
~ Happy Reading đź’–đź’–đź’–~
Sanca sedang terlihat bahagia karena hari ini bertugas beriringan dengan Oktavia. Kesempatan nya untuk mendekati Oktavia akan ia gunakan setelah ia bertugas.
“Oktav, lo beneran mau ngambil tugas ke kota terpencil?” tanya Sanca
“Ya iyalah, emangnya kenapa gitu?” tanya nya balik dengan jutek
“Ya nggak sih, gue juga ditugasi disana tau” ucap Sanca dengan antusias
Oktavia melirik sedikit dengan menaikkan kedua alisnya
“Nanya ga?” tanya Oktavia langsung melenggangkan kaki nya keluar ruangan
“Hey?! Lo kenapa sih selalu jutek banget sama gue?!” tanya Sanca dengan sedikit meninggikan suaranya
“Terserah lo!” ujar nya dengan datar tidak memperdulikan gumaman Sanca
Sambil terus terusan mengejar Oktavia, Sanca tiba tiba menghentikan langkahnya saat seseorang memanggilnya
“Dokter, maaf ada pasien darurat yang membutuhkan Dokter” ucap seorang perawat tersebut
“Oke saya akan segera kesana” gumamnya dengan dingin
“ Gue belum selesai bicara sama lo!” gumam Sanca menatap Oktavia dengan tajam
“Ckck, dasar pria butut, arogan, dingin, bloon, ” ejeknya masih pelan nada bicaranya
“Hm, gue sangat rindu dengan Laurence dia sama sekali gapernah hubungin gue semenjak dia kuliah. Apa dia sibuk kali ya” ratap nya sedih sangat merindukan sahabatnya
Tanpa dia tahu, sahabatnya sedang menyelesaikan masalah besarnya dengan Aldebaron.
____________________
' Bukan anak kandungnya ko dari matanya mirip'batinnya
Melihat Mommy Aldebaron Yang sedang melamun, Laurence kemudian mengagetkannya dari lamunannya.
“Em, maaf Nyonya apakah kak Disson ada?” tanya Laurence
“Dia sudah seperti anakku sendiri Nyonya Adisson” seru Laura dengan melebarkan senyumnya
“Eh i..iya, Disson ada di kamarnya. Nanti saya bangunkan. Mari, kalian masuk dulu” seru nya ramah
Mereka kemudian masuk kedalam istana Adisson tersebut, namun Laurence terkagum kagum dengan rumah serta isinya, ia belum pernah melihat bangunan mewah desain modern dan sangat bagus seperti ini. Sedetik kemudian ia tersadar sangat berbeda jauh jika dirinya dengan Aldebaron, tapi pasti mungkin jika mereka memperjuangkan cinta mereka.
'Kelihatannya Mommy Aldebaron sangat baik, tidak seperti yang Aldebaron ucapkan. Apa mungkin aku datang dengan Mommy Laura ya, emang seberapa hebat Mommy Laura sih' tanya nya dalam batinnya merasa penasaran
“Apa kamu teman atau kekasih Disson?” tanya Mommy nya dengan menaikkan sedikit alisnya
“Ehm, aku kekasihnya Nonya. Kami sudah berpacaran tiga tahun” ucap nya menatap canggung Mommy Aldebaron
“Ohya?Ko saya yang melahirkan nya tidak tahu ya, ” sinisnya
Karena memang, Mommy Laura sedang berada di toilet jadi setelah kepergian Mommy Laura wanita paruh baya itu menatap sinis wanita yang ada dihadapannya
“Saya tidak tahu Nyonya, ” seru Laurence tersenyum samar
“Apa pekerjaan orang tua kandung mu” tanya nya
“Saya sudah tidak mempunyai orangtua Nyonya. Saya hanya mempunyai Abang dan kini sedang bekerja di perusahaan kak Disson sebagai Kepala Divisi Keuangan” seru nya dengan panjang lebar
' Ternyata wanita ini wanita miskin, dan juga bukan dari kalangan Bangsawan, aku harus menghentikan mereka' batinnya cemas
“Lalu sedang apa kau disini?” tanya nya kembali
“Maksudnya Nyonya?”
Laurence bingung mau menjawab apa, kan sekarang ia disini akan menemui Aldebaron. Masa ditanya sedang apa, pikirnya.
