Our Love Is Different

Our Love Is Different
Makan Bersama



Aldebaron sudah mendarat di Indonesia, ia sengaja tidak memberitahu kekasihnya bahwa ia sudah tiba di Indonesia. Bahkan, dari kemarin Aldebaron belom sempat mengabari Laurence.


Tiba tiba, mobil Rolls-Royce itu tiba di kawasan perumahan Pelita. Tempat Laurence meneduhkan dirinya, tepatnya tempat ia suka duka bersama sang kakak.


“ Hay baby. Lagi ngapain kamu” gumamnya tiba tiba dan mengejutkan Laurence yang sedang melamun


Laurence tercengang, perihal kedatangan Aldebaron tiba tiba. Karena sang kekasih dari kemarin tidak mengabari nya. Wajarlah Laurence cemas, karena memang anak muda seumuran nya kalau berpacaran harus dengan kabar setiap hari. Bahkan setiap waktu.Seharusnya.


Namun itu tidak berarti bagi Aldebaron. Baginya, asal dia mengabari sang kekasih dia sudah lega sekali.


“ Baby, ko kamu diem aja. Apa kamu ga suka ya aku kembali lagi” ujar Aldebaron mendaratkan kecupannya berkali kali di dahi hingga pipi. Ia tidak melewatkan sedikit pun kecupan pada Laurence


“ Kak, kamu sudah pulang ” Laurence tersenyum tulus, hingga ia langsung memeluk Aldebaron.


Laurence pun tak kalah romantisnya, ia juga mendaratkan pelukannya dan kecupannya pada pipi Aldebaron.


“ Kamu, kenapa ga kabarin aku seharian kemarin sampai tadi ga bilang bilang kalau mau pulang lagi ” seru nya melipatkan tangannya di atas perut dan mengerucutkan bibirnya.


“ Cup cup cup ... baby, aku sengaja tidak kabarin kamu, karena bikin suprise buat kamu sayang, liatlah setelah pekerjaan ku selesai aku langsung kesini dan belum pulang ke apartemen sama sekali” ucapnya sembari mengelus pucuk kepala Laurence dengan sayang.


" oke fine.Yasudah, kamu pasti capek kan? makan belum, kalau belum aku siapin buat kamu spesial masakanku". seru nya dengan antusias


" Hmm... belum baby, aku dari Bandara langsung kesini. Karena sangat kangen sama kamu hehe" gumamnya sambil mencubit hidung mancung Laurence


" Ishh kamu apaan sih! nanti hidung ku jadi bengek dan pesek seperti alien!" seru nya dengan sedikit membentak


" Oke maaf. Ayo dong katanya tadi mau buatin aku makanan"


" Kamu laper banget ya, yasudah aku masak dulu. Kamu mau bantuin apa disini? Ya udahlah disini aja kamu pasti capek kan." seru nya menjawab pertanyaan nya sendiri


Belum juga di jawab sama Aldebaron ckck


Laurence memasak dengan lihainya. Ia terbiasa memasak sejak kecil karena diajarkan oleh mendiang orangtua nya. Tinggal bersama orang tua angkat yang saat ini ia pun belum tahu adalah anak angkat dari kedua orangtuanya itu, Laurence menjadi wanita yang mandiri, ya meskipun kuliah biaya dari kakak nya, tapi ia juga mengajar online bahasa Inggris. Sedikit mengurangi biaya kuliahnya dan sedikit sedikit membantu sang kakak, karena memang kuliah Fakultas Kedokteran sangat menguras biaya yang sangat banyak.


Akhirnya, makanan selesai. Ia memeriksa satu persatu masakan hasil dirinya.Dan membawakannya pada meja makan.


" Tara.... sudah jadi sayang. Ayo kita makan" seru Laurence dan mengambilkan makanan beserta lauk pauknya untuk Aldebaron.Seperti seorang istri Saja wkwk.


Aldebaron tertegun, karena baru kali ini ia diperlakukan begitu spesialnya oleh orang yang ia sayangi. Dulu, saat ia berpacaran dengan Eloise, ia tidak begitu diperhatikan. Karena Eloise pun sibuk dalam karirnya di dunia bisnis, menggantikan sang papa. Jadi, jarang ada waktu untuk Aldebaron. Tapi seperti itu pun, Aldebaron dulu sangat mencintai Eloise karena keluguannya dan kebaikannya. Namun, Eloise meninggalkan dirinya karena diambang Kematian.Sekarang, hatinya tertuju pada Laurence seorang. Ia memang sudah melupakan Eloise, tapi mungkin Eloise dan Laurence sudah ada tempatnya masing masing di hati Aldebaron.


