
Cambridge, Amerika Serikat.
Hari hari yang dijalani Laurence semakin hampa setelah ia ditinggal oleh kekasihnya dan Mommy Laura. Dan kini diantara dua orang itu tidak ada satupun yang menelponnya.
tenonet tenonet...
Mata Laurence berbinar binar, pucuk dicinta ulam pun tiba, pikirnya. Namun ia kembali murung setelah melihat siapa yang menelfon nya.
Unknown Number.
Ia bingung diantara angkat atau tidak diangkat.
'Angkat, tidak, angkat, tidak, angkat....' batinnya sembari menghitung jari mencari keberuntungannya.
'Ya, angkat lah siapa tahu penting. ' batinnya penasaran.
“Hallo?” seru Laurence pada orang dibalik telfonnya.
“Hallo Ren, ini gue Ros. Lo masih inget gue gak?” tanya seorang wanita itu dibalik telfonnya.
“ Ros yang mana ya?” tanya nya kembali bingung mengingat teman yang mana menurutnya.
“Gue Ros, sahabat lo dari kecil semenjak kita SD dan lo pasti inget penyebab kehancuran persahabatan kita.” Gumamnya dibalik telfon.
Deg.
Jantungnya terasa mau lompat mengingat bagaimana kedekatan Laurence dan Ros saat dulu, dimana mereka sebelum mengenal Oktavia sudah seperti adik kakak, bahkan lebih.
Namun setelah Laurence mengenal Oktavia, ia jadi lupa pada sahabat lamanya dan asyik dengan Oktavia. Hingga Ros meninggalkan Indonesia karena terlalu sakit hati.
“A....afa Iyya?” tanya nya dengan tergagap dan terkejut.
Selama ini Laurence mencari sahabatnya itu sampai kemanapun, namun sangat nihil hasilnya. Hingga berlarut larut sedih memikirkan Ros. Kini sahabat yang sudah lama dirindukan nya tiba tiba menelfon nya, mau tidak kaget bagaimana.
“Iya Laurence cantik, gue Ros lo petot petot cisss” Gumam wanita itu dibalik telfonnya.
“Ha?kamu beneran petot ku?Masya Allah Ros, kamu tahu tiat tiat bumm sangat merindukanmu” ucap nya dengan sedikit lirih terdengar di telinga Ros dengan jelas.
“ Gue tahu, makanya gue pengen nemuin lo Ren, ” Sahutnya.
“Kamu gak tahu aku S2 di Cambridge?” tanya nya pada teman lamanya itu.
“Ya ampun Ren.. Lo ga bilang sih sama gue kalau lo kuliah disana. Gue kan jadi pengen” gerutu nya pelan.
“Tentu saja kamu sudah lama ga beri kabar. Mau dikasih tau bagaimana coba petot petot cisss” omelnya dengan kesal.
“Habisnya lo kaya buang pacar aja buang gue. Gue kan cemburu dan sakit hati. Sudah puas dengan yang lama, kini yang lama dilupakan dan dibuang, ” sindirnya dengan tajam.
“Heh petot petot cisss, kamu gatau aku waktu itu ingin ajak kamu kenalan sama dia tapi kamu nya keburu gaada” gumamnya.
“Kalian sama sama baik dan penting di hidupku, aku pengen kita nanti berbaikan dan menjadi sahabat yang ada saat susah maupun senang, ” tegasnya lalu menutup telfonnya.
_________💨💨💨______________
Setelah bergulat dengan pikirannya, dari Daddy, Mommy maupun Aldebaron akhirnya menyetujui Citra tanpa pengawasan Jack, namun tetap pengawalan ketat Bodyguard nya lima puluh orang. Ia takut terjadi sesuatu buruk kepada adiknya.
“Kalian keluarga ku sangatttt perhatian, ” seru Citra dengan melebarkan senyumannya.
“Tapi ingat, kau disana jangan keterlaluan dan jangan membuat masalah. Kalau tidak aku tidak akan segan segan menikahkan mu dengan Jujun” ancamnya.
“Ih kakak! Memangnya mau punya adik ipar kaya gitu?” gerutu nya karena ia bergidik ngeri jika membayangkan dirinya menikah dengan Jujun.Melihat gigi tonggos nya saja ia takut apalagi menikah dengannya pasti ia lebih stress, pikirnya.
“Ingat Citra!Ancaman Ku tidak main main!” tegasnya.
“Yayaya, kau selalu benar kak.” Gerutu nya kesal.
****
Siang hari, setelah perdebatan pagi hari Citra dengan kakaknya, ia memutuskan untuk memesan tiket pesawat. Tentu saja ia akan berangkat hari ini juga mengingat ia tidak sabar menginjakkan kakinya di Indonesia.
“Kau benar ingin meliburkan diri disana dan tidak macam macam?” tanya Mommy nya menyelidik sekaligus cemas pada putri satu satunya itu.
“Mom, tentu saja aku tidak akan macam macam. ” Elaknya sembari meletakkan baju baju nya diatas koper.
“Jam berapa jadwal penerbangannya sayang?” tanya Mommy lagi menatap sendu putri yang baru menginjakkan kakinya di mansion itu.
“Sekitar pukul dua Mom, ” Sahutnya tanpa mengalihkan tangan dan matanya pada koper.
“Kau disana berapa lama sayang?” tanya nya kembali.
“Berapa ya? Satu dua tiga empat... ” gumamnya sembari menghitung jari berapa lama ia akan disana.
“Lima bulan Mom, itu juga kalau gak ada halangan.” Lanjutnya seraya melebarkan senyumnya.
“Ingat sayang, kau jangan nakal disana! Mommy tidak akan membantah keputusan kakak mu dan membela mu lagi seperti yang sudah sudah, jika kau sendiri melanggar perintah Mommy.” tegasnya.
“Ya Mom, orang niatku cuman mau liburan aja. Suntuk kalau lama lama di sini Mom, aku kan orangnya pengen bebas” Sahutnya dengan cemberut.
“Dan kau tidak boleh melanggar apa kata Mommy, oke.”
Citra menganggukkan kepalanya, kemudian ia menyenderkan bahu nya sedikit pada sang Mommy.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya teman teman✨