Our Love Is Different

Our Love Is Different
Anak dari Mrs Laura?



~**Happy readingđź’–đź’–đź’–**~


Laurence lagi lagi tidak mendapati nomor handphone Aldebaron yang sudah tidak aktif. Atau mungkin Aldebaron sangat sibuk, pikirnya. Kemudian Laurence akan menanyakan langsung hal ini pada Jack. Ia tidak ingin kecemasannya terungkap sudah oleh Aldebaron.


“Jack, apa kau tahu kenapa Aldebaron handphone nya tidak aktif?” tanya nya dibalik telfon


“Nona, Tuan sudah mengganti Nomor telfonnya” ucap Jack


“Apa kau tahu nomor baru Aldebaron Jack...” seru Laurence kembali tidak tenang


“Tentu saja aku tahu Nona, namun saat ini Tuan sudah berangkat ke kota kelahirannya untuk menetap disana Nona, ia ingin tidak diganggu lagi oleh Anda, ” gumam Jack panjang lebar


“Kenapa dia tidak mengabari aku sama sekali Jack?”


“Nona pikir saja kesalahan yang Nona buat hingga Tuan seperti saat ini. Dia sudah mengetahui Nona yang sudah bermain dibelakangnya!” ucap Jack sedikit tegas


Laurence terdiam, firasatnya sama sekali benar. Aldebaron telah mengetahui semuanya, hancur sudah hati Laurence mendengar kepergian Aldebaron yang sama sekali tidak menanyakan perihal kesalahan yang dilakukan nya. Ia berniat akan menjelaskan dan menyusul Aldebaron ke Coventry , dan meminta bantuan Mommy Laura untuk mencari tempat tinggal Aldebaron.


“Jack, aku tidak bermaksud untuk menghianati nya. Kendrick mengancam ku akan menghabisi Abang ku jika aku menolak permintaannya. Aku sungguh sangat tertekan saat itu Jack,..” seru nya dengan lirih


“Sebaiknya Anda selesaikan masalah Anda sendiri Nona, saya tidak berhak mencampuri urusan kalian”


“Aku boleh meminta alamat rumah Aldebaron?”


“Tentu Nona, saya kirimkan lewat via WhatsApp ya.”


“Thanks Jack”


'Aku harus meminta bantuan Mommy untuk mencari tahu keadaan disana dan alamat rumah ini ' batin Laurence


Bukan kebetulan, memang sudah takdir hari ini Laura akan berkunjung ke rumah Laurence yang sudah dianggap sebagai putri nya sendiri.


tok tok tok


Setelah membuka pintu, Laurence terkejut siapa yang datang


“Iya, ada a...pa?” ia terkejut membulat kan matanya dan langsung memeluk siapa yang datang tersebut.


“Mommy..” teriaknya berbinar binar


“Iya sayang, Mommy datang”


Seraya menyambut sang Mommy, Laurence akan memasak makanan terbaiknya, namun itu ditolak sang Mommy karena ia sudah memasakkan lebih dulu untuk makanan Mereka berdua.


“Mom, ayo duduk dulu. Apa Mom mau coffe atau teh atau apa?”


“Air putih saja Sayang... Mommy mau makan aja sama kamu berdua Nak, ”


“Yah... Laurence nya belom masak Mom, gimana dong?” seru Laurence dengan wajah penuh drama


“Kecuali kalau Mommy mau tungguin Laurence masak, ” seru nya dengan berbinar binar


“Gapapa sayang, kamu tidak perlu memasak itu akan mengotori tanganmu. Ohiya Mommy bawa makanan khas Inggris tau” ucapnya


“Laurence tidak enak Mommy sempatin datang kesini padahal jauh, dan Laurence akan menghargai makanan yang dibawa Mommy. Oh Ya? Mommy kesini sama siapa?” sebersit pertanyaan mengalir begitu saja di otaknya


“Cornish Pasty, khusus Mommy sendiri yang buatkan untuk mu Nak..” ucap nya dengan berbinar binar


'Sepertinya Mommy sangat bahagia jika menghabiskan waktu denganku, aku berjanji akan membuatnya selalu bahagia hingga dia menemukan anak kandungnya. Tapi rasa ini sungguh aneh, aku tiba tiba begitu saja dekat dengannya. Dan seperti ada gelenyar aneh yang selalu membuatku ingin terus menerus menghabiskan waktu dengan Mommy Laura..'


batinnya


“Waw, aku tidak sabar makan masakan Mommy, keliatan nya enak sekali ya. Dih mataku jadi ngiler deh gak sabar..” seru Laurence dengan antusias


“ Yasudah tunggu apalagi, cepat kamu ambilkan piringnya untuk kita makan bersama”seru nya


“Untuk Mommy ku tersayang, apa sih yang ngga, ” seru Laurence dengan genit mengedipkan sebelah matanya


pluk


“Kamu ini! Sudah cepat Mommy sudah laper” seru Laura lagi


“Eh tunggu tunggu, Mommy belum menjawab pertanyaan ku yang tadi ya. Mommy kesini sama siapa?” tanya nya dengan menyelidik


“Tentu saja sendiri, Ehm maksudnya sama Asisten Mommy tapi dia sedang di rumah saudaranya dan dia akan menunggu Mommy hingga pulang dari sini” seru Laura panjang lebar


