Our Love Is Different

Our Love Is Different
Berkencan



Dua orang itu seperti sepasang kekasih yang sedang malu malu kucing saat orang orang menyebutnya pasangan yang romantis, sangat cocok, dan lain lain.


Mereka kencan menikmati pasar malam yang ada di kota J tersebut.Bercanda tawa menikmati apa yang mereka rasakan saat ini. Tidak ada pikiran sepi lagi yang Aldebaron rasakan, dan perasaan bosan lagi yang Laurence alami. Ya, mereka melengkapinya, dengan berkencan.


Dua orang itu berebut es cream rasa coklat yang hanya ada satu satunya pada pedagang tersebut, karena stok cokelat nya habis. Aldebaron, dengan wajah kesalnya terpaksa mengalah karena seseorang yang sangat menyebalkan itu terus bersandiwara, berpura pura menangis karena melihat Aldebaron yang terlihat tidak mengalah.


Daripada terlihat seperti orang keras kepala yang tidak mau mengalah di depan kekasihnya, apalagi seorang wanita. Dan banyak orang yang melihatnya, Aldebaron terpaksa mengalah.


" Lain kali bawa es cream rasa coklatnya yang banyak pak, biar saya borong sekalian sama bapaknya." gumam Aldebaron dengan wajah kesalnya melampiaskan kemarahan tersebut pada di bapak pedagang es


"Siap mas" singkat pedagang es tersebut


Aldebaron melirik kearah Laurence. Ya, si gadis kecilnya itu sedang menikmati es cream nya dengan tenangnya. Tanpa wajah dosanya. Dengan wajah menganga, Aldebaron seperti terlihat ingin sekali ia melahap es cream tersebut.


Laurence melirik ke arah Aldebaron, Ia tidak tega melihat raut wajah Aldebaron yang seperti terlihat kesal karena gara gara dia, Aldebaron harus terpaksa mengalah.


" Mau?" tanya Laurence menawarkan es cream nya sudah tersisa setengah badan lagi.


"Tidak! cepat habiskan saja es cream nya saya juga mau borong di minimarket!" gumam Aldebaron dengan raut wajahnya yang masih kesal


"Yaudah, kalo om tidak mau! aku mau habiskan saja es cream nya" dengan mendelik, Laurence lalu melahapnya lagi.


Mereka tiba di minimarket.Dan Aldebaron segera memborong es cream coklat tadi yang seperti punya Laurence


" Haduh om! kaya anak kecil aja borong es cream" ejek Laurence dengan senyuman jahilnya


"Suka suka saya lah! saya yang bayar! bukan kamu" gumam Aldebaron jutek.


'Haha wajahnya seperti anak kecil yang merajuk aja'batin Laurence menutup senyumnya dengan tangannya


Mereka melanjutkan kembali perjalanan nya setelah memborong es cream tersebut dan memutuskan untuk kembali pulang ke apartemen.


Suara mobil Rolls-Royce Sweptail itu tepat di garasi mobil, lalu mereka masuk.


"Saya sudah menemukan alamat kakakmu. Dan besok kamu akan saya antarkan."


"Siap bos!aku mau beresin baju dulu buat besok pulang ke rumah"seru Laurence dengan tangan dinaikkan di kepalanya dan hormat pada Aldebaron seperti pada bendera saja.


Mereka memasuki kamar masing masing.


Dan tidak ada kata 'satu kamar' ya, seperti pada novel novel umumnya


Suara bising kendaraan yang ada di kota J itu, tidak sama sekali mengganggu Laurence yang sedang asyik berkemah di alam mimpi.


Aldebaron terbangun, sayup sayup suara langkah kaki itu memasuki dapur. Setelah meminum air putih, Aldebaron kemudian menyipitkan matanya. Tak sengaja, melewati kamar Laurence yang masih tertidur pulas dengan posisi badan yang barbar.


Disini apartemennya ada 2 kamar ya readers, karena apartemen nya mewah yang dihuni Aldebaron itu.


Terus melangkahkan kakinya, masuk ke kamar Laurence dan segera membangunkan Laurence.


"Bangun! Ini sudah siang! katanya mau ketemu sama keluarga kamu! Ayo mandi dulu saya juga mau mandi dulu" teriak Aldebaron tepat di telinga Laurence


Belum bangun juga, Aldebaron menggunakan cara kedua, yaitu membangunkan dengan cara menggunakan Baskom dan membawa satu Drum.


Tok tok


dung dung dung dung


Seperti membangunkan orang sahur saja, hingga sang empu terbangun dari mimpi indahnya.


" Apa apaan si om kayu!! Aku lagi mimpi bertemu pangeran tampan juga!" seru Laurence dengan berkacak pinggang dan melotot kan matanya.


bersambung...