
Melanjutkan perjalanan bisnisnya, Aldebaron kemudian melihat lihat perusahaan nya yang ada di New York, Amerika Serikat.
Dughh!
“Maaf Mrs. Saya tidak sengaja” gumam Aldebaron dengan membantu wanita paruh baya itu berdiri dan menelisik wajah wanita paruh baya itu yang masih terlihat cantik diusia nya yang sudah berumur.
“Yes, No problem. I'm fine.” ucap wanita tua itu dengan terburu buru tanpa melihat wajah orang yang menabraknya, karena mungkin Asisten nya sudah terlalu lama menunggu nya.
“Sepertinya aku mengenal perempuan tadi. Tapi dimana ya?” tebak Aldebaron pada diri nya sendiri mengingat ingat apakah ia pernah bertemu dengan wanita tua tersebut.
“Aku tidak punya urusan memikirkan hal hal yang tidak penting.” gumam Aldebaron dengan acuh tak acuh.
Ting.
Ia melihat kebawah, dan ternyata terdapat gelang kaki yang terbuat dari berlian berwarna biru zamrud, dan seperti nya gelang kaki tersebut mempunyai pasangan nya.
'Ambil atau tidak ya.' batinnya dengan masih ragu karena tidak tahu pemiliknya siapa. Ataukah mungkin wanita paruh baya tadi, pikirnya. Namun Aldebaron tetap menyimpan gelang kaki tersebut, memasukkan nya ke dalam sakunya.
________.........🌫️
Di dalam ruangannya, Aldebaron ditelfon oleh sang Mommy.
“Son, kau harus pulang besok Nak. Mommy akan menemukan mu dengan anak teman Mommy” gumam sang Mommy di balik telfonnya.
“Yayaya. Aku akan kesana Mom, kau tidak perlu khawatir.” Ucap Aldebaron tanpa pikir panjang.
“Baiklah sayang, Mom tutup telfon nya ya.”
“Maaf Tuan, apakah ada posisi untuk sekretaris baru untuk membantu Tuan?” tanya sang Asisten yang memang memegang kendali di New York.
“ No Lex. Aku tidak membutuhkan itu. Aku hanya satu hari disini mengecek semuanya, dan akan ke Adisson Hospital.” Jelas Aldebaron dengan panjang lebar.
“Baiklah Tuan. Kalo gitu saya permisi keluar” gumamnya dengan membungkukkan sedikit badannya dan keluar ruangan.
“Sudah pukul dua siang. Aku harus segera mengecek Adisson Hospital” gumam Aldebaron pada dirinya sendiri.
Tidak terasa, ia telah sampai di *Melanjutkan perjalanan bisnisnya, Aldebaron kemudian melihat lihat perusahaan nya yang ada di New York, Amerika Serikat.
Dughh!
“Maaf Mrs. Saya tidak sengaja” gumam Aldebaron dengan membantu wanita paruh baya itu berdiri dan menelisik wajah wanita paruh baya itu yang masih terlihat cantik diusia nya yang sudah berumur.
“Yes, No problem. I'm fine.” ucap wanita tua itu dengan terburu buru tanpa melihat wajah orang yang menabraknya, karena mungkin Asisten nya sudah terlalu lama menunggu nya.
“Sepertinya aku mengenal perempuan tadi. Tapi dimana ya?” tebak Aldebaron pada diri nya sendiri mengingat ingat apakah ia pernah bertemu dengan wanita tua tersebut.
“Aku tidak punya urusan memikirkan hal hal yang tidak penting.” gumam Aldebaron dengan acuh tak acuh.
Ting.
Ia melihat kebawah, dan ternyata terdapat gelang kaki yang terbuat dari berlian berwarna biru zamrud, dan seperti nya gelang kaki tersebut mempunyai pasangan nya.
