
Perusakan cctv yang sudah lama itu, sangat menguras waktu dan Jack pun belum mengatakan kepada Aldebaron bahwa semuanya sudah ia temukan. Butuh waktu yang sangat lama untuk mengembalikan cctv tersebut menjadi kembali seperti semula.
Jack berhari hari belum memberi tahu Aldebaron bahwa memang ia sudah menemukan sedikit titik terang, sengaja ia tidak memberitahu dulu agar semuanya sesuai rencana.
“Jack, apa kau sudah menemukan identitas Laurence?”
“Belum Tuan, saya masih mengorek informasi dari rumah sakit yang dulu ia dilahirkan”
“ Apa kau sudah menemukan sedikit titik terangnya Jack?”
“ Belum Tuan, saya pun belum menemukan sangat susah untuk mencari identitas Laurence setelah dua puluh tahun berlalu ini ”
“ Hmmm” dinginnya
“Yasudah Tuan, saya akan keluar untuk mencari makan Tuan”
“Jack, tunggu. Aku belum menyuruhmu untuk mencari makan untukku”
“Jadi?” tanya Jack sedikit menaikkan alisnya
“Aku akan makan siang bersama Laurence, Jack. Kau sendiri aja kan kau jones” ucapnya tanpa dosa
'Kalau Anda bukan bos saya akan saya lempar anda ke hutan Amazon Tuan' gumamnya di dalam hati mengutuk Aldebaron
“Iya faham Tuan, jangan katakan lebih jelas Tuan. Saya sudah ada ko pasangan saya”
“Hahaha kau lucu sekali Jack ekspresi wajahmu itu. Emang nya siapa pacarmu? Apakah Embe atau Domba” ejek Aldebaron menyeringai
“Tentu saja Embe Tuan. Upss salah maksud saya tentu saja Monkey. Ish.. Aduh aku ngomong apasi. Maksud saya tentu saja manusia Tuan” gumamnya
“Hahahaha kau lebih cocok di Panggung Para Embe menghibur mereka Jack. Kau sangat lucu” gumam Aldebaron menertawakan Jack karena selalu salah bicara yang mencoba mengelaknya
“Kau selalu mengejek ku Tuan. Mentang mentang kau sudah punya kekasih lagi” gumam Jack sambil mendelik memalingkan wajahnya
“ Hahaha sudah sudah Jack. Kau terlalu lucu cepatlah menikah, kalau kau menikah lebih dulu dariku kau akan mendapatkan hadiah” gumam Aldebaron menghentikan tawanya dan mencoba membuat Jack berbinar binar
“ Apa kau benar Tuan?Jika Aku bisa membuktikan maka kau harus membuatkan Rumah yang mewah untukku dan calon istriku lalu kita berbulan madu selama dua minggu” Ucap Jack seraya mengembangkan senyuman tengilnya
Aldebaron melototkan matanya, mana mungkin ia memberikan Jack libur selama itu, tidak ada Jack disisinya satu hari pun, ia merasa kesepian dan pasti akan membuatnya mengeluh akan pekerjaan kantornya.
Tapi, mana mungkin Jack menikah lebih dulu, pikirnya. Jadi ia menerima saja persyaratan dari Jack, lagi pula ia kan bisa mengatur lagi kalau nanti itu akan kejadian.
“ Aku akan menyetujui nya Jack. Hahaha mustahil kau akan menikah lebih dulu dariku” ejek nya menyeringai
“Sudahlah Tuan, jangan mengejek ku terus kau katanya akan makan. Cepatlah aku malas melihat muka mu yang selalu mengejek ku” gumam Jack dengan kesal
“Kau berani mengusirku Jack!” gumam Aldebaron lagi kembali dengan mata tajam nya
“Hehehe tidak berani Tuan. Mana mungkin saya berani, nanti gaji saya akan dipotong ”
“Haha kau takut rupanya pada gajimu itu. Baiklah aku akan pergi Jack menjemput calon istriku dulu.”
