Our Love Is Different

Our Love Is Different
Sama sama bahagia



Hari menunjukkan rembulan malam, melihatkan dua orang sejoli yang saling cinta, tetapi selalu tidak akur.


Mereka tidak henti hentinya berdebat karena masalah sepele.


" Om aku mau pulang, Abang pasti nungguin aku di rumah"


" It's okey, nanti sebentar lagi ya. Kamu mau lihat bintang ga?"


Laurence masih diam tak bergeming, alias telmi (telat mikir).Sehingga tangan Aldebaron gatal dan langsung menariknya.


"Kamu liat bintang yang ada disana" sambil menunjuk ke arah langit langit.


" Itu semua ciptaan tuhan sangat cantik, Tapi tak secantik wanita yang ada di hadapan saya ini" ucap nya sembari tersenyum tulus.


Laurence terus menatap mata Aldebaron, yang didalam matanya terlihat banyak harapan dan cinta untuknya.


Aldebaron menggenggam tangan Laurence, lalu ...


" Seperti cinta saya kepada kamu, cahaya rembulan tidak akan menghilang. Laurence dengarkan saya, saya cinta sama kamu. Kita jalani dulu saja hubungan kita seperti air yang mengalir, lalu setelah kamu selesai kuliah saya akan melamar kamu"


Sembari memegang tangan Laurence, Aldebaron menatap Laurence dengan mata penuh harapan, penuh cinta. Cinta yang selama ini tidak pernah lagi menguasai hatinya, pikirannya. Yang ada di otaknya hanya kerja dan fokus kerja. Tidak memikirkan wanita. Tapi entah kenapa saat dengan Laurence, wanita itu berbeda sangat polos dan barbar, namun terkadang aneh dan sangat galak.


Laurence tetap tidak bergeming, ia bingung..


dilema karena tidak tahu menahu tentang Aldebaron, pria itu misterius seperti menyembunyikan identitas nya. Tapi, selama ini ia mengenal Aldebaron, pria itu dikenalnya sangat baik, perhatian namun dingin dengan muka kayunya. Ya, hatinya bimbang ia sangat sangat bingung, tapi disisi lain, Laurence sangat mencintai Aldebaron sama besarnya. Bahkan mungkin lebih besar cintanya pada Aldebaron.


"Mau om, ayo kita jalani ini sama sama. Meskipun aku gatau om siapa, tapi aku tahu kepribadian om seperti apa. Aku juga sangat mencintai om"


Haduh, Laurence Laurence. Membuat rusak suasana romantis aja ya. memanggil am om am om.


Aldebaron melebarkan senyumnya, senyum yang selama ini ia tutupi. Tapi, Laurence sungguh sungguh sangat terpesona. Senyumannya itu lho... bikin siapapun terpesona. Wanita mana tidak yang tidak terpesona dengan kebaikannya, senyumannya, apalagi tampangnya. Benar benar amazing.


" Kamu sangat cantik baby. Jangan panggil aku dengan sebutan om lagi, karena itu sangat buruk" ucapnya


"Yasudah aku panggil om apa ya, apakah mas, Abang, kakak atau adek" sambil memikirkan idenya, Laurence terkikik keras karena mengucapkan kata 'adek'


Haha masa sebut orang yang diatas umur kita itu adek, benar benar ajaib itu si Laurence wkwk


Kembali dengan wajah datarnya, Aldebaron merajuk karena ucapan Laurence. Ia sungguh mengacaukan suasana yang ia buat agar seindah mungkin.


'Huh benar benar ajaib kuncrit kecilku'


" Ehm.. baby, kamu panggil aku sayang atau mas , atau honey saja ya" gumamnya kembali melebarkan senyum kesabaran nya.


"Sangat buruk, itu sangat alay. Aku kan masih gadis apaan panggil baby, kan kamu bukan bayi" seru Laurence bersungut-sungut.


"Ahaa... aku ada ide, apa panggil kamu kakak saya ya biar adil" seru Laurence


Aldebaron merenggut, ia sangat sangat kesal sekali. Masa dibilang kakak, kan dia bukan kakaknya. Sungguh tidak tahu romantis dasar, pikirnya.


" Aku bukan kakakmu baby. Tapi terserah apa katamu, aku nurut saja asal kamu nyaman baby"gumamnya mencoba bersabar


"Yasudah, aku panggil kamu kakak saja ya"


Obrolan mereka selesai, mereka kembali memutuskan untuk pulang. Hari ini benar benar hari bahagia bagi seorang Laurence Angelina dan Aldebaron Addison.


Saat sampai dirumah masing masing, maupun Aldebaron ataupun Laurence, mereka sama sama tersenyum sendiri dan berguling guling diatas ranjangnya. Lalu mereka tertidur dan membawanya ke alam mimpinya.


bersambung....