'Ambil atau tidak ya.' batinnya dengan masih ragu karena tidak tahu pemiliknya siapa. Ataukah mungkin wanita paruh baya tadi, pikirnya. Namun Aldebaron tetap menyimpan gelang kaki tersebut, memasukkan nya ke dalam sakunya.
________.........🌫️
Di dalam ruangannya, Aldebaron ditelfon oleh sang Mommy.
“Son, kau harus pulang besok Nak. Mommy akan menemukan mu dengan anak teman Mommy” gumam sang Mommy di balik telfonnya.
“Yayaya. Aku akan kesana Mom, kau tidak perlu khawatir.” Ucap Aldebaron tanpa pikir panjang.
“Baiklah sayang, Mom tutup telfon nya ya.”
“Maaf Tuan, apakah ada posisi untuk sekretaris baru untuk membantu Tuan?” tanya sang Asisten yang memang memegang kendali di New York.
“ No Lex. Aku tidak membutuhkan itu. Aku hanya satu hari disini mengecek semuanya, dan akan ke Adisson Hospital.” Jelas Aldebaron dengan panjang lebar.
“Baiklah Tuan. Kalo gitu saya permisi keluar” gumamnya dengan membungkukkan sedikit badannya dan keluar ruangan.
“Sudah pukul dua siang. Aku harus segera mengecek Adisson Hospital” gumam Aldebaron pada dirinya sendiri.
Tidak terasa, ia telah sampai di Adisson Hospital. Dikagetkan oleh sopirnya karena ia terbawa alam bawah sadar kenangannya dengan Laurence yang membuat pilu hatinya.
“Maaf Tuan, kita sudah sampai” gumam Sopir tersebut dengan suara cempreng nya.
“Ya” jawab nya singkat.
Melenggangkan kakinya masuk ke Rumah Sakit swasta yang sangat mewah dan fasilitas nya sangat komplit tersebut, tiba tiba....
brukk...
Menabrak seorang Dokter Cantik yang rambut nya diikat Cepol.
“Sorry, Saya tidak sengaja” ucap Wanita itu dengan lembut.
'Suara ini...' batin Aldebaron yang sudah lama ingin mendengar suara indah tersebut, yang nyatanya sekarang ada dihadapannya. Suara yang membuatnya selalu merindukan wajah dan semua tentangnya, tanpa berkurang suatu apapun.
“Kak Disson...” Seru wanita itu tercengang kaget menatap sendu pria yang ada di hadapannya yang selalu ia rindukan tiap detik nya.
Tanpa pikir panjang, wanita itu memeluk Aldebaron dengan tangis yang ada di wajahnya. Tangisnya terdengar sangat memilukan bagi setiap orang lalu lalang yang melewati kedua insan tersebut. Tangisan rindu, penyesalan, sayang, dan cemas bercampur menjadi satu. Kini ia tumpahkan semuanya di hadapan kekasih yang sudah lama ingin ditemuinya, namun ragu.
“Ya?” Sahut Aldebaron dengan dinginnya. Namun jauh di dalam hati kecilnya ia sangat rapuh, ingin membalas pelukan wanita yang ada dihadapannya. Namun otak nya menolak melakukan hal itu, sebelum ia mendengar sendiri kejujuran yang sudah mereka sepakati saat mereka memulai hubungan tersebut.
“Kau tidak merindukan ku kak Disson?” tanya Laurence dengan wajah sendu nya.
“Untuk apa merindukan mu” sahut Aldebaron dengan santai nya dan menghiraukan wanita tersebut pergi meninggalkan Laurence.
“Kak Disson, tunggu!” teriak nya lalu mengejar pria tersebut dengan cepat.
“Kak Disson, tunggu aku. Aku ingin menjelaskan semuanya” seru Laurence dengan tatapan sendunya memohon kesempatan kepada Aldebaron.
“Mau menjelaskan apa. Cepat sepuluh menit” ujar nya dingin dan datar. Persis saat pertama kali mereka bertemu, tidak ada hangat yang pernah ia rasakan selama ini.
