
Laura dikejutkan oleh seseorang yang datang tiba tiba.Seseorang ya, itu adalah asisten suruhannya yang bertahun tahun untuk mencari keberadaan putri semata wayangnya.
“ Maaf Mrs, ada sedikit keterangan tentang pencarian Nona Muda” gumamnya
“ APA” Seru Laura dengan mata berbinar binar
“ Iya Mrs, saya sedikit menemukan keterangan dari cctv Rumah Sakit yang sudah di renovasi waktu dulu Rumah Sakit itu telah terjadi kebakaran, tepat saat seseorang yang telah menyerahkan Nona Muda ke orang lain”
“ Apa kau sudah mendapatkan cctv itu dan memperbaiki nya?” tanya nya
“ Belum Mrs, dua hari yang lalu saya telah melihat dari cctv itu, namun saya belum sempat untuk memperbaiki nya kembali siapa yang telah mengambil Nona Muda kita”
“ Tunggu apalagi?cepat kau perbaiki cctv nya sebelum ada orang lain yang lebih cepat”
“ Maaf Mrs, kita sudah kalah cepat dan ada seseorang yang sudah mengambil cctv tersebut”
Laura kembali tertunduk lesu, tadi saja ia sudah terlihat berbinar binar karena putri semata wayangnya akan ditemukan, namun sekarang setelah kenyataannya, Laura kembali murung.
“Maafkan saya Mrs, hanya itu yang saya bisa saya pasti akan berusaha lebih detail mencari Nona Muda. Anda tenang saja Nona Muda pasti ditemukan” ucapnya lalu meninggalkan sang Majikan merenung sendirian.
“Dimana kamu nak, Mommy sangat merindukan mu. Pasti kamu sekarang terlihat cantik dan lebih dewasa. Bagaimana kehidupan kamu diluar sana” gumamnya kembali murung merenungkan nasib anaknya diluar sana apakah ia terlantar ataukah justru bahagia dengan keluarga barunya.
.............................
Dua tahun kemudian, Laurence berhasil menjadi Dokter Anak terbaik, dan akan melanjutkan S2 nya di Universitas impiannya, yaitu University Harvard. Universitas yang dulu diidam idamkan nya, sekarang ia akan menginjakkan kakinya disana menunggu dua Minggu lamanya.
“Baby,? Apa kau benar benar akan melanjutkan S2 mu disana? padahal disini kan bisa baby, kau akan mendapatkan gelar mu itu dengan mudah menjadi Dokter Spesialis Anak”
Laurence mengelus punggung Aldebaron dengan lembut seraya bergumam
“Sayang, kau tahu itu adalah Universitas impianku sejak saat kecil, aku ingin sekali melanjutkan pendidikan ku disana. Aku pasti akan menjaga diri baik baik ko”
“Apa kau tidak mengkhawatirkan Abang mu itu?Pasti dia sedih sekali”
“Kamu yang sedih atau Abang?” ucapnya mengembangkan senyum jahilnya
“Emm, tentu saja Aku dan Abang mu pasti yang akan sedih karena ditinggalkan oleh mu” gumamnya tertunduk lesu
“Sayang, aku tidak akan lama kan kau tahu. Aku akan berusaha mendapatkan gelar ku disana menjadi lulusan terbaik. hanya dua tahun sayang” seru Laurence dengan sabar merendahkan suaranya
“Baiklah baiklah. Aku tidak akan menghalangi mimpimu. Aku juga akan berkunjung dua Minggu sekali mungkin dan setelah itu kita akan melangsungkan pernikahan” gumam Aldebaron
“ Apa tidak apa apa?” tanya Laurence cemas
Pasalnya, ia belum pernah dipertemukan dengan orangtua Aldebaron yang katanya adalah seorang bangsawan Inggris. Laurence tidak percaya diri karena keadaanya, dan dia pun bukan seorang bangsawan. pikirnya. Apa ia masih pantas bersanding dengan seorang Aldebaron?
“Maksudnya baby? Kau khawatir dengan status mu? Kau tenang saja, kita akan mendapatkan restu Mommy and Daddy. Mereka aslinya baik ko kamu tenang saja. Pikirkan kuliahmu kau harus membanggakan Abang mu dan Aku” gumam Aldebaron menyemangati Laurence
“Pastinya, dan aku akan dengan senang hati berjuang denganmu untuk mendapatkan restu Mommy” ujarnya tersenyum lebar
Namun, jauh di lubuk hati Laurence ia benar benar sangat cemas jika bertemu dengan orang tua Aldebaron. Bagaimanapun, meskipun ia seorang Dokter jika bersanding dengan Aldebaron yang notabene nya adalah pengusaha yang berpengaruh itu jauh sekali dengannya, apalagi ia mendapatkan gelar itu tidak mudah, ia pun dibiayai oleh sang Abang dan mengajar bahasa Inggris dengan usahanya. Itu masih jauh jika bersanding dengan seorang Aldebaron. Pikirnya.
