Our Love Is Different

Our Love Is Different
terungkap



Dua hari setelah Laurence sadar, saat inilah kepulangan Laurence dan ia telah berada di Apartment nya. Dan terlihat wanita itu tengah sibuk memasak untuk sang Mommy, Laura dan juga kekasihnya, Aldebaron.


“Apa akan membicarakan nya saat ini Mrs.?” tanya Aldebaron yang memang sudah tahu.


“Iya, aku tidak ingin berlarut larut dihantui rasa penasaran ku. Dan sebelum Tuhan mencabut nyawaku, aku ingin terus berada di dekat putriku. Entah ia putri kandung ku atau bukan” Sahut Laura yang memang ingin membongkar segalanya.


Aldebaron hanya menganggukkan kepalanya.


“Putri kandung apa Mom?Apa iya putri kandung Mommy sudah ketemu?” tanya Laurence yang menimpali dengan membawa masakan nya dan meletakkan di meja makan dan terlihat antusias.


Wanita itu melebarkan senyumnya, menunggu Laurence santai dahulu. Ya kini mereka telah berada di meja makan.


“Mom, kau belum menjawab pertanyaan ku. ” Seru Laurence yang masih dipenuhi makanan di mulutnya.


“Habiskan makanan mu saja dulu. Nanti setelah ini, Mommy akan berbicara penting padamu.” Sahut Laura dengan melebarkan senyumnya.


Laurence hanya menganggukkan kepalanya masih mengunyah makanan yang ada di mulutnya.


Lima belas menit berlalu.


Laurence mengelap mulutnya menggunakan tisu, kemudian bergumam.


“Apa yang kau ingin bicarakan Mom?” tanya Laurence yang memang sudah terlalu penasaran.


Kemudian Laura mengeluarkan benda yang akan membuktikan yang sebenarnya.


“Apa kau mempunyai gelang kaki seperti ini nak?” tanya Mommy Laura dengan lembut.


Friska terkejut, ia memang mempunyai benda itu dan kenapa benda itu sama dengan miliknya, pikirnya.


“Ya, Friska punya. Gelang kaki itu sangat kecil, namun Ibuku ingin aku menjaga gelang kaki ini. Sebentar aku mengambilnya Mom” seru Laurence dan langsung berlari ke arah kamarnya.


Kemudian ia memperlihatkan gelang kaki yang sama dengan Mommy Laura. Sedikit aneh memang, namun ia merasa gelang kaki seperti itu memang sangatlah banyak, jadi ia tidak heran.


Wanita paruh baya itu semakin yakin, karena ia sendiri yang memesan gelang kaki itu dan benar benar asli. Dan ia juga mempunyai bukti lain wajah Laurence seperti mendiang suaminya, sedikit mirip dengannya.


“Jadi benar sayang kau anak kandung Mommy yang telah lama hilang ” gumam Laura dengan lirih sembari menghamburkan pelukannya dengan erat kepada Laurence dan wanita paruh baya itu menangis dengan haru.


'Anak kandung?' batin Laurence bertanya tanya dan ia juga sedikit bingung dengan semuanya.


“Kenapa kau diam saja Nak?Apa kau belum percaya?” tanya Laura dengan melepaskan pelukannya menatap Laurence dengan sendu.


“A.. apa benar?Tapi orang tua ku sudah meninggal. Dan ibuku jelas jelas memberi gelang kaki ini padaku untuk selalu ku jaga ” Jawab Laurence yang masih tidak terima dengan semua ini, apalagi ucapan Mommy Laura.


“Sayang, kau bisa menanyakan pada Abang mu. Mommy tidak berbohong, Mommy dulu menitipkan kamu pada Asisten Mommy. Dan beliau menitipkan kau kepada orangtua mu, karena kau dulu sangat terancam sayang, Mommy tidak ada pilihan lain” Jelas Mommy panjang lebar dan terlihat sendu. Tentu saja merindukan putrinya yang telah lama menghilang.


Masih tidak percaya, Laurence semakin menjauhi Mommy Laura yang dianggapnya membohongi nya dan ia tidak terima dengan semua ini. Menggeleng gelengkan kepalanya dan terlihat tidak percaya, itulah ekspresi Laurence saat ini.


“Tidak!Hanya Ibu ku yang melahirkan ku. Dan bukan kau, Nyonya!” tegas Laurence yang menggelengkan kepalanya tidak terima.


“Benar, itu semua benar. Kau bisa melihat surat keterangan DNA ini Laurence” timpal seseorang yang terlihat dari arah belakang membawa surat. Orang itu yang tidak lain adalah Indra Wilson.


Laurence mengambil kertas itu, kemudian ia menatap Laura dan Indra bergantian. Apakah ini hanya kebohongan semata, pikirnya. Namun tidak mungkin jika sang Abang yang kini angkat bicara.


Kemudian ia terduduk lemas dengan menangkup kedua lututnya terus menangis. Friska menangis mengeluarkan semua yang dipendamnya.


“Kau kenapa baru menemukan ku sekarang? Kenapa tidak dari dulu?!! Apa aku memang tidak berarti bagimu? Tapi aku hanya mencintai Ibu dan Ayahku!Bukan kau!” tegas Friska namun dengan lirih dan mengeluarkan banyak air matanya.


Wanita paruh baya itu ikutan menangis, ia sudah dari dulu mencari putrinya. Setelah pemberontakan itu selesai, namun ia tidak bisa menemukannya karena titik utamanya telah meninggal.Ia tidak bisa menemukan Putrinya dengan cepat.


Laura berusaha memegang lengan Laurence, dan ikut terduduk. Namun semua itu ditepis Laurence.


“Sayang, dengarkan Mommy Nak. Kau memang benar anak Mommy. Mommy tidak pernah berhenti mencarimu dan Mommy baru menemukan buktinya kemarin sayang. Karena Asisten Mommy sudah meninggal, jadi Mommy tidak tahu dimana kau berada.” Jelas Laura dengan pelan pelan dan lembut.


“Kau ingat?Saat Mommy berucap kepadamu bahwa Mommy kehilangan putri Mommy. Dan saat itu orang suruhan Mommy baru mencari tahu dari Rumah Sakit. Karena cctv itu terbakar dengan Rumah Sakitnya. Dan kau lihat, gelang kaki ini dibuat khusus dan hanya ada di dunia yang sengaja Mommy buat untukmu.Mommy sungguh menyayangi mu Nak, maaf terlambat” seru Laura dengan panjang lebar dan tersedu-sedu lemah.


Laurence mendongak ke arah Laura yang tengah menangis sama rapuhnya dengannya. Kemudian ia menghamburkan pelukannya kepada wanita paruh baya itu.


Bersambung...


Jangan lupa like dan comment ya teman teman 🌹