Our Love Is Different

Our Love Is Different
Aku ingin ke Indonesia?



Mansion Addison.


“Oh ayolah, kalian jangan terkejut, Aku masih putri kalian yang cantik dan manis” ujar wanita yang terlihat masih gadis itu dengan muka so cute nya.


“Citraaa kau sudah pulang nak?” Akhirnya sang Mommy menghamburkan pelukannya pada putri kesayangannya karena terkejut kedatangan putrinya yang tiba tiba tidak memberitahu nya.


“Surprise!!” Ucap nya seraya melebarkan senyum termanis nya.


“Oh Apakah kalian tidak merindukanku?” tanya nya pada kedua lelaki yang terkesan dingin namun sangat perhatian menurutnya.


“Tidak!” ujar mereka berdua bersamaan. Yang tak lain dan tak bukan adalah sang ayah dan sang kakak.


Namun ucapannya tidak sejalan dengan tindakannya, mereka berempat kembali berpelukan seperti thinky Winky dipsi Lala poooooo.


“Mommy akan membuatkan makan malam spesial untuk putri Mommy yang cantik ini” ujar nya gemas mencubit pipi sang putri, dimana sang empu nya merenggut kesal.


“Mom!Kau selalu mencubit ku. Kau tahu?! Keseringan aku dicubit oleh Mommy pipi ku jadi terlihat seperti ikan kembung” gerutu nya kesal.


“Memangnya kau anak ikan kembung?” tanya Mommy dengan sedikit menaikkan alisnya.


“Ya bukanlah, memangnya Mommy mau anak Mommy yang cantik ini menjadi ikan?!Tidak kan!” gumamnya.


“Sudahlah Cit, kau itu selalu membuat rumah ini seperti jalanan.Bising!” bentak Aldebaron sedikit risih karena kecemprengan suara adiknya.


“Kakak kau itu jahat sekali sih?! Kan suara ku memang dari lahirnya gini! Kalau kau mau protes kau bisa protes pada yang menciptakan ku!” ujar nya kesal lalu merebahkan badannya di sofa dan menyenderkan badannya yang terlihat letih itu.


“Yehh kau bisa mengubah suara mu menjadi seperti wanita elegan, kau kan putri dari keluarga Addison!” gerutu Aldebaron.


“Aku tidak bisa!Dan aku bisa nya menjadi diriku sendiri!” gumamnya menatap Aldebaron tajam dan melemparkan bantal sofa tepat di muka Aldebaron.


“Citra!Kau tidak bisa mencari gara gara denganku!Kau tahu? Lemparan mu tidak membuahkan hasil karena bukan buah!” ketusnya dingin lalu melenggangkan kakinya ke kamarnya karena sudah lelah berdebat dengan adik yang menurutnya menyebalkan.


“Mom, apakah kakak itu anak pungut ya?! kenapa dia selalu membuatku darah tinggi?” tanya nya pelan.


“Aku bisa mendengar nya Citra!!” teriak Aldebaron dari atas karena suara cempreng adiknya itu sangat keras menurutnya, tapi menurut Citra itu termasuk pelan wkwk.


“Shutt ah, kau ini! Jangan membuat keributan jika kau sendiri yang kalah dan ngomel ngomel!” ujar nya.


Kedua ibu dan anak itu yang memang dikatakan sebelas dua belas, mereka bercengkrama dan mengobrol. Hae Nul hanya bisa mendengarkan ocehan putrinya yang sudah lama ingin ia dengar, namun sekarang ia sudah bisa mendengar nya lagi yang menurutnya tidak bermutu tapi bisa membuatnya tertawa.


____________🐏🐏🐏_____________


Keesokan harinya, masih di kediaman Mansion Addison.


Hari ini, keluarga kecil itu tengah menikmati kebersamaan mereka di meja makan.Lalu ada yang membuka obrolan setelah mereka menyelesaikan makanannya.


“Mom, Dad, Aku akan ke Indonesia” ujar nya mengejutkan semua orang yang ada disana, termasuk sang Mommy.


“Apa kau sedang bercanda sayang?” tanya Mommy nya sedikit heran.


“Tidak Mom, aku hanya ingin mengurus perusahaan anak cabang yang ada disana. Bolehkan Dad, kak?” tanya nya dengan polos melihat satu per satu keluarga nya.


“Mau apa kau tiba tiba kesana?” tanya Aldebaron sedikit menyelidik.


“Emmm, aku hanya ingin disana saja, sekalian liburan. Karena disana suasana nya sangat enak dan aku seperti berlibur jika disana ” gumamnya tergagap sambil menggigit bibir bawahnya.


“Apa kau sedang tidak berbohong sayang?” tanya Dady Wufi menimpali setelah dari tadi ia diam.


“Tentu saja tidak. Aku tidak berbohong, jika kalian tidak mengizinkan ku yasudah.” Gumam Citra dengan wajah yang sedikit ditekuk.


Mommy mengkode kepada Daddy Wufi dan Kakaknya, Aldebaron. Kemudian Aldebaron berbicara mewakilkan.


“Kau boleh kesana diizinkan, Asalkan... ” gumam menggantung omongannya.


“Asalkan apa kak?” tanya nya dengan penasaran.


“Asalkan kau disana dengan Jack. Dan tidak ada penolakan!” tegasnya menghela nafas kasarnya.


“Ishh kau ini!Aku tidak mau bersama dia. Dia itu sangat dingin dan kaku tapi sangat suka mengaturku kak, apa kau ingin melihat adikmu cuma cuma pergi ke Indonesia karena tidak bebas?” gerutu nya dengan sedikit kesal mencoba membantah sang kakak.


“Tidak ada penolakan Citra, kau ini! Kau ingin bebas setelah kau bebas di kehidupan kuliah mu di LA? Sekarang kau ingin minta kebebasan apalagi Citra!” gumamnya dengan sedikit membentak karena adiknya selalu membantah perkataannya.


“Ya maksudnya jangan sama Jack juga kan?Kau tahu aku kan kak?Kau tau semua permasalahan ku dengan Jack mu itu!” bisiknya di telinga Aldebaron dengan sedikit menggerutu.


bersambung....


Jangan lupa Like dan comment ya. Like mu semangat ku✨