Our Love Is Different

Our Love Is Different
Aktivitas



Mereka kembali dengan aktivitas nya masing masing, karena hari ini hari Senin. Banyak sekali aktivitas mereka yang membuatnya sibuk. Ya, semua orang yang bekerja ataupun beraktivitas pada hari Senin memang selalu begitu.


Aldebaron pun hari ini banyak sekali jadwalnya. Termasuk peninjauan tempat proyek, pemeriksaan terhadap orang yang korupsi, dan meeting dengan investornya.


'Tunggu saja siapa yang berani main main denganku!' batinnya dengan seringai liciknya


Ya, memang orang orang di perusahaan Aldebaron mempunyai gaji yang sangat besar beserta tunjangan nya. Lalu apa alasan mereka korupsi?. Aldebaron sangat sangat kejam jika ada orang yang menghianati nya. Tidak hanya trauma dengan percintaan, ia juga sangat hati hati terhadap orang kepercayaan nya. Karena Aldebaron pernah dihianati oleh Asisten yang sangat sangat dipercayainya. Ternyata membocorkan datanya kepada pihak musuh. Sungguh sungguh ia tidak menyangka.


Jarang orang orang yang menghianati nya pulang dengan selamat, ia pastikan akan membunuh dengan tangannya sendiri orang orang yang menghianati nya. Untuk perihal alasan apapun, ia sangat tidak peduli bagi seorang penghianat.


_____________


Laurence memasuki kawasan kampus dengan tenangnya, hari ini ia menggunakan outfit yang sangat menarik bagi kaum Adam.


Bukannya ia ingin mencari sensasi, karena semua baju nya sudah dicuci. Dan tidak ada satupun baju lagi kecuali daster. Ya, terpaksa ia menggunakan baju super ribet nya yang membuatnya menjadi semakin cantik. Biasanya, Laurence memakai style fashion yang simpel, tapi elegan. Dan terlihat sangat cantik


" Tav , aku ga pede nih.. pake baju kaya gini liat semua orang liatin aku risih banget" seru nya sambil menggerutu pada Oktavia


"Udahlah Ren, lo cantik banget hari ini. Udahlah masih masing aja jangan liatin tatapan mereka. Hidup kita terserah kita, karena kita ga diberi makan sama mereka." ucapnya panjang lebar


"Iya si, tapi aku pede ya dulu sekarang ko jadi malu gini" seru nya sembari menggaruk kepala yang tidak terasa gatal.


" Ya sudah, ayo lah kita gaskenn ke kelas"


Mereka saat memasuki kelas, ternyata sudah ujian Teori Oral. Haha dan mereka telat 5 menit, karena peraturan kampus ini sangat ketat, ia terpaksa tidak mengikuti ujian tersebut. Dan nanti akan menyusulnya ketika mereka semua beristirahat.


' Sungguh sungguh menyebalkan ' batinnya


Sungguh, telat lima menit saja harus seperti ini. Kan dia belum makan dan nanti ia tidak makan sama sekali saat beristirahat. Nyesel sangat amat amat menyesal. Karena telat.


'Huhhhh' mereka berdua menghela nafas kasarnya


" Ren, lo abis ini mau ngapain?"


"lah ,kan kita habis ini disuruh ujian berdua di kelas. Sewaktu mereka istirahat, kita ujian."


" Maksudnya Laurence cantik sayang..., Lo abis pulang dari sini mau ngapain"


"Ya aku tiduran lah, pasti capek banget dan nanti ada ujian tertulis juga katanya bikin skripsi"


"Yaelah, emang bener ya banyak banget apalagi kalau kita benar benar jadi dokter ya. Sangat sibuk banget dan capek pasti"


"Iya sih, tapi itu kewajiban kita tau, emang kamu gasuka kalau kita ngambil jurusan ini?"


"ngga si Ren, tapi seandainya aja gitu ini ma semisal "


"Yaudah yu, kita masuk ke kelas lagi."


Saat memasuki kelas, seorang wanita cantik.


Karena merasa menang, Indri terus tersenyum liciknya. Dan, Sanca kembali menggoda Laurence.


