
New York.
Wanita paruh baya tengah sibuk kembali dengan aktivitas nya merancang gaun gaun. Beberapa hari ini ia selalu disibukkan dengan pekerjaannya, hingga tidak sempat menjenguk anaknya, lebih tepatnya sudah dianggap sebagai anaknya.
“Bagaimana?Apa sudah ada perkembangan?” tanya wanita paruh baya itu tanpa melihat ke arah orang suruhannya.
“Belum Mrs, saya masih mencari lagi. Belum ada sedikit keterangan, ” seru nya dengan sedikit takut
“Baiklah, kau terus cari saja lebih dalam. Aku ingin benar benar bisa bertemu dengan putriku sebelum ajal ku tiba.” Gumamnya dengan mantap.
'Ya, aku harus bertemu dengan putri kandungku sebelum aku meninggalkan dunia ini. Namun jika Tuhan tidak memberiku kesempatan itu, aku akan menyerahkan semuanya termasuk kasih sayangku pada Laurence, ' batinnya bergumam dengan mantap.
“Baik Mrs, saya akan melakukan sebisa saya hingga menemukan Nona Muda.” Sahutnya.
__________🌹🌹🌹_________
Aldebaron kini akan terbang ke Cambridge, untuk menyusul Laurence dan menemuinya.
Hingga wanita paruh baya itu mengerutkan keningnya melihat Aldebaron membawa koper.
“Mau kemana lagi kau Disson?” tanya nya dengan penasaran.
“Mom tidak perlu tahu” jawabnya dengan cuek.
Namun apa daya, jauh di lubuk hatinya ia tidak ingin durhaka pada Mommy nya mengingat apa yang pernah ia dengarkan dengan Laurence saat mendatangi Maulid Nabi saat itu.
Terpaksa, ya terpaksa agar Mommy nya tidak seenaknya padanya lagi seperti saat itu. Dia hanya diam dan diam.
“Kau tidak bisa bicara seperti itu pada Mommy!” bentaknya dengan sedikit emosi.
“Apa mommy bisa bicara seperti itu denganku? Lihatlah, Mommy sendiri yang berbicara seperti ini padaku.” Gumam Aldebaron tanpa menghiraukan Mommy nya menaikkan kopernya ke atas mobil.
“Tunggu Son, Kau kan sudah berjanji untuk bertemu anak teman Mommy, kenapa kau seperti ini sekarang!” bentaknya dengan sedikit kesal.
“Aku seperti ini karena kebohongan Mommy!Mommy tau aku tidak suka kebohongan. Dan Mommy pikir aku bodoh, tidak tahu kedatangan Laurence saat itu!” dengan kadar emosi yang diambang tinggi, ia sedikit membentak Mommy nya tidak sengaja.
“Ya Mommy akui Mommy salah. Dan itu sudah berlalu sayang, ayolah kau ikuti kemauan Mommy untuk bertemu dengan Stefanie, ” Sahutnya dengan memelas memegang lengan Aldebaron.
Aldebaron menghempaskan tangannya, ia tidak mau berdebat dengan Mommy dan itu akan membuatnya semakin emosi.
Dengan melajukan kendaraannya, Mommy nya kembali berteriak namun tidak bisa didengar oleh Aldebaron.
“Lihat saja apa yang akan Mommy lakukan pada wanita itu!” teriaknya dengan kencang.
Ha Neul langsung menelfon orang suruhannya di Cambridge, mata mata yang selalu mengawasi gerak gerik Laurence.
“Cepat lakukan seperti yang ku perintahkan!” gumamnya dengan sedikit tegas pada orang suruhannya di balik telfonnya.
“......”
'Lihat saja!Aku akan membuatnya merasakan seperti Eloise rasakan hingga saat ini!' seringai nya dengan licik.
__________☁️☁️☁️_________
Addison Hospital.
Ya, seperti yang ada di pikiran Laurence, sahabatnya kini melepas jabatannya setelah perihal kejadian kemarin.
Kini Laurence lega, konflik yang lama dengan Raka, telah terselesaikan.
Namun saat ia sedang makan siang, tiba tiba dari belakang nya membuat ia terhuyung terkulai lemas.
Tiba tiba ada yang menyuntiknya hingga ia tidak sadarkan diri.
“Cepat!Bisa ketahuan kalau kita telat. Lihatlah banyak orang yang akan berdatangan sebentar lagi!” gumam pria berpakaian hitam itu kepada temannya.
“Ya Ayo!”
Dua orang berpakaian hitam itu kemudian membawa Laurence dengan mudahnya pada Mobil hitam didepan.
Saat itu pula, saat Aldebaron telah tiba melajukan kendaraannya melewati jalan tersebut. Aldebaron tidak melihat nya, karena sibuk merindukan Laurence karena sebentar lagi ia akan ke tempat kerja Laurence.
Setelah tiba di Addison Hospital, semua orang membungkuk hormat pada pemilik Rumah Sakit ternama di Cambridge tersebut.
“Maaf Tuan Aldebaron, sedang mencari siapa?” tanya seorang Dokter cantik itu dengan ramah.
“Aku ingin mencari kekasihku, ” Sahutnya santai tanpa memperhatikan wanita yang terkejut menatap kagum pesona Aldebaron tersebut.
'Ternyata Tuan Aldebaron sudah mempunyai kekasih. Dan kekasihnya mungkin sedang disini, aku harus mundur.' Batinnya putus asa setelah mengetahuinya.
Ia masuk ke dalam ruangan Laurence, namun tidak didapati Laurence di ruangannya. Ia mencari kesana kemari namun tidak menemukannya.
Langsung ia menelfon kekasihnya dengan masih fikiran positif.
tenonet.. tenonet ..
'Ko tidak diangkat sih, Ayo dong baby. Kau kemana?Jangan sampai aku memikirkan yang tidak tidak. Ya, aku harus berpikir positif seperti yang ustadz Danu bicarakan.' Batinnya khawatir,cemas namun berperang dengan otaknya seolah tidak boleh berpikiran buruk, karena itu akan terjadi kepada kita jika kita berpikiran buruk.
'Sial! Sudah beberapa kali aku menelponnya. Aku harus mencari tahu dan menelfon anak buahku!'
tenonet tenonet ...
“Hallo Geon, kau harus menemukan Laurence ku!” tegasnya pada seseorang di balik telfon itu.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya 🌹