
Aldebaron mengumpulkan semua para ahli cyber dan anak buahnya di Apartemen Old Towne Village.
Kini mereka menatap Aldebaron dengan penuh tanya, apakah ada masalah dengan perusahaan Aldebaron. Pikir mereka.
“Kalian tahu mengapa aku mengumpulkan kalian disini?” tanya nya dengan dingin.
“Tidak Tuan!” gumam mereka dengan serempak.
“Aku mengumpulkan kalian disini untuk meretas cctv yang ada di Caffe xxx, dan bagi yang bisa maka aku akan memberikan hasil dengan lumayan fantastis.” Ujar Aldebaron dengan tegas.
Mereka berlomba lomba karena mereka pikir itu hal yang sangat mudah. Karena memang begitu mudah, ahli cyber biasa juga bisa melakukannya. Pikir Geon. Tuannya benar benar sangat aneh dan tidak bisa berfikir dengan normal jika sedang seperti ini.
“Baiklah, dimulai dari kau dulu.” Gumam Aldebaron menunjuk salah satu cyber yang paling biasa.
Cyber itu mengangguk setuju, ia kemudian bekerja dengan seperti yang diperintahkan Aldebaron. Kemudian benar, itu sangat mudah. Karena cyber biasa juga bisa melakukannya. Terbukti kini terlihat Laurence diculik oleh beberapa orang berpakaian hitam.
“Ini Tuan,lihat lah ada penculikan saat tadi” gumam Cyber itu menunjukkan hasil kerjanya.
Aldebaron penasaran, kemudian melihat apa yang ditunjuk cyber itu.
“Sial!! Geon cepat catat plat nomor mobil itu dan cari jejaknya!” perintah Aldebaron pada Geon.
“Baik Tuan.” Gumamnya hormat dan langsung melangkah untuk mencari seperti uang diperintahkan Tuannya.
Setelah beberapa lamanya mereka bekerja sama, akhirnya jejak Laurence bisa diteliti. Karena orang orang berpakaian hitam itu membawa Laurence ke sebuah villa masih di sekitaran Cambridge, dan ia tahu villa itu milik siapa.
'Lagi lagi Mommy berbohong padaku!Aku harus membebaskan Laurence ku dan meneliti apakah benar ada Laurence ku!' batinnya mengumpat sang Mommy karena sudah berkali kali berbohong padanya, Aldebaron sudah berkali kali memaafkannya. Namun kini terulang lagi.
Kini Aldebaron terburu buru untuk ke Villa tersebut dan menyelamatkan Laurence nya.
“Geon!Ayo ikuti aku dan anak buahnya bawa saja. Dan kalian akan kebagian meskipun tidak bekerja, dan kau! kau bisa menerima uangnya karena aku sudah mentransfer mu lewat e-banking” gumam Aldebaron dengan menunjuk cyber itu.
___________☁️☁️☁️__________
Perasaan Mommy Aldebaron sangat tidak enak, kini pikirannya berkecamuk ingin pergi ke Cambridge atau tidak. Ya, kemudian ia memutuskan untuk pergi ke Cambridge.
Ia memakai Jet pribadi agar segera sampai di lokasi karena perasaannya sungguh tidak mengenakan.
“Sayang, kau mau kemana?” tanya Wufi saat melihat istrinya terburu buru membawa koper dengan isi baju yang sedikit.
“Aku akan ke Cambridge hari ini. Karena perasaan ku sungguh tidak enak” Sahutnya dengan tergesa-gesa.
“Baiklah, aku tidak bisa ikut. Karena masih banyak pekerjaan ku” gumam Wufi dengan sedikit tidak rela ditinggalkan istrinya. Kemarin kedua anaknya, dan sekarang istrinya. Sungguh ia nanti akan sangat kesepian.
“Gak papa lah malah bagus. Kau benar ya hanya dua hari tidak lebih. Karena aku akan sangat kesepian sayang... ” gumamnya dengan sedikit cemberut.
“Tentu saja, karena bayi besar ku pasti akan tersiksa karena pisangnya tidak bisa masuk dulu ke dalam sarang selama dua hari ini. ” Seru Ha Neul dengan sedikit terkekeh dan tersenyum puas.
_________________🌨️🌨️🌨️___________
Sampai di Villa Addison.
Aldebaron perlahan lahan mengikuti langkah kakinya dengan sendiri. Hanya memastikan saja apakah ada Laurence nya atau tidak. Dan Geon dan anak buahnya menyusul diam diam dari belakang. Karena jika ada kejahatan terdesak, ia bisa langsung bergerak.
Dengan langkah perlahan, Aldebaron mulai memasuki Villa tersebut.
Dan benar saja, terlihat beberapa penjaga sedang tertidur di depan. Pintu masuk Villa itu.
Ia kemudian mengendap ngendap dengan perlahan mendekati orang yang sedang tertidur itu. Namun suara kentutnya berbunyi tidak tahan.
Duttt durutdut dut.
'Sial!Disaat seperti ini saja kentutku tidak mempunyai adab.' Batinnya mengumpat sang kentut karena datang tiba tiba dan tidak bisa ditahan.
Hingga sang empu yang sedang berjaga, terbangun sekarang dan menautkan sedikit aslinya.
“Siapa kau?!” tanya nya dengan menodongkan pistol tepat pada wajah Aldebaron.
Karena memang, para penjahat itu hanya diperintahkan untuk menyekap dan menculik Laurence saja. Tidak diterangkan dan tidak mengetahui bahwa Aldebaron adalah seorang anak dari Ha Neul.
“Tentu saja aku kekasih dari yang kau sekap di dalam itu” seringai nya dengan tersenyum meremehkan.
“Oh, rupanya kau pahlawan kesiangan ya. Hahaha kau tidak akan bisa masuk, Bro” gumam penjaga itu dan masih menodongkan pistol.
Tiba tiba,
Dorrr! Dorr!
Pria itu menembak Aldebaron dan Aldebaron tidak bisa merasakan sakitnya peluru itu dan terlihat aneh, pikirnya. Karena dirinya tidak merasakan apapun padahal peluru itu mengarah ke arahnya.
Tiba tiba ia tersadar, dan terkejut. Melihat siapa yang menyelamatkannya dan menghalangi peluru itu ke arahnya.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya🤗