
Addison Hospital.
'What?! Sejak kapan dia jadi kepala Dokter?' batin Laurence bertanya tanya.
“Kalian mendengar saya tidak?!!” tegas nya dengan tajam dan sedikit melirik ke arah Laurence yang melamun.
“Dengar Dok, ” Sahut mereka bersamaan, terkecuali Laurence dia hanya diam menatap Raka dengan penuh tanya.
“Oke, disini yang menjadi Dokter muda bisa bekerja sama dengan Saya. Dan saya akan mengumumkan siapa yang menjadi Asisten saya.” Sahutnya menyorot satu persatu diantara Dokter dan Suster yang berkumpul disana.
Mereka saling berbisik bisik dan riuh siapa yang diangkat menjadi Asisten, karena mereka semua menginginkan di posisi itu. Tidak hanya dengan gaji yang lumayan fantastis ditambah fasilitas nya, mereka juga bisa dekat dengan Kepala Dokter yang masih sangat muda tersebut dan tampan rupawan tentunya.
Dengan menatap intens satu persatu disana, ia hanya melirik sedikit Laurence, kemudian bergumam tegas.
“Saya akan memilih... ” ia menelisik satu persatu orang dan kemudian melanjutkan ucapannya.
“Em, Laurence Angelina” gumamnya seraya melebarkan senyumnya.
'What?!Kenapa harus aku! ish tuh orang nggak ada kapok-kapoknya ya aku cuekin!' gerutu di dalam hati.
“Selama Nona Laurence, ” gumamnya seraya mengulurkan tangannya menyambut tangan Laurence .
“Hehe siap Pak Dokter, saya akan bekerja sebaik-baiknya” seru Laurence mengeluarkan senyum terpaksanya menerima uluran tangan seorang Raka Abimanyu.
'Aku akan mendapatkan mu Nona cantik ku. Lihatlah sebentar lagi, kau akan menjadi milikku!' batinnya tersenyum penuh arti.
...****************...
Keesokan harinya, masih di Addison Hospital.
“Laurence, apa kau masih ingat denganku?” tanya nya dengan tersenyum.
“Tentu saja.Kau orang yang paling pantang menyerah” Sahutnya dengan jutek dan tanpa ekspresi.
“Oh ya?Tapi kau masuk ke dalam permainan ku sekarang” gumamnya tersenyum penuh arti.
“Maksudmu?” tanya Laurence dengan menaikkan sedikit alisnya.
“Ya, lihat nanti Nona. Aku akan membuatmu mencintaiku.” Jawabnya.
“Pliss ya Tuan Raka Abimanyu, masih banyak wanita yang cantik diluar sana, kenapa kau selalu mengejar ku?” tanya nya dengan sedikit kesal karena hilang kesabaran.
Flashback on*
Hari hari yang dilalui setelah Laurence, Oktavia, Raka dan Sanca koas di Rumah Sakit ternama yang ada di kota J.
Mereka berempat sahabatan dan mulai perlahan mendekat dan dekat. Saling mengerti dan memahami perasaan masing masing, tentunya rasa yang dulu Raka punya bertambah besar pada Laurence, melihat keakraban mereka.
Tentu saja itu semua tak luput dari pengawasan Aldebaron, dan tidak pernah ada pertengkaran sedikitpun karena memang mereka saling mempercayai.
Suatu hari tiba.
“Kita main trut or dare yu gayss bosen nih, ” seru Oktavia gabut.
“Yu ah gue juga gabut” timpal Sanca.
“Gaskennn lah aku mah selalu siap ” Sahut Laurence dengan santai memperlihatkan gigi putihnya.
“Ayo kita main siapa takut” Sahut Raka dengan senyum liciknya.
Berputar putar hingga putaran itu berhenti pada Oktavia.
“Truth or dare?” tanya Laurence.
“Truth” jawabnya singkat.
“Kenapa lo betah ngejomblo padahal banyak yang kejar kejar lo?” tanya Laurence dengan nada mengejek.
“Gue trauma takut ditinggalin lagi pas sayang sayangnya” Sahutnya singkat.
Membuat Sanca membulatkan matanya, ia tidak menyangka Oktavia mempunyai traumatis tentang cinta, pikirnya.
Kemudian berputar putar lagi hingga pada Raka.
“Yahh lo Ka, ” ejek Laurence dengan sedikit senyum penuh kemenangan.
“Truth or dare?” tanya Oktavia.
“Truth” jawabnya singkat
“Siapa cewek yang lo suka saat ini?” tanya Oktavia dengan enteng.
' Sialan si Oktav, tapi gue jawab jujur atau nggak ya?Kalau jujur ketahuan dong dan nanti Laurence ku menjauh' batinnya penuh kebingungan.
“Dare lah dare” jawabnya dengan nada penuh kebingungan karena takut ketahuan.
“Lo gabisa licik gitu dong Ka, kan tadi Lo pilih truth, dan ini gak berlaku ya!” seru Oktavia dengan kesal.
“Payah lo Ka!” timpal Sanca dengan melemparkan bantal sofa ke arah Raka.
'Sial!!' batin Raka mengumpat.
“Gu... gue suka Laurence saat pertama kali ketemu sampai saat ini” gumam Raka dengan tegas dan dari raut wajahnya, terlihat jujur.
Membuat Laurence langsung syok, ia pikir Raka tidak menyukai nya dan jika Laurence tahu itu maka ia tidak mungkin akan terus berada di dekat Raka.
“What?!!” Sahut Sanca dan Oktavia bersamaan terkejut.
Dan mulai dari sana lah, Laurene langsung meninggalkan permainan itu dan langsung menjauhi Raka. Dan Raka dari sana tidak pantang menyerah dan semakin menunjukkan sisi perjuangannya untuk mendapat cinta dari Laurence.
Hingga Sanca dan Oktavia turun tangan untuk menceramahi Raka agar tidak merusak hubungan yang sudah dijalin lama Laurence dan Aldebaron.
Aldebaron hingga saat ini tidak mengetahui, bahwa Laurence tengah disukai oleh saingannya, terutama saingan bisnisnya.
flashback off*
Raka tersenyum kecut, ia sudah terbiasa dengan perkataan Laurence saat ini namun itu semua seolah tidak menyadarkannya.
bersambung...
Jangan lupa like dan comment ya.🌹