Our Love Is Different

Our Love Is Different
Ingin memelukmu



Tiba di kota Cambridge, wanita cantik itu memandang kagum pemandangan kota yang ada dihadapan nya. Ia pertama kali menginjakan kaki di LN, ia terkagum kagum karena memang sangat bersih dan tentram damai orang orangnya.


Ia segera menanyakan alamat Apartment yang ditujunya.


Pakai bahasa Indonesia aja ya, maaf author nya gabisa bahasa Inggris hehe. Anggap aja ini beneran bicara dengan orang Jerman


“Maaf Mrs, apakah anda tahu alamat nya Apartemen Old Towne Village?” tanyanya


“Anda bisa memakai jasa taksi online dan dari sini ke arah barat ucapkan saja apa yang anda tuju” ucap wanita bule tersebut menjawab nya dengan ramah


“Oke. Thanks Mrs”


Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. kemudian meninggalkan Laurence


“Haduh!Ribet amat ini jalan ya. Aku bisa oleng sampai sampai di apartemen mengingat jalan yang rumit ini” seru Laurence


Setelah melihat ada taksi di depan, ia kemudian menaiki taksi tersebut dan memakai headset nya.


“Sudah sampai Nona” gumam sopir taksi tersebut kepada Laurence


Sedangkan Laurence, ia tidak ngeh dengan ucapan pria tua tersebut. Ia acuh tak acuh saja mendengar earphone dengan mengkomat Kamit mulutnya seakan ia sedang berada di dunia nya sendiri.


“Nona, apa kau tidak mendengar ku. Anda sudah sampai Nona!” gumam Sopir tersebut sedikit mengeraskan volume suaranya


“Hehehe, ohiya pak terima kasih. Ini ongkosnya” seru Laurence dengan cengengesan karena merasa bersalah


'Sepertinya bukan dari sini. Tapi wajahnya seperti orang Eropa ck'. batin pria tua tersebut


********


“Sial! Kenapa kau tidak bilang padaku kalau Laurence sudah meninggalkan Indonesia!” lantang pria itu yang tidak lain adalah Raka Abimanyu. Yang selama ini mengejar Laurence selama dua tahun ini namun tidak digubris oleh Laurence.Raka tidak menyerah dan semakin tergila-gila karena sikap jual mahal Laurence.


Raka pun memang tidak tahu menahu tentang keberangkatan Laurence yang tiba tiba. Ia memang tahu Laurence akan melanjutkan S2 nya di University Harvard , namun ia tidak menyangka Laurence akan secepat ini meninggalkan Indonesia.


Pria itu kemudian meneguk wine yang sudah tersedia di dalam gelasnya. Ia meneguk gelas itu hingga sampai sepuluh gelas. Sehingga pria itu meracau tidak jelas dan memarahi Asisten nya yang tidak becus mengawasi gerak gerik Laurence meskipun Raka saat ini sedang keadaan tidak sadar.


“Kau!Apa kau tahu perjuangan ku selama dua tahun ini sia sia mendapatkan cintanya. Dia berbeda sekali dan tetap mengabaikan ku hingga saat ini. Hatiku sangat hancur jika melihat dia bersama pria bedebah itu!” ujar Raka menunjuk nunjuk sang Asisten dan tersedu-sedu menangis.


Raka bukan lemah, tapi memang ia telah capek selama ini dan mengeluarkan uneg-uneg nya dihadapan Asisten nya. Cinta memang tidak dipaksa, dan mungkin ia berada pada cinta yang tidak terbalas. Lebih sakit dari patah hati, cinta tak terbalas memang sangat membuat hati tercabik cabik. Sangat sakit sekali lebih sakit dari ditusuk jarum dan ditembak pistol.


Selama ini hanya Asisten nya lah yang menemani pahitnya Raka mengejar Laurence. Bukan salah Laurence memang, ia salah melabuhkan hatinya pada wanita yang jelas jelas sudah memiliki pria yang sangat sempurna. Sang Asisten sudah menasihati Raka berkali kali, namun balasan yang dia dapatkan hanyalah bentakan dan sekali sekali bogem mentah karena telah berani mencampuri urusan cintanya. Ia tidak berani lagi Jika terus terusan seperti itu untuk menasihati Raka. Tetap saja keras kepala, pikirnya. Mau tidak mau sang Asisten hanya tunduk saja dan tidak berani menasihati Tuannya Lagi.