Bukan bertemu terakhir kali sih, tepat nya pertemuan terakhir hari ini. Begitu maksudnya wkwk
“Baby, kau harus jaga diri ya jangan lupa makan oke. Aku pasti akan mengirimkan mu makanan disana, jadi kau tidak perlu keluar untuk mencari makanan. Takutnya tersesat, kau kan kekasih ku paling cantik. Aku tidak akan membiarkanmu lecet sedikit pun” gumamnya seraya tersenyum tulus
“Apa kau tidak mempercayaiku Aldebaron? Aku ini sudah besar bukan anak kecil lagi, kau terlalu berlebihan” seru Laurence dengan mengerucutkan bibirnya yang sangat lucu itu
“Hahaha kau sangat lucu baby. Baiklah, terserah kau saja aku pasti akan kesana nanti menyusul mu jika aku tidak sibuk” ucapnya mengelus kepala rambut Laurence
Melirik ke arah sang kakak yang tengah bersedih, Laurence kembali memeluk sang kakak dengan erat.
“Dek. Jangan kecewakan Abang mu ini ya kau harus menjaga diri baik baik karena kau perempuan. Abang khawatir jika kamu tidak mengetahui dunia sana. Kau jika tidak ada kepentingan, tetaplah di penthouse yang sudah disediakan Aldebaron. Jangan keluar dari penthouse jika tidak ada kepentingan. Ingat ya pesan Abang, dan juga jangan tinggalkan sholat lima waktunya.”
“Siap Abang ku yang bawel, aku pasti akan menuruti permintaan mu dan aku pasti akan menjaga diri tentu dengan solat lima waktu pun” seru Laurence lalu menghormat seperti tiang bendera pada Indra.
“Ckck, kau masih saja seperti little girl ku. Badan sudah besar juga, dan gelar mu itu. Apa kau tidak malu dengan kelakuan konyol mu itu”
“Hehehe sekali kali lah Abang, aku kan anak manis ga pernah konyol”
“Terserah kau saja lah. Yang penting hubungi Abang terus ya, Abang pasti akan rindu sekali denganmu. Ingat tadi pesan Abang ya dek”
“Iya iya bawel, aku pasti tidak akan melupakan itu”
Memang, Abang Laurence memegang teguh pendirian agamanya. Ia sangat mementingkan solat, karena memang agama Islam yang dianutnya. Tidak dengan Aldebaron, ia memang dengan sekeluarga nya menganut agama berbeda, Kristen. Sungguh perbedaan yang sangat jauh, namun Laurence tetap menerima Aldebaron dan akan mencoba mengenalkan Islam sedikit sedikit pada Aldebaron.
“ Baby, jadwal penerbangan mu sebentar lagi. Cepatlah naik”
“Baiklah, bye semuanya. Aku pasti akan sangat merindukan kalian” seru Laurence melambaikan tangannya dari kejauhan
Aldebaron dan Indra segera kembali dari Bandara. Hening, tidak ada obrolan antara keduanya.Indra mencoba membuka suara
“Al, apa kau telah menempatkan bodyguard untuk Laurence?”
“ Tentu saja Bang, aku tidak ingin dia lecet sedikit pun dan tidak memberitahuku. Dengan adanya bodyguard yang mengawasinya dari jauh, Laurence pasti akan terawasi ”
Indra mengembangkan senyumnya, ia pun sangat salut kepada Aldebaron, bukan hanya kaya dan cerdas, tapi Aldebaron sangat mencintai adiknya. Padahal, diluar sana banyak cewe bule dan seksi yang kerap selalu menggoda Aldebaron, namun Aldebaron tetap tidak perduli. Ia bahkan sangat mencintai Laurence dan berniat akan menikah dan mendapatkan restu kedua orangtuanya.
Dalam urusan keyakinan, ia sedikit sedikit mengagumi tentang Islam yang sudah diajarkan oleh Laurence sedikit sedikit.Aldebaron perlu sedikit langkah lagi agar mengenal Islam lebih jauh dan berniat berpindah keyakinan lalu menikah dan hidup bersama dengan Laurence. Sungguh impiannya memang seperti itu.
Meskipun jauh di dalam lubuk hatinya, Aldebaron sangat cemas dengan orangtuanya. Pasti tidak akan mudah mendapatkan restu kedua orangtuanya yang memegang teguh status kebangsawanan.Namun Aldebaron akan terus berusaha dan meyakinkan kedua orangtuanya tentang cintanya dengan Laurence.
Bersambung....
MAAF YA JIKA ADA KESALAHAN KATA ATAUPUN PENULISAN, HARAP DIMAKLUM AUTHOR MASIH BELAJAR HEHE.
salam sayang author kepada pembaca🌹
Jangan lupa like dan comment ya✨