
Jack semakin dekat dengan Rose, karena Rose selalu mengikuti kemana pun pergi. Karena memang ia menjadi asisten seorang Jack Anderson.
Kini, ia melihat seorang Rose tengah bermain dengan anak-anak. Melihat kelembutan Rose, Jack menyunggingkan senyum tipis nya.
Tipis sekali, hingga orang melihatnya bukan seperti tersenyum.
Karena Rose memang menyukai anak kecil. Saat ini ia tengah diperintahkan Jack untuk membeli minum. Dan Jack menunggu di kursi taman, namun wanita itu tidak sengaja melihat anak anak yang sedang bermain dan ada satu anak yang sedang menangis sesegukan.
Rose mencoba membujuk anak itu yang menurutnya terkesan sangat cute.
“Dek, kenapa kau menangis seperti itu?” tanya Rose dengan lembut.
“Memangnya aku seperti apa kak?” tanya balik anak itu dengan mendongak sedikit ke arah Rose.
“Loh, itu air matamu keluar dan kakak lihat tadi Adek sampai sesegukan ya menangisinya, ” ujar nya bingung.
“Huum, itu aku gak dibolehin main sama si Ucup kak. Katanya aku lebay suka menangis ... Hiks hiks, ” adu gadis kecil itu kepada Rose dengan mengelap sedikit ingusnya.
“Loh mana orangnya!Biar kakak yang marahin!” seru Rose dengan berkacak pinggang.
“Memangnya kakak berani memarahi Ucup? Dia kan bandel suka nyolot?!!” tanya gadis kecil itu ragu.
“Kamu meragukan kakak, baiklah cepat tunjukan saja yang bernama Ucup.” Seru Ros enteng.
Gadis kecil itu hanya menganggukkan kepalanya, kemudian menunjuk seseorang yang seperti monyet di atas pohon.
Rose langsung menghampiri anak lelaki itu dan berkacak pinggang dan berteriak.
“Hei anak nakal?!! Kenapa kau membuat anak orang menangis?!! ” teriak Ros dengan berkacak pinggang dan garang membuat pria kecil itu bukannya takut malah terbahak-bahak.
“Hahaha kau sangat lucu. Apa kau mau menjadi pacarku?” seru anak lelaki tersebut dengan mengerlingkan sedikit matanya.
“Dasar bocah ingusan! Kau sungguh nyalutak pada orang tua, cebok yang bener sana!” teriak Rose kesal, bukannya meminta maaf ini malah berani mencandai Rose.
“Kau semakin cantik jika sedang marah marah, apa kau mau menjadi pacarku?” tanya bocah itu dengan suara anak kecil, ya karna dia masih kecil.
Tiba tiba, Jack dari tadi yang sedang kesal menunggu terlalu lama kini ia berada dihadapan mereka.
“Berani kau ganggu calon istriku bocah sialan!” teriak Jack yang sudah mengeras rahang nya karena terlalu panas dengan ucapan bocah itu.
“Hahaha rasain kau Ucup kena semprot, makanya kau jangan tulul jadi orang menggoda kakak cantik aku lagi, ” timpal gadis kecil yang sudah menangis kini dengan wajah angkuhnya ia meledek Ucup.
Bocah kecil itu hanya diam, kemudian ia menyahut dengan entengnya.
“Ckck, dasar om om! Kau tidak pantas dengan si cantik aku. Lebih baik kau kawin sama nenek ku?Mau tidak?” dengan santai nya ia bertanya seperti itu membuat Jack semakin memanas dan mengguncang guncangkan pohon agar si Ucup itu terjatuh.
“Turun atau aku tebang pohon ini!” teriak Jack dengan lantang dan nada yang mengancam.
“Ish! Om kau sudah tua sudah bau tanah, jangan berbuat dosa pada anak kecil sepertiku, nanti kau akan terjatuh dan terkena taikotok” teriak anak itu santai.
Tidak menggubris omongan bocah kecil itu, ia terus mengguncang guncangkan pohon itu dan membuat Ucup terjatuh ke rumput dan tanah.
“Auwwwh! Dasar om jahat! Lihat saja kau nanti akan terkena karma yang ku ucapkan tadi!” Gumam Ucup mengaduh kesakitan karena ulah Jack, mengancam seorang Jack lalu pergi begitu saja.
Rose yang terdiam dari tadi, kini ia mulai angkat bicara.
“Tuan Jack, jangan hiraukan omongan bocah tengik itu. Nanti bisa membuatmu darah tinggi, ” seru Rose menatap Jack.
“Apa kau juga sama menganggap ku tua dan gampang terserang penyakitan?” tanya Jack dingin dan langsung melenggangkan kakinya ke dalam kursi taman.
“Ish Tuan! Maaf bukan maksudku seperti itu, Tuan Anda sangat tampan dan sangat muda bahkan lebih tampan dari seorang pangeran kuda putih.” Seru Rose dengan menoel hidung Jack yang mancung.
Jack yang dipuji seperti itu bagaikan ia terbang melayang ke bulan dengan Rose. Dan ia berbangga diri.
“Tentu saja, aku selalu tampan dari lahir. Bahkan saat masih menjadi biji suuk” gumamnya dengan angkuh.
'Tuh kan ini pria!Di puji malah sombong dia, dasar aneh!' batinnya merutuki pria yang dihadapannya dan berusaha tersenyum pada Jack.
“Rose, aku mau berbicara padamu.” Gumam Jack dengan serius.
“Ini kan sedang berbicara Tuan?” Sahutnya dengan bingung.
“Em, apa kau mempunyai seorang kekasih?” tanya Jack dengan malu malu menatap Rose yang selalu cantik dimatanya.
“Tidak. Memangnya kenapa Tuan?Apa kau mau menjadi kekasihku?” tanya Rose dengan polos.
“Tidak. Aku tidak mau menjadi kekasihmu” gumam Jack dengan dingin.
Rose cemberut, niat ia menembak duluan malah harga dirinya sekarang jatuh di mata Jack. Karena Jack bertanya seperti itu, maka otomatis ia seperti diangkat ke dalam kereta pangeran kuda putih, namun setelahnya ia dihempaskan ke dalam jurang.
Jack menatap Rose, kemudian dengan memberanikan diri ia bergumam.
“Apa kau mau hidup susah senang bersama ku menemaniku hingga Tua dan menikah?” tanya Jack mantap menatap dalam kedua manik Rose yang sangat cantik.
“Apa kau sedang bercanda Tuan?” tanya Rose dengan bingung dan langsung pingsan.
bersambung...
Jangan lupa like dan comment ya