
Dengan sigap, Geon langsung bertindak mendengar apa yang tuannya ucapkan.Karena jika Aldebaron menyuruh Jack, itu akan memakan waktu yang sangat lama karena Jack sedang berada di Indonesia.
Geon langsung mencari titik keterangan saat terakhir kali kekasih tuannya itu tidak ada di Rumah Sakit.
Ya, dia menanyakan satu persatu orang apakah ada yang melihat Laurence atau tidak. Kemudian ada orang yang mengatakan bahwa Laurence ke caffe yang dekat dengan Addison Hospital.
Geon langsung terburu buru ke Caffe yang telah disebutkan tadi, kemudian menanyakan pada pelayan ataupun orang yang berada disana.
Karena pelayan disana memang masing masing dan tidak berjaga, jadi pelayan itu hanya mengucapkan bahwa memang tadi ada pelanggan yang bernama Laurence disana Namun saat Laurence disana, memang tidak ada pengunjung satupun, jadi terlihat sepi.
Geon hanya mengumpat kasar para pelayan dan petugas caffe itu yang begitu bodoh, sibuk dengan urusannya masing masing. Dan dengan bodohnya, tidak memperhatikan satu pelanggan yang sedang berdiam diri itu.
'Sial!Aku harus mencari Nona kemana.. ' batinnya mengumpat menghela nafasnya dengan kasar.
“Aku harus bilang pada Tuan karena Nona hilang setelah makan dari Caffe tersebut.” Gumamnya pada dirinya sendiri.
****
Sedangkan Aldebaron, ia kini telah berada di Apartemen Laurence. Dan ia memang sudah tau pin kunci apartemen nya, melamun semoga tidak terjadi apa apa dengan kekasihnya, pikirnya.
Hingga Handphone nya berdering,
tenonet .. tenonet .
“Hallo Geon?” tanya nya dengan dingin.
“Hallo Tuan. Maaf saya sudah mencari Nona Laurence, namun nihil. Penculik itu tidak mudah meninggalkan jejak nya disana. Dan terakhir kali Nona Laurence mengunjungi caffe dekat Rumah Sakit Tuan, ” jelasnya dengan panjang lebar.
“Apa kau tidak sedang bercanda Geon?!” tanya nya dengan sedikit meninggikan suaranya.
'Sumpah, demi apapun aku sedang tidak bercanda Tuan. Dan aku kini sedang mencari sampai Nona ketemu' gumamnya dengan jujur dibalik telfonnya.
“Kau harus cepat menemukan Laurence ku! Panggil para ahli untuk bisa menemukan Laurence ku!” gumam Aldebaron dengan sedikit membentak.
Kini pikirannya harus bening, agar tidak ceroboh menggunakan hatinya seperti saat itu gila tidak menemukan Eloise. Dan kini, kejadian itu membuatnya menjadikan pelajaran, agar tidak mudah marah saat ini.
Ya, Aldebaron tidak tinggal diam. Ia akan melacak cctv yang terakhir kali di Caffe itu.
Dengan tangannya sendiri, ia mendatangi Caffe tersebut dan meminta rekaman cctv kejadian satu jam yang lalu.
Setelah menerima cctv tersebut, tidak terlihat ada penculikan dan terakhir terlihat Laurence sedang makan disana. Ya, mungkin si penculik teramat pintar merencanakan hal itu terlebih dulu.
Aldebaron sempat terfikir dengan Mommy nya, karena Eloise pun dulu seperti itu. Bukan berprasangka buruk terhadap orang tua, namun hati dan otaknya kompak mengatakan hal itu. Ya, dia harus menelfon Mommy nya.
tenonet.. tenonet..
“Kau masih butuh juga pada Mommy mu ini Disson. Ada apa kau menelfon Mommy?Apa kau akan kesini untuk bertemu dengan Stefanie?” gumam wanita paruh baya itu dibalik telfonnya.
“Tidak. Katakan dimana Laurence Mommy sembunyikan?” tanya nya dengan merendahkan suaranya.
“Laurence?Apa maksud mu Son?” tanya nya dengan lagak berpura pura tidak tahu.
“Mommy gak usah berlagak tidak tahu. Disson yakin ini semua ulah Mommy” gumamnya masih terdengar sedikit sabar.
“Kau jangan menuduh tanpa ada bukti Disson!Aku ini Mommy mu!” Sahutnya dengan sedikit meninggikan suaranya.
“Ya, kau memang Mommy ku dan orang yang telah melahirkan ku, aku tahu itu. Dan tidak ada seorang ibu yang rela anaknya tidak bahagia, dan Mommy sepertinya tidak suka melihat aku bahagia. Apakah Aku memang benar anak Mommy?” tanya nya dengan mengeluarkan uneg uneg nya dan langsung menutup telfonnya dengan kasar.
Aldebaron tidak ingin kehilangan kesabaran lagi, ia hanya bisa bersikap tenang dan pasti ada jalan keluarnya dibalik masalah ini.
Tiba tiba ia kedatangan Geon.
“Maaf Tuan, Saya dan anak buah saya sudah mencari Nona Laurence, namun benar benar sangat sulit untuk ditemukan” gumamnya.
'Sepertinya aku harus mengumpulkan para ahli cyber untuk meretas rekaman cctv yang ada di Caffe itu' batinnya menatap lurus.
“Sudahlah, kau panggilkan saja dan kumpulkan cyber ahli yang sudah profesional” perintahnya tanpa melihat kearah Geon.
“Baik Tuan, akan saya lakukan. Saya permisi” gumam Geon menundukkan badannya menghormat pada Tuannya.
'Baby, aku pasti benar benar menemukan mu. Kau yang sabar ya, semoga kau baik baik saja' batinnya dengan cemas cemas.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya🌹