" Waw, kelihatannya sangat enak ya baby. Aku mau makan dulu kamu juga makan" ucapnya penuh antusias


" Tentu. Makan yang banyak ya biar gemuk kaya banteng ckck" ejeknya


_______________


Sedangkan, disisi lain seorang Oktavia dengan Sanca, bertemu di cafe. Entah ada urusan apa, ataupun tidak sengaja mereka bertemu.


" Oktavia, ayolah dimana alamatnya rumah Laurence. Gue sangat cinta sama dia"


" Lo kenapa sih apa susahnya kasih tau alamat rumahnya. Kenapa lo selalu halangin gue buat deketin Laurence ha?" gumamnya lalu mencengkeram dagu Oktavia


" Gue emang gasuka sahabat gue di deketin sama manusia Casanova kaya lo. Dan juga pria kasar seperti lo " seru nya dan mengibaskan tangan Sanca yang mencengkeram nya.


Oktavia pun melangkahkan pergi meninggalkan caffe tersebut.


" Ah sial!! kenapa tuh cewe susah banget gue manfaatin!" gumamnya mengacak acak rambutnya


"Ketemu dia lagi, astaga. Kenapa si hidup gue selalu bertemu dia, apa jangan jangan gue jodohnya ya" seru Oktavia bergumam pada dirinya sendiri dan menggelengkan kepalanya, lalu mengetuk keningnya


" amit amit. Jangan sampai gue berjodoh sama makhluk astral itu. Yaelah, kenapa gue jadi gila gini ya kalau ketemu sama makhluk astral itu" ia bergedik ngeri sendiri membayangkan kalau ia berumah tangga dengan Sanca, pasti dipenuhi dengan drama Emak dan anak setiap hari


______________


" Indra, kamu hari ini lembur. Karena ada pengulangan laporan keuangan untuk satu bulan yang lalu "


"Baik pak, saya akan melaksanakan "


' Hari ini kerajaan ku banyak sekali. Capek sekali rasanya ingin berlibur satu hari saja,' batinnya mengeluh namun tidak dengan tangan dan bibirnya


Setelah Berjam jam lamanya, Indra melangkahkan kakinya keluar. Lalu tidak sengaja, ia bersenggolan dengan Sanca. Ya, Sanca memang berniat untuk mengecek perusahaan nya.


" Maaf, saya tidak sengaja" gumam Indra


" Lain kali, kalau jalan pake mata lo! Lo gatau ya siapa gue" gumamnya kembali merapihkan jasnya dan menyombongkan diri


" Saya ga tau siapa Anda. Memangnya anda siapa?Sombong sekali ckckc" sinisnya


" Gue itu ....."


Belum melanjutkan ucapannya, seseorang berjalan ke arah mereka berdua


" Tuan Muda, laporan keuangan satu bulan yang lalu sudah selesai" gumam sang Sekretaris.


" Baiklah saya akan mengecek nya terlebih dahulu" gumamnya tersenyum sinis pada Indra


Indra ketakutan, karena orang yang dia tantang adalah bosnya, ia takut dipecat. Karena, pusat uang untuk membiayai Laurence hanya lewat pekerjaan nya itu.Jika tidak, ia tidak bisa membiayai semua biaya untuk sang Adik.


" Ma...maafkan saya tuan Muda. Saya sudah lancang menabrak Anda, dan tidak sopan pada Anda. Maafkan saya Tuan. Saya berjanji tidak akan mengulangi nya lagi, asalkan anda tidak memecat saya" gumamnya sekali lagi


Masa bodoh lah dengan harga dirinya di hadapan bosnya. Yang terpenting ia tidak dipecat. Pikirnya


" Kali ini kau saya maafkan. Lain kali, kalau kamu menabrak saya lagi dan bersikap lancang seperti tadi. Saya tidak akan segan segan memecat kamu!" ancamnya dengan tajam dan mencengkeram dagu Indra.


Like nya yu. Like mu semangat ku🤗


bersambung....