'Yayaya pergilah saja kau Tuan. Disini mukamu sangat menyebalkan sekali karena selalu mengejek ku' batinnya
“Ya Tuan. Jangan lupa kau menyuapi calon istrimu”
“Kau terlalu banyak bicara Jack. Tentu saja aku akan romantis padanya secara aku kan romantis tidak datar sepertimu Jack” gumam Aldebaron seraya melangkahkan kakinya keluar
'Huhhh... dasar wajahmu juga yang sangat datar dan dingin melebihi dingin es batu. Aku kan hanya meniru mu saja' batinnya
****************
ceklek..
“ Sayang kau kenapa kesini? apa kau tidak sibuk” seru Laurence
“Hmm aku hanya ingin makan siang denganmu saja baby. Nafsu makan ku hilang jika aku terus bersama Jack.” gumam Aldebaron seraya mengecup pucuk kepala Laurence
“Yasudah ayo. Aku akan menemanimu makan Tuan Muda. Kau mau makan dimana?” seru Laurence menggaet lengan Aldebaron dan segera melangkahkan kaki keluar dari Rumah Sakit tersebut.
“Baby, kau mau makan dimana?” tanya nya
“Hmmm sepertinya aku sudah bosan makan di restoran mewah” jawab Laurence
“Apa kau mau makan di kafe atau dimana?”
“Sepertinya... eh stop stop kak”
Aldebaron mengehentikan mobilnya, kemudian ia melihat Laurence karena tiba tiba menghilang. Rupanya, Laurence sedang duduk di pedagang kaki lima tersebut.
Aldebaron menyusul Laurence, ia melihat sekitar nya memang terasa sangat tidak higienis, pikirnya.
Namun Aldebaron menepis pikiran itu dan segera duduk di sebelah Laurence
“Sayang, kenapa kita makan disini? kita bisa makan di cafe kan.” ujarnya
“Tidak kak, aku kan sudah bilang aku sangat males dan bosan makan di restoran Mulu. Sekali kali lah kita makan disini, liat.. aroma makanan nya sangat mengenakan sekali kalau aku coba. Sudah lama aku ga makan disini” seru Laurence
Aldebaron merenggut, terpaksa ia harus menuruti kekasihnya itu meskipun memang terlihat tidak higienis.
“Pak mau mi ayam pangsit nya dua ya satu pedesnya sepuluh sendok. Satu lagi, kamu mau berapa sendok pedesnya yang?”
Aldebaron memelototi Laurence, karena memang sepuluh sendok menurutnya terlalu pedas, ia sangat takut Laurence terkena diare.
“Satu sendok aja kalau aku. Bang satu sendok dan dua sendok saja ya, ucapan yang tadi pacar saya salah.” gumam Aldebaron
Laurence merenggut, mengerucutkan bibirnya yang sangat lucu sekali. Karena memang Laurence sangat menyukai pedas dan diapun jarang terkena diare. Mungkin karena terbiasa
“Ah makan sama kamu mah gak asik kak. Sebel kan kalau pedasnya cuma sedikit”
“Laurence sayang... kamu harus jaga kesehatan. Lihat lah badanmu yang kurus itu, kau terlalu makan makanan pedas jadi ga bohay”
“Kau! apa kau sedang mengejek ku? apa kau malu punya pacar yang tepos sepertiku?Silahkan cari saja pacar yang lebih bohay dan montok dariku kalau berani. Tapi sebelum itu aku akan memotong adik kecilmu itu seperti bawang diiris iris” tajam nya menyeringai
Aldebaron bergidik ngeri, ia tidak bisa membayangkan kalau ia tanpa adik kecilnya mungkin hidupnya akan terasa kurang dan hampa
“Kamu jahat sekali baby, yasudah aku biarin makan mie ayam pangsit terserah kamu deh. Aku ga akan cari wanita selain kamu ko sayang, kamu kan sangat perfect luar dalam” ucapnya mencoba menggoda Laurence
“Huhh awas aja kalau kamu berani main main denganku. Aku tidak akan main main dengan ucapan ku” seru nya seraya mengambil mie ayam pangsit nya yang sudah datang dan melahapnya dengan rakus
“Baby, pelan pelan makannya aku ga akan curi makanan kamu ko”
“Biarin dong suka suka aku. Aku marah sama kamu” seru Laurence memalingkan wajahnya dan kembali melahap mie ayam pangsit tersebut
bersambung....
Jangan lupa like dan comment juga vote ya readers tersayang 🌹
Juga follow ig: alnda105 nanti di folback hehe