“Tapi Mommy ingin menginap disini ” lanjutnya lagi dengan mata berbinar binar


“Mommy tidak boleh tinggal dengan anak perawan, karena nanti Mommy makin sayang dengan anakmu ini” seru Laurence dengan terkekeh


“Perawan itu apa nak?” tanya nya dengan polos


“Ehm, maksudnya apa ya?Oh iya, perawan itu anak bayi gede yang masih virgin. Gitu kalau bahasa Inggris nya mah, kalau di Indonesia namanya perawan Mom, ” seru Laurence panjang lebar


“ Ooooooooo gitu ya. Mommy juga sering ke Indonesia tapi belum hafal bahasa nya hehe” ucapnya dengan menggulung mulutnya mengucapkan huruf O dengan panjang dan terkekeh


“Hehe, Laurence ke dapur dulu ya. Udah laper banget, Mommy ajak Laurence ngobrol terus ah..” cerocos nya dengan menggerutu


Mereka menikmati makanan khas Inggris itu dan dalam keadaan tenang, Laurence mengikuti Laura yang memang tenang saat sedang makan, tidak ingin berbicara tidak seperti Laurence yang selalu balelol panjang lebar jika sedang dalam keadaan apapun. Sebenarnya itu juga diajarkan dalam Islam kalau makan itu tidak boleh sambil berbicara, ada baiknya juga Laurence mengikuti tingkah laku Mommy nya seperti saat sekarang ini.


“Oh iya Mom, Laurence mau nanya boleh tidak?” seru nya setelah menghabiskan piringnya.


UPS salah maksudnya makanan nya


“Tanya aja, ”


“Apa Mommy mau nganterin aku ke Coventry, dan mengantarkan aku ke alamat xxx ini?” tanya nya dengan muka cute nya.


“ Apasih yang ngga buat anak Mommy ini...” seru nya menuruti kata kata Laurence dan mereka tertawa bersama.


Hari untuk menyusul ke kediaman istana Keluarga Addison


“Mom, sudah siap belum?!” teriaknya lantang


“Belum, sebentar lagi lima menit” teriaknya dari balkon atas


'Aduh ini emak emak dandanannya melebih anak muda terlalu lamaaa makkkkkkkk' keluhnya di dalam batin.


“Apa kau sudah siap nak?” tanya nya saat turun dari tangga


“ Tentu saja. Aku sudah menunggu Mommy setengah jam lebih pegal kaki ku ini. Kita seperti ingin melamar saja...” gerutu nya kesal


“Hahaha maafin Mommy nak, kalau di Inggris memang begini, nanti kita akan dipandang sebelah mata kalau kita tidak baik dalam fashion. Apalagi oleh keluarga bangsawan..” jelas nya


“Apa Mommy juga kaum bangsawan?” tanya Laurence


“ Mommy hanya orang biasa, namun mendiang suami Mommy adalah keturunan bangsawan, ” terangnya kembali mengingat kenangan nya dengan suaminya yang telah lama meninggal itu akibat kepergian putrinya.


“Apa anak kandung Mommy adalah anak satu satunya dari kalian?” tanya Laurence semakin penasaran


“Tentu saja, dia sumber kebahagiaan kami. Aku tidak menyangka orang kepercayaan ku menculik nya dan menyerahkan apda orang lain. Entah pada siapa”


__________________


Tiba di kediaman Addison


tok tok tok


“Bi, cepat bukakan pintunya. Sepertinya ada yang bertamu” ujar wanita paruh baya itu yang memang adalah Mommy dari Aldebaron.


“Baiklah Nyonya, saya akan membukanya”


“Nonya, maaf ada yang ingin bertemu dengan Tuan Muda, ” ucap pelayan tersebut


“Siapa?” tanya nya


“Kelihatan nya wanita cantik itu masih muda, Namun bersama dengan Mrs Laura, Desainer ternama itu Nyonya.” jelasnya panjang lebar


“Tuan muda sedang mengurung diri di kamarnya. Aku akan menemuinya ” ucapnya


Dengan melenggangkan kakinya keluar Rumah, ia menatap intens wanita yang ada di hadapannya saat ini.


'Kelihatan nya wanita ini seperti orang orang disini, namun dari pakaiannya seperti tidak mencerminkan bangsawan. Oh tidak! apa mungkin dia anak Mrs Laura ya?' tebaknya di dalam hati


Laurence menyalimi tangan Mommy Aldebaron, dengan kaget Mommy Aldebaron mencoba untuk berpura pura terlihat baik.


“ Maaf Nyonya, apakah kak Disson ada?” tanya wanita itu dengan ramah


“ Kamu anaknya dari Mrs Laura?” tanya nya dengan melebarkan senyumnya


Jika memang iya anak dari Laura, ia pasti bangga mempunyai menantu yang terlihat baik seperti itu dan jika bukan, maka ia tidak akan merestui hubungannya sebelum jelas bibit, bebet, bobotnya.


“Tidak Nyonya, saya bukan anak kandung dari Mommy” seru Laurence dengan melebarkan senyumnya


Senyuman di wajah wanita paruh baya itu pudar, mana mungkin bukan Anak tapi menyebut dengan panggilan Mommy, pikirnya.


bersambung....


Jangan lupa like dan comment ya teman teman🌹