
Pasien yang tengah terbaring lemah tersebut tersenyum lembut ke arahnya.
Wanita paruh baya itu tentu saja terkejut dibuatnya. Ia tidak tahu ia harus bersikap seperti apa dengan semua ini.
Tanpa pikir panjang, wanita paruh baya itu langsung menghampiri gadis yang terbaring lemah dan tidak membesarkan gengsinya dan mengusap pelan pucuk kepala gadis yang menyelamatkan nya itu.
Kemudian disusul tangisannya memeluk gadis yang tengah tersenyum lembut padanya.
“Maaf” satu kata penuh yang langsung dari mulut gadis kecil yang menyelamatkan nya itu.
“Kau tidak perlu berminat maaf. Seharusnya aku lah disini yang meminta maaf dan berterima kasih kepadamu. Ma.. maaf aku.. aku sangat egois, dan ma.. maaf untuk semuanya” ujar Mommy Ha Neul dengan dengan tulus dan lembut.
“Tante tidak perlu meminta maaf, aku ikhlas. Lihatlah, tidak ada satupun yang menggores tubuhku. Namun aw, maafkan aku tidak bisa menemani anakmu. Bilang padanya jangan mengkhawatirkan ku” ucap Laurence dengan tersenyum lemah menahan rasa sakitnya dan kemudian menutup matanya.
Wanita paruh baya yang bernama Ha Neul itu kemudian panik, langsung memencet tombol untuk memanggil Dokter. Karena ia sungguh sangat panik. Tadi bilang Dokter mengatakan Laurence tidak apa apa dan keadaannya baik, namun kini justru sebaliknya yang ia lihat.
Dokter ditemani para tim medis lainnya lari terburu buru dengan panik diwajahnya.
Ha Neul yang melihatnya, ia sungguh terdiam membisu tidak bisa berkata apapun selain kepanikan yang sangat luar biasa di wajahnya. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Jika ia mengatakan kepada Aldebaron, maka anaknya itu pasti akan mendiamkannya dan menyalahkannya lagi dengan semua ini.
Namun takdir seolah tidak berpihak kepadanya, Ha Neul malah melihat Dady Wufi, Laura, dan disusul dengan Anaknya sendiri ke Rumah Sakit. Mereka sungguh panik dan satu orang yang sangat panik dan sangat terluka.
Ha Neul hanya menganggukkan kepalanya lemah dan menangis, ia tidak bisa berkata apa apa dan menyalahkan dirinya sendiri.
“Mommy yang melakukannya. Mommy membuat diri Mommy sendiri ceroboh dan membuat Laurence mengorbankan dirinya sendiri. Salahkan Mommy saja Disson!Salahkan Mommy!” teriaknya dengan Frustasi dan menunjuk nujukkan lengan Aldebaron untuk menghabisinya.
Aldebaron yang melihat respon Mommy nya seperti itu. Ia tidak bisa berkata apapun. Aldebaron tidak ingin menyakiti hati orang yang melahirkannya namun ia juga sangat kecewa dengan Mommy nya. Perihal apapun masalahnya.
Aldebaron menatap lemah ruang operasi itu dan menatap Laurence dengan sedih dan khawatir. Sudah tiga kali Laurence seperti ini karenanya.
Ia kemudian melenggangkan kakinya keluar dari Rumah Sakit untuk berdoa. Kemudian ia mengadu kepada yang maha pencipta untuk cepat menyembuhkan Laurence.
“Ya Allah, sembuhkan lah Laurence. Aku salah aku terlalu cinta padanya hingga engkau cemburu terhadapku. Maafkan hamba ya Allah, maafkan hamba dengan dosa hamba Laurence ku bisa jadi seperti ini.” Ucap nya dengan pasrah kepada yang menciptakannya, terlebih ia sangat rapuh saat ini.
Rapuh ia belum mendapatkan restu sekaligus rapuh dengan musibah pada Laurence yang sudah tiga kali dilakukannya. Ia memang tidak menyalahkan sang Mommy, ini memang takdir dan ia akan pasrah menerima ujian sang pencipta.
Para Dokter dan tim medis lainnya kurang memeriksa pasien bagian dalam, ternyata memang tulang kaki Laurence dari dalam yang mengalami masalah sedikit.
bersambung...
JANGAN lupa like dan comment ya 🌹