
Setelah kejadian itu, ia mengacuhkan sang Mommy dan tidak ingin amarahnya kembali keluar.
“Sayang, maafkan Mommy. Mommy tidak sengaja melakukan nya pada Laurence. Kau jangan diamkan Mommy begini Disson, ” seru Ha Neul dengan berkaca kaca mengejar putranya.
Seolah tidak ada, Aldebaron tidak menggubris perkataan Mommy nya. Ia hanya masuk ke ruangan Laurence tanpa menoleh Mommy nya yang berkaca kaca.
'Sial!Aku harus bagaimana? Jika Disson sudah begini bagaimana dengan wanita pilihanku?' batinnya meratapi bagaimana kedepannya jika anaknya terus mendiamkannya.
***
'Maafkan aku Mom, aku tidak ingin kau terluka dengan perkataan ku.' Batinnya menyesal karena ia sudah berdosa pada Mommy nya.
Sebelum masuk ke ruangan Laurence, ia mendengar lantunan merdu Kalam illahi dan pintunya sedikit terbuka. Dengan penasaran, Aldebaron melihat ke arah itu karena sangat membuatnya terkagum dengan lantunan merdu itu.
Dilihatnya, disana nampak seorang wanita tengah melantunkan ayat suci Al-Quran dengan tulus disamping kekasihnya yang tengah terbaring koma disana.
Semakin mendekat, hingga pintu itu tertabrak menimbulkan sang empu melihat ke arahnya.
“Ada apa Tuan?” tanya wanita itu dengan sedikit menaikkan kedua alisnya melihat pria yang tengah menatapnya.
“Emm, maaf Nona saya salah kamar. Ya, saya salah kamar” Sahutnya dengan tergagap dan langsung meninggalkan wanita itu.
Malu, tentu saja malu seorang berpengaruh di Eropa salah kamar rawat. Ia bukannya tanpa sengaja salah kamar, namun ia terkagum dengan lantunan merdu itu.
Tanpa pikir panjang dan menurunkan sedikit gengsinya, ia kemudian berbalik lagi karena penasaran dengan suara itu.Lantunan yang didengarnya.
tok tok tok
Wanita itu menghentikan bacaannya, kemudian membuka pintu.
“Ya ada apa lagi Tuan?” ucapnya dengan melebarkan senyumnya, sepertinya orang Indonesia karena terlihat dari keramahan dan perawakan nya, pikir Aldebaron.
“Maaf Nona?Tadi kau sedang bernyanyi apa?Sepertinya aku tidak tahu dan akan mempelajari nya karena sangat bagus” ucap nya dengan polos.
Membuat wanita itu terbahak bahak karena kepolosan pria dihadapannya. Ia kemudian bergumam.
“Tuan, itu bukan musik ataupun apa. Itu hanya lantunan Kalam illahi, atau biasa disebut dengan lantunan Al-Qur'an, bukan lagu Tuan. Apakah Anda tidak mengetahui agama Islam?” tanya nya dengan sedikit penasaran, mungkin pria dihadapannya ini Non-muslim, pikirnya.
Aldebaron hendak menuruti perkataan wanita itu, dan mereka bercengkrama.
“Iya Nona, maaf saya tidak tahu menahu tentang Islam, jadi saya gak tahu. Saya kira itu lagu, jadi bisa mempelajari nya karena sangat bagus dan merdu.” Gumamnya dengan ramah.
“Ohya?Hahaha Anda sangat polos sekali. Itu adalah bacaan Alquran, kitab suci umat Islam. Dan banyak sekali faidah nya, termasuk membuat orang itu bisa kembali sadar, termasuk kekasih saya. Saya berusaha meminta kepada Allah dan membaca Alquran agar kekasih saya segera tersadar dari komanya” Jelasnya panjang lebar dengan sendu.
Aldebaron semakin kagum dibuatnya, ia tidak menyangka di dalam Islam banyak sekali pelajaran yang ia dapat hingga sedikit sedikit ia bisa belajar sebelum masuk Islam. Dan tentunya, kini bisa membuka kembali hidayah dihatinya dan bertekad agar bisa berpindah keyakinan.
“Ternyata Islam sangat unik ya Nona, bahkan saya terkagum dibuatnya. Nona jangan sedih, seperti ucapan Nona. Kekasih Nona pasti akan segera sadar karena Nona selalu berdoa pada Tuhan, ” gumam Aldebaron hingga membuat wanita itu tersadar dan melebarkan senyumnya.
“Terimakasih Tuan, semoga setelah ini Anda diberikan hidayah. ” Seru wanita itu dengan tulus.
Dan seorang Dokter, keluar dari ruangan kekasih wanita itu.
“Dengan Nona Resa?” tanya nya ke arah wanita itu.
“Ya, saya Dok. Ada apa?” tanya wanita itu.
“Tuan Devon, telah sadar Nona. Dia memanggil nama Anda.” Gumam Dokter itu dengan melebarkan senyumnya.
“Benarkah Dok?Apa itu benar?” tanya wanita itu dengan berbinar binar.
“Benar Nona, seperti nya ini sebuah keajaiban. Tuan Devon telah sadar setelah ia tertidur lamanya dari enam bulan. Dan kini ia telah dinyatakan sembuh total, dan luka di tubuhnya sembuh hanya saja ia harus kembali menggerakkan tubuhnya agar ia bisa segera pulang.” Jelas Dokter tersebut dengan melebarkan senyumnya.
“Bagaimana bisa Dok?” timpal Aldebaron karena mana mungkin orang yang tengah koma sekian lamanya bisa tersadar dengan keadaan yang dikatakan baik baik saja.
“Benar Tuan Muda. Ini sebuah keajaiban, dan Tuan Devon mengalami penyakit kanker namun kini penyakit itu sudah tidak ada lagi. Dan Tuan Devon sudah di nyatakan sembuh, ” imbuh Dokter itu dengan melebarkan senyumnya.
'Ternyata benar ucapan wanita itu, berdoa bisa menyembuhkan penyakit apapun dan itulah kekuasaan Tuhan disertai dengan membaca Alquran. Ini benar benar sangat diluar nalar, aku semakin yakin berpindah keyakinan.' Batin Aldebaron dengan menatap Dokter itu.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya 🌹