"Hay cantik, kamu yang sabar ya kamu pasti lulus ko. Percaya deh sama Abang ganteng mu ini."


"Abang Abang, oh berarti lo tukang baso ya mau disebut Abang sama gue wkwk," seru Laurence tersenyum sinis


" Ya bukan lah cantik, masa ganteng ganteng gini tukang baso"


"Ya jangan merendahkan gitu lah, liat sendiri diri lo! banyak ko tukang baso yang ganteng, tampan baik lagi"


"Lho ko kamu jadi ngomongin tukang baso si cantik, apa kamu mau bakso ya?" gumamnya. Sesaat, ide tersebut tiba tiba muncul dalam otak bengek Sanca.


"Bakso bakso pala lo! gue ga suka bakso!" seru nya dengan jutek


" Suka siapa dong? apa suka aku ya?"


"Gue suka domba emak lo, daripada lo!"


"Yasudah nanti aku bilang sama emak mau dijodohin kamu sama domba di kandang ku biar dinikahin sama emak. Ya kamu harusnya sih sama aku nikahnya. Tapi gapapa deh sama domba aku juga boleh tuh"


Laurence mengetuk otak Sanca yang terlalu keterlaluan, terlalu gesrek. Ternyata ini orang babon banget ya( Badag Badag boloon). Lebih tepatnya pura pura, bukan asli nya. Supaya menarik perhatian seorang Laurence


'Akh rela menjadi pura pura babon, asal kamu Deket sama aku Ren ' batinnya


"Heh!lo jangan berisik ya kalau mau nikah sama domba ya lo aja!gue masih orsinil, masih normal, bukan bengek kaya Lo!"


*******


Seseorang, sedang fokus pada laptopnya. Dan meneliti kembali ada yang salah atu tidak. Karena ia ingin sekali segera pulang ke rumah. Dan melihat adik kesayangannya. Dikantor, ia selalu jenuh karena tidak ada si bawel cerewet yang selalu menemaninya di dalam rumah. Tak terbayangkan seberapa sedihnya saat Laurence menikah nanti, tapi sang kakak belum mempunyai tambatan hatinya.


ya, nanti othor segera buatkan jodoh buat Sang Babang Indra, bukan buatkan ya karena bukan tuhan. Tapi nanti othor munculkan deh wk


Ia segera menyeleksi, apakah ada kesalahan dalam penulisannya ataupun penjumlahan seluruhnya. Ya, ia tidak ingin atasannya menegur kembali dirinya.


Selesai semua beres, Indra langsung pulang dan melajukan kendaraan roda empatnya dengan cepat. Ia terburu buru masuk ke dalam rumah dan melihat adik kesayangannya. Melihat Laurence yang tertidur pulas karena kelelahan, Indra langsung mencium kening sang adik. Dan ia juga membersihkan dirinya dan melanjutkan nya ke alam mimpi.


" Kamu gak tau Ren, seandainya kamu pergi lagi dan menemukan orang tua kandung kamu, dan meninggalkan Abang mu ini, betapa hancurnya aku" gumamnya tertunduk sedih


Ia tidak membayangkan, apabila Laurence benar benar kembali pada orang tua kandungnya. Ataupun menikah dan tinggal bersama suaminya. Ia tidak bisa membayangkan betapa tersiksanya dirinya, saat sang adik meninggalkan dirinya.


"Haduh dek, semoga kamu tetep inget sama Abang mu ini ya, dan tidak melupakan orangtua kita yang sudah merawat dan membesarkan kita" ucapnya lagi sembari membelai lembut rambut sang adik. Ia benar benar sangat menyayangi adiknya lebih dari nyawanya sendiri. Maka dari itu, ia sangat sangat tidak ingin kehilangan adik semata wayangnya itu. Adik yang dulu sama sama bertumbuh kembang dengannya, adik yang selalu ia jaga dan lindung.


Tak terasa, Indra tertidur saat kembali memasuki kamarnya. Ia, kembali menyusul Laurence ke alam mimpinya...


bersambung...