“Ck, saya nanya di negara ini kamu sedang apa ” sinisnya dengan sedikit membentak
“Saya bukan dari sini Nyonya, saya sebetulnya sedang menempuh pendidikan S2 saya di University Harvard, Nyonya” seru Laurence seraya melebarkan senyumnya
“ Memanfaatkan apa?” tanya Laura menimpali dari belakang
“Eh tidak, maksudnya dia akan memanfaatkan momen bersama Aldebaron, iya kan nak” ujar wanita paruh baya itu dengan memelototi Laurence mengkode kesalahannya agar ditutupi
“Iya Mom, benar kata Nyonya” seru Laurence dengan tersenyum samar
“Baiklah, ko kenapa Aldebaron tidak turun turun ya Nyonya Disson?” tanya nya
'Aku tidak boleh membuat Disson menemui Laurence, aku harus menjauhkan mereka. Ah tapi, bagaimana dengan Laura' batinnya cemas takut takut Aldebaron dipengaruhi Laurence dan mereka kembali lagi sama sama.
“Tentu, sebentar lagi dia akan turun Mrs. Laura” seru nya dengan melebarkan senyumnya
Tak tak tak
Suara langkah kaki menuruni tangga, bukan Aldebaron melainkan pelayan.
“Apa kau sudah memanggil Disson?” tanya nya pada pelayan itu
“ Maaf Nyonya, Tuan Muda sedang tidak ingin diganggu dan seperti nya dia sakit” ucapnya tergagap
'Bagus, kerja yang bagus' batinnya menyeringai
“Apa dia sedang sakit bi?” tanya Laurence cemas
“Apa kalian sedang ada masalah?” tanya nya menebak nebak
“Emm, kami hanya ada sedikit salah faham Nyonya, apa boleh aku ke kamarnya kak Disson?” tanya nya dengan cemas
“Kau tidak mendengar Nona Laurence, Disson sedang sakit dan tidak ingin diganggu” ucap nya tegas seraya tersenyum licik
Laurence menunduk lemas, ia tak kuasa menahan air matanya untuk jatuh, setitik buliran air mata bening menetes di wajah Laurence.
“Sayang, mungkin lain kali kamu bisa bertemu dengan Aldebaron, ayo kita pulang saja takut nya nanti kemalaman sampai di Apartment mu” seru Laura seraya mengusap lembut bahu Laurence
“Tapi Mom, aku akan menjelaskan kepada kak Disson, aku takut dia membenciku Mom ” seru Laurence tertunduk lesu
“Kau tidak mendengar tadi sayang, Aldebaron sedang sakit. Jika kau menemuinya ia akan kekurangan istirahatnya” seru Laura sabar semakin merendahkan suaranya
'Memang benar, Mommy Aldebaron sangat licik dan kejam, tapi aku akan meminta maaf dulu pada Aldebaron, lalu kami akan memperjuangkan cinta kami' batinnya kembali bersemangat
“Baiklah Mom, ayo kita pergi. Terima kasih Nyonya atas jamuannya, Assalamualaikum ” seru nya tersenyum tulus
'Apa itu Assalamualaikum' batinnya penasaran
“Iya, hati hati ya” seru Mommy Aldebaron dengan tersenyum palsu
Setelah kepergian mereka, sang Nyonya Disson kemudian mencari apa itu kata Assalamualaikum'
'Ternyata dia berbeda keyakinan dengan kami, aku harus menjauhkan dari hal hal seperti itu. Dan baguslah mereka sedang bermasalah, aku harus tau akar masalahnya dan semakin memisahkan mereka untuk mempengaruhi anakku' batinnya tersenyum licik
Sedangkan di kamar yang bernuansa hitam dan abu abu, Aldebaron sedang melamun dan memang ia saat ini sedang sakit karena terlalu banyak meminum minuman yang mengandung alkohol terlalu tinggi.
“Baby, kamu sangat jahat sekali padaku. Aku tidak menyangka akan sakit dengan kedua kalinya, ” gumam nya lirih
**********
“Mom, aku sangat sedih sekali ketika kak Disson sakit aku tidak berada di dekatnya” seru Laurence tertunduk lemas
“Memangnya kau sedang bermasalah dengan Aldebaron nak?” tanya nya lembut
“Huum Mom, dia salah faham dengan teman kuliahku” ujar nya
“Ya Sudahlah nak, nanti lain kali Mommy antar lagi ke rumah nya. Atau kau minta nomor telfon nya” Sahut Mommy Laura
“Baiklah Mom, aku juga kepikiran seperti itu. Terima kasih ya Mom, Mommy sangat amat baikkk sekali padaku” ucapnya dengan melebarkan senyumnya yang tulus.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya. Like mu semangat ku🌹