
Pertengkaran sengit itu terjadi lama, hingga mereka berdua saling memukul, mencubit hingga mengguling guling di atas ranjang Laurence.
Laurence menghentikan aksinya, ketika merasa kalah digelitik oleh Aldebaron tak kenal ampun. Hingga, Laurence tertawa lepas karena merasa geli.
"Hentikan om!" dengan nafas tersengal sengal.
Seperti tidak puas, Aldebaron terus menggelitik Laurence tanpa ampun.
"Om Henti... Bwuahahahaa..." ucapan nya terpotong karena terus tertawa
"Hah, bilang ampun tidak gadis kecil!"
" Ampun suhuuuu, ampun kan hamba yang Mulia Pangeran" seru Laurence sambil mendekatkan dua jarinya hingga membentuk huruf v.
"Oke, kali ini saya ampuni kamu. Awas kamu cari gara gara lagi sama saya. So sokan mau nyerang saya lagi! badan segede semut juga" gumam Aldebaron merenggut
" Iya om.. ampun" sambil membentuk jari hingga berbentuk v lagi.
Setelah Aldebaron melangkahkan keluar dari kamar Laurence, Laurence sengaja membanting bantal hingga sampai pada kepala belakang Aldebaron.
"Upps.." seru Laurence sambil menutup mulutnya memakai tangan
" Kau!!!" gumam Aldebaron dengan nada sedikit menyentak
satu.....
dua ...
tiga....
"Kabur ......." teriak Laurence
Haha tidak kapok kapok nya ya si Laurence itu wkwk
" Awas kamu kuncritt!" Lantang Aldebaron menggema hingga ada barang satu yang jatuh.
_____________________
Seorang wanita duduk termenung di kelasnya, enggan untuk makan istirahat di kantin. Ia sendiri galau, karena sudah satu bulan lebih sahabatnya tidak ditemukan, dan tidak ada jejak sama sekali.
"Ren, lo dimana si? cepet balik Ren, gue kangen banget sama lo!" seru Oktavia galau
Karena teman barbarnya tidak ada kabar sama sekali hingga saat ini.Tanpa sepengetahuannya, ternyata Laurence telah tiba di Rumah kakaknya. Tepatnya rumah orangtua nya yang dulu.
tak tak tak
suara sepatu sneaker memasuki kawasan rumah sederhana yang ada di kota J.
tok tok tok
" Assalamualaikum" seru Laurence
"Assalamualaikum" seru Laurence lagi
Aldebaron masih setia mendampingi Laurence disana, hingga ia menaikkan salah satu alis nya karena merasa penasaran
" Entahlah om, mungkin tidak ada orang dirumahnya" seru Laurence
" oke om, jadi aku kemana nih?"
" ke Apartemen, atau ke kan,..."
Laurence memotong ucapannya ketika ia dipelototi oleh Aldebaron
" Kamu di apartemen aja, nanti siang saya jemput kamu"
Mereka kembali melajukan kendaraannya dan kembali mengantarkan Laurence ke apartemen dulu.
____________________
" Huh.. melelahkan, Tuan telat sekali tidak seperti biasanya. Aku jadi handle meeting nya." ucap Jack sembari menghela nafasnya
Tidak disangka, ternyata dibelakang Jack..
" Bicara apa kau Jack"
"Tidak Tuan, saya tidak bicara apa apa.Saya hanya bicara dengan Handphone, ya dengan Handphone" gumam Jack gelagapan
"Oke Jack, bacakan jadwal saya hari ini"
" Hari ini cuma bertemu dengan Mr. Devon tuan membahas kerja sama membangun proyek cabang di kota S Tuan,"
" Oke Jack, kosongkan jadwal siang saya hari ini, Saya ada urusan penting siang ini " gumam Aldebaron
"Siap Tuan"
__________________
Di tengah hotel berbintang lima yang ada di kota J, pria itu sedang beradu cinta dengan wanitanya. Bisa kalian tebak siapa dia?
Ya, dia adalah Sanca Pratama. Fans berat Laurence yang sangat sangat menyukai Laurence. Dalam keadaan mabuk, pria itu terus menggumul wanita nya tanpa ampun
" Faster baby, Laurence! kamu sangat pandai sekali" gumam Sanca yang merasa diatasnya adalah Laurence
Tentu saja bukan, karena Laurence sekarang sedang berada di apartemen. Laurence sedang memakan cemilan sambil menonton drama Turki. Ya, dia sangat menyukai drama drama Turki, karena jujur sangat seru sekali.
" Aduh,.. Leyla! kenapa kamu ga menghindar sih! dasar sial sial!" seru Laurence sambil mengetuk ngetuk handphone nya karena terasa kesal
Saat waktu menunjukan tepat pukul 12.00, Laurence tidur dan lupa akan kepulangannya ke rumah. Dan Aldebaron pun, hingga saat ini belum tiba di apartemen. Aldebaron terpaksa belum menjemput Laurence karena meeting dipercepat hingga Ia tidak sempat menjemput Laurence.
ya, gapapa lah orang Laurence nya juga sedang tertidur pulas wkwk
Laurence tertidur dengan mulut menganga sampai sampai di mulutnya masih ada makanan yang belum masuk ke dalam mulutnya. Ada ada saja dasar Laurence.
*******
Seorang pria tengah menunggu kedatangan adik kesayangannya karena ada orang yang menelfon akan segera pulang di waktu siang. Jadi ia terburu buru pulang dan izin pada atasannya agar pulang cepat. Ya, dia harus menyelesaikan beberapa laporan keuangan dulu, baru ia diberi izin pulang cepat.
Sampai rumahnya, pukul 12.30 Babang Indra pun melangkahkan masuk ke dalam rumahnya, dan tidak terlihat tanda tanda ada orang yang mencoba untuk masuk.
Indra melihat arah jam tangannya, kemudian ia mondar mandir menunggu kehadiran adiknya. Namun, yang ditunggu tunggu ternyata sedang tertidur sambil ngorok.
Benar benar, Laurence tidak ada akhlak ya sobat readers wk