“Tuan, Tuan.Anda sangat bodoh sekali, begitu banyak yang mengejar mu tapi kau sangat bodoh terobsesi pada wanita yang sudah memiliki pria. Kau sungguh sangat bodoh Tuan” ucap nya dengan lantang yang memang tidak dihiraukan oleh Raka yang sedang mabuk berat.


Raka terus terusan meracau akan melenyapkan Aldebaron jika ia benar benar tidak mendapatkan hati Laurence. Ia berniat akan membunuh Aldebaron jika tidak mendapatkan Laurence. Jika ia tidak dapat maka Aldebaron pun tidak akan mendapatkan Laurence, pikirnya.


_____________________


Aldebaron tetap tidak fokus karena biasanya hari harinya ditemani oleh Laurence saat saat tertentu. Sepeti saat makan siang, dan pulang bersama. Biasanya keduanya saat disela-sela kesibukan nya, keduanya tetap menjaga hubungan cintanya hingga harmonis hingga saat ini. Pria itu tertunduk lesu mengingat kepergian Laurence.


*********.


Ditengah tengah hiruk pikuk kota itu, wanita paruh baya itu sedang mencari suasana baru sekaligus menyelesaikan mendesain gaun yang ada di cabang kota Cambridge .


Tiba tiba,


“Sorry Miss, I accidentally bumped into you”


(Maaf Nona, saya tidak sengaja menabrak Anda) ucap wanita paruh baya itu yang tidak lain adalah Laura dan wanita yang ditabrak nya adalah Laurence.


“Okay. No problem ma'am”. Jawab Laurence seraya melebarkan senyum tulusnya


Wanita paruh baya itu hatinya berdebar, seakan melihat Laurence ada ikatan batin yang luar biasa, namun ia menepis pikiran itu. Dan kembali mendekati Laurence seolah ada magnet tersendiri untuk mendekati Laurence.


Kita bake bahasa Indonesia aja ya


“Maaf Nona, apakah saya bisa berteman dengan anda?” tanya wanita paruh baya tersebut


“Tentu saja ibu. Saya sedikit ada waktu luang karena memang tidak ada kuliah hari ini” ucap Laurence tersenyum tulus kepada wanita paruh baya tersebut.


Mereka kemudian mencari cari tempat agar bisa menikmati obrolan mereka.


“Apakah kamu kuliah disini Nona?” tanyanya setelah sampai di Restaurant tersebut.


“Hmm, iya bu, saya melanjutkan S2 saya disini”


“wah hebat sekali kamu Nona. Apa memang kamu Dokter?”


Laurence mengangguk, dan menjawab pertanyaan wanita paruh baya tersebut.


“Iya bu. Saya memang Dokter anak di Indonesia. Namun saya ingin melanjutkan kembali pendidikan saya disini menjadi Dokter Spesialis Anak yang baik” ucapnya


“Apa kau asli orang Indonesia?” tanya wanita paruh baya itu


“Tentu saja. Saya dilahirkan di Indonesia, namun saat saya di usia 10 Tahun, kedua orangtua saya meninggal dalam pesawat” seru Laurence kembali memperlihatkan kemurungan wajahnya karena memang sedih jika mengingat kembali kedua orangtuanya.


“Oh maaf Nona. Saya tidak bermaksud mengungkit masa lalu Anda. Maaf apakah saya boleh memelukmu Nona?” ucap wanita itu karena memang merindukan seorang putrinya yang sudah lama menghilang dan mungkin sekarang pasti sudah seumuran dengannya.


Tidak tahu saja si ibu kalau itu anak kandung nya sendiri ckck


“Boleh, tentu saja boleh. Aku memang sangat merindukan pelukan ibuku” seru Laurence tersenyum kecut


bersambung...


Maaf ya jika ada kesalahan tulisan atau typo hehe.


Jangan lupa like dan comment ya, salam sayang author kepada pembaca 🌹