“Pliss kak. Aku saat itu bukan menghianati mu. Aku hanya terancam oleh Kendrick, yang nyatanya mengancam aku dengan mengancam keselamatan Abangku. Kau pasti mengerti posisi Aku saat itu Kak. Aku .... aku juga merasa bersalah padamu saat itu saat kau tiba tiba menelfon ku. Aku... Aku sangat amat menyayangi mu kak, Kau tahu?Aku setiap detik tidak pernah melewatkan merindukanmu.” Ucap nya dengan lirih menatap sendu Aldebaron agar Aldebaron mengerti.
“Lalu, kenapa kau baru menjelaskan nya sekarang Nona?Kau tahu, aku besok akan dijodohkan oleh Mommy ku” jawab nya dengan sedikit sakit mengucapkan hal itu kepada Laurence.
“Aku saat itu akan menjelaskan kepada mu dan bahkan aku ke rumahmu dengan Mommy Laura.Kau bisa tanyakan kepada Mommy mu. Mommy mu melarang ku untuk ke kamar mu karena kau sedang sakit. Aku terpaksa pulang lagi ke apartemen di New York ini.” Ucap nya panjang lebar dengan jujur.
Aldebaron menelisik mata Laurence. Ia tidak ingin dibohongi kedua kalinya oleh Laurence, nyatanya kepercayaan itu kini sudah hilang walaupun Aldebaron dan Laurence kembali.Namun, saat ia menatap dalam mata Laurence ia tidak menemukan kebohongan itu, yang ada hanyalah cinta yang sangat dalam dan rindu yang sangat dalam padanya, ia sangat tahu akan hal itu.
“Aku juga sangat merindukan mu baby” gumam Aldebaron merentangkan kedua tangannya agar Laurence masuk ke dalam pelukannya.
Dan benar, sekarang mereka sedang thinky wingky di area Rumah Sakit tersebut.Sambil menghujani ciuman di wajah Laurence karena Aldebaron sungguh merindukan wanita yang ada dihadapannya, wanita yang setiap detik nya selalu membuat ia jatuh cinta.Dan tidak bisa berpaling dari semua tentang nya.
“Aku sangat amat merindukan mu kak. Kau tahu?Aku sampai memanggil burung untuk menemaniku dan menyampaikan salam ku agar kau mendengar ku. Ternyata, kau sama sekali tidak pernah merindukan ku” gerutu nya panjang lebar sambil mengerucutkan bibirnya yang mungil.
“Kau tidak pernah tahu aku baby. Aku bahkan hancur sehancur hancurnya saat aku tahu kau mengkhianati ku dan kau sendiri yang membuktikan kebohongan mu itu saat kau berada di telfon. Padahal aku tahu kau berbohong padaku ” Sahut nya panjang lebar dengan mengusap sayang pucuk kepala Laurence.
“Berarti saat itu kau sangat kecewa padaku. Seharusnya kau tidak pergi begitu saja kak, dan seharusnya kita perbaiki sama sama” ucap nya terdengar sedikit sedih.
“Ya, aku saat itu sangat marah, kecewa padamu. Namun aku tetap percaya dan mencari bukti kuat. Dan benar saja, rasa sayang ku mengalahkan segalanya” ucap Aldebaron jujur dengan melebarkan senyum tulusnya.
“Aku sungguh beruntung dicintai sangat besar oleh mu kak” balas Laurence dengan tersenyum tak kalah tulusnya.
“Besar seperti apa itu?Apakah seperti gajah?” tanya nya dengan sedikit jahil mempraktikkan wajah gajah dengan belalai panjang nya.
“Hahaha kau tidak bisa seperti gajah kak. Kau bisa nya menjadi apa ya. Oh ya, kau bisanya menjadi semut karena kurus” ucap Laurence dengan sedikit bercanda.
Bersambung...
Jangan lupa like dan comment ya teman teman readers tersayang 🌹*