
Melihat Rose yang pingsan, Jack dengan sigap menangkap Rose sampai Rose tidak sampai mencium tanah.
'Bagus Tuan, Jadi saya tidak perlu susah susah mencium lantai hehehe' batinnya puas tersenyum
“Memangnya orang pingsan bisa senyum ya?” gumam nya pada diri sendiri.
Tidak ingin lama berperang dengan pikirannya, ia segera memasukkan Rose ke dalam mobilnya dan melajukan kendaraannya ke Rumah Sakit terdekat.
Melihat Jack yang sedang fokus menyetir, karena ia berada di bangku belakang maka otomatis Rose mendongak melihat jalan.
'Sepertinya ini bukan ke arah rumahku, sial!Dia pasti akan membawaku ke Rumah Sakit. Bisa bisa kacau drama yang ku buat!' batinnya cemas tidak ingin drama nya terbongkar. Maka ia memutuskan untuk berpura pura telah sadar agar Jack tidak jadi membawanya ke Rumah Sakit.
“Eummm, aku ada dimana ini?” seru Rose lirih.
Mendengar suara Rose, pria itu melihat ke arah belakang dan memberhentikan mobilnya dulu.
“Kau sudah sadar Rose?” tanya nya.
“Memangnya aku kenapa Tuan?” tanya Rose berpura pura.
“Kau tadi pingsan saat mendengar pertanyaan ku. Oh ya apa aku ulang ya?Kau kan belum menjawab, ” ujar Jack tersenyum tipis.
“Pertanyaan yang mana tea Tuan?” tanya Rose.
“Apa kau mau menikah dengan ku dan memulai hidup bersama sampai tua dan mempunyai anak anak?” tanya Jack sekali lagi.
Menggaruk rambutnya yang tidak gatal, Rose langsung menjawab pertanyaan Jack dengan malu malu.
“Ehmm, Insyaallah saya mau Tuan.” Gumamnya dengan berdehem dengan mantap.
“Ya, berarti kita akan mengadakan resepsi pernikahan satu Minggu lagi.” Gumam Jack tanpa persetujuan Rose.
“What?!!” teriaknya sembari menggerakkan badannya.
“Bisa tidak sekali saja jangan berteriak tepat di telingaku!Bahkan mobil saja mau bucat bannya mendengar teriakan mu!” gerutu Jack kesal.
“Tapi Tuan?Bagaimana bisa secepat itu bahkan saya belum mengumpulkan uang untuk pernikahan kita.” Gumamnya seraya terlihat cemberut.
Melihat Rose yang tengah cemberut begitu, membuatnya gemas ingin mencubit Rose yang sangat cute menurutnya.
Tidak ingin terlalu lama terpesona dengan wanita itu, ia berusaha menormalkan perasaannya dan kembali ke menu awal.
“Kau pikir aku kere?!! Aku yang akan menanggung semuanya Rose!” omel Jack.
“Baiklah, tapi kau belum melamar ku Tuan Jack.” Seru Rose dengan hati hati.
“Memangnya mau dilamar seperti apa lagi?tadi kan udah Rose!”
“Tapi kan menurut Suku Sunda harus melamar dulu kepada kedua orang tua ku.”
____________☀️☀️☀️________________
Raut wajah kakak yang tengah bersedih, Laurence berusaha untuk menghibur sang Abang satu satunya itu.
“Bang, gak papa lah buburnya jadi mencair juga.Orang dari Indonesia kesini jaraknya gak dekat, ” seru Laurence.
“Memangnya kamu tidak bersedih?” tanya Indra.
“Sedih sih, tapi Abang bisa kok menggantikan rasa sedihku.” Seru Laurence mencoba mencari cara lain agar Abang nya tidak sedih lagi.
“Apa?”
“Oke, Abang mau masak spesial untuk Adik kesayangan Abang ini, tapi apa kau tidak lapar menunggu?” tanya nya memastikan.
“Ohh.. masalah itu mah gampang. Laurence bisa mengganjal nya dengan roti” Sahut nya santai.
“Baiklah, Abang buatkan dulu ya.”
“Oke, semangat Abang...” seru Laurence berteriak kepada Abangnya yang sudah menjauh.
Setelah melihat kekasihnya bercengkrama dengan Indra selesai, ia menghampiri Laurence.
“Baby, apa kau senang bertemu dengan Abangmu?” tanya Aldebaron lembut.
“Yes, sangat senang sekali kak. Aku bahkan senang tadi dia berusaha membawakan sesuatu untukku, meskipun gagal.” Sahut Laurence seraya melebarkan senyumnya.
“Ya tapi kau harus makan dulu roti ini. Sebelum Abang mu kesini lagi agar kau tidak kelaparan” perintah Aldebaron.
“It's oke. Aku akan makan asal dengan satu syarat, ” ujar nya dengan nada manja ala Laurence.
“Apa?” tanya balik Aldebaron dengan sedikit menaikkan kedua alisnya.
“Asal disuapi oleh mu. Aku kan masih sakit, ” seru Laurence dengan nada bicara yang masih manja.
“Ish kau ini!Manja sekali abis pulang dari koma” gumam nya gemas seraya mengacak acak rambut Laurence dengan sayang.
Aku tidak tahu menjadi pria seperti apa
Jika aku tanpamu,
POV Aldebaron dalam batinnya.
Ia tanpa lelah menyuapkan sedikit sediki roti ke dalam mulut Laurence. Laurence hanya tersenyum dengan tipis merasa paling bahagia jika dekat dengan Aldebaron. Seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Kau selalu membuat cintaku bertambah
Setiap detiknya.
Kau seperti matahari,
Yang selalu mengayomi bumi
Dan memancarkan cahayanya
Kepada Rembulan.
Bagaimana bisa bulan bersinar
Tanpa cahaya dari matahari,
Bagaimana juga aku bisa
Hidup tanpa engkau di sisiku.
Mereka terdiam dalam pikiran masing masing, karena bukannya bosan dalam hubungan yang semakin lama. Namun rasa cinta mereka semakin besar semakin lama dan terbiasa.
Itulah cinta mereka berbeda, our Love is Different.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya ✨