurence dengan langkah kaki gontai, ia langsung masuk ke ruangan Kepala Dokter.
“Ya ada a..pa Pak Raka?” dengan terkejut nya ia menatap Raka dengan heran.
“Iya kenapa Dokter Muda?” tanya nya dengan menyeringai licik.
Kenapa pak Raka bisa ada disana?Pantang kan dia mempunyai Rumah Sakit terbesar setelah Addison Hospitals, namun kini ia berada di Rumah Sakit AH milik Aldebaron.
Jawabannya kita flashback on*
“Mami,, kakak datang!!” teriaknya menggema hingga seisi Mansion.
“Kau seperti hantu jailangkung saja Raka, pergi tidak pamit pulang tidak bilang bilang!” gerutu Mommy nya dengan menoyor kening Raka.
“Auhhh Mami, Raka kesini ada perlu sama Stefanie.” Gumamnya meringis sembari berucap dengan serius.
“Aku?!” tanya nya dengan menunjuk ke arah dirinya sendiri.
Kamar Raka.
“Stef, gue boleh minta tolong ga sama lo?” tanya nya dengan penuh harap.
“Apa?” tanya nya balik dengan menaikkan sedikit alisnya.
“Gue mau masuk ke AH tapi langsung ditempatkan di posisi yang bagus. Oh ya, dan juga lo harus tutup mulut ke Mami sama Ayah” Sahutnya dengan serius.
“Mau apa lo?” tanya nya dengan mengerutkan keningnya. Tumben sang kakak meminta bantuannya, kan bisa dia meminta posisi itu pada orangtua Aldebaron, pikirnya.
“Yah lo jangan banyak tanya. Gue mau besok gue langsung kerja.” Tegasnya memerintah bukan membujuk.
“What?! Lo pikir mudah gitu ya bilang sama Mommy tuh orang. Gue aja ogah masuk kesana, kita kan punya RS tak kalah besarnya kak, ” gumamnya sedikit tidak setuju karena memang jika ia memasukkan kakaknya akan dicurigai oleh Mommy Aldebaron.
“Lo pake cara apa aja, yang penting lo nanti bisa minta apapun sama gue, termasuk satuin lo sama kutu kupret.” Gumamnya dengan sedikit memaksa.
“Tanpa bantuan lo gue juga bisa kali!” gerutu nya dengan memutar bola matanya jengah.
“Oh ayolah Stef, kali ini hubungan lo sama Aldebaron sangat sulit jika gue ga bantuin lo. Karena dia sangat mencintai kekasihnya yang sekarang, dan gue juga cinta sama kekasihnya.” Sahutnya dengan nada memelas.
“Apa benar begitu?” tanya nya dengan menaikkan sedikit alisnya.
“Ya, lo tenang aja kali ini pasti akan berhasil.” Seringai nya dengan tersenyum penuh kelicikan.
“Hmmm” jawabnya singkat.
Ya, cara demi cara alasan demi alasan ya kemukakan pada Mommy Aldebaron. Tentunya awalnya sangat dicurigai, namun Stefanie mencari alasan yang masuk akal agar dia bisa memasukkan sang kakak.
Dan kini, akhirnya Raka bisa masuk di Rumah sakit AH dan ditempatkan di posisi yang tepat.
flashback off.
“Ko pak Raka bisa ada disini?” tanya Laurence dengan bertanya kaku dan sangat hati-hati.
“Tentu saja kerja, ” singkatnya dengan dingin.
“ Ada apa kami dipanggil ke sini Dok?” tanya salah satu suster yang ada di ruangan tersebut.
“Untuk pemberitahuan tentang pengumuman menjadi Asisten saya. Diantara Dokter dan Suster saya akan memilih salah satu dari kalian” Ucap nya dengan penuh berwibawa.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya.Atau boleh di share juga hehe✨