Our Love Is Different

Our Love Is Different
Indra Wilson



Di tengah hiruk pikuk kota, seorang duduk sendirian dan memikirkan sahabatnya yang sudah menghilang hampir 1 bulan lama nya.


Siapa lagi kalau bukan Oktavia?


Dia cemas memikirkan sahabatnya yang biasanya tiap detik selalu berada di dekatnya, karena mereka satu paket lengkap. Satu nya hilang, rasa nya seperti ada bagian anggota tubuh yang hilang.Seperti itu lah pribahasa menurut Oktavia dan Laurence.


"Lo dimana si Ren, gue cemas banget sama lo, semoga lo baik baik aja ya dimana pun lo berada" gumam Oktav sambil melihat langit langit


tak tak tak


Seseorang menyapa Oktavia


"gue boleh duduk disini kan?" siapa lagi kalau bukan Sanca, fans berat Laurence


haha bisa dikatakan begitu ya gaess wkwk


"kalau mau duduk ya duduk aja gausah bilang,.. ini kan tempat umum? dan emang nya gue teman curhat lo apa?"


gumamnya tanpa melihat orang yang datang,.


Oktavia tau orang yang datang adalah makhluk astral yang selalu cari gara gara dengannya.


"Hehe, gue bukannya curhat si? gue mau cari si cantik kesayangan gue mana?Alias sahabat Lo?biasa nya kan kalian satu paket lengkap plus telor dadar digulung pake bihun mayonaise" seloroh Sanca sambil cengengesan ga jelas


"Apaan si lo? mending ngomong sama aspal sana jangan sama gue. Gue ga ngerti bahasa aneh bin ajaib lo itu" gumam Oktav lalu meninggalkan Sanca sendirian.


*...................................................


"Dok, ini tangan saya kayanya sudah sembuh soalnya tadi bisa digerakkan dok" ucap Laurence dengan mata berbinar binar.


"Nona, maaf coba saya periksa dulu keadaannya."gumam Marcel


Sambil memperhatikan dokter itu, Laurence pertama kali terpesona pada dokter tersebut karena..


ya mungkin tampan nya luar biasa wkwk


"Nona, Anda besok dikatakan boleh pulang, tapi liat saja kondisinya ya"


"Oke dok, makasi"


Dan pintu ruangan terbuka..


Ceklek


"Cel, gimana pasien lo perkembangan nya?"ucap Aldebaron sambil menaikan sedikit alisnya


" Pasien yang mana ya Tuan muda Aldebaron? pasien saya hari ini banyak"


"Ya, yang kau periksa barusan lah masa pasien rumah sakit jiwa"gumam Aldebaron


"Maaf tuan muda, saya barusan sudah memeriksa keadaan 10 pasien, banyak pasien satu masih luka parah, pasien kedua jantungnya bermasalah, pasien ketiga gigi nya sudah saya periksa karna copot terkena genteng, pasien keempat....


Marcel tak melanjutkan ucapannya, damn.....


Peletak!


Peletuk


Aldebaron menyentil kening Marcel dua kali, padahal lagi serius serius nya menanyakan keadaan Laurence malah dipermainkan


________________..........


Disisi lain, seorang pria memakai kemeja putih, sepatu pantofel dan celana hitam pekat. Tatapan matanya kosong, waktu istirahat tidak dimanfaatkan untuk makan, malah memikirkan adiknya yang belom ketemu sampai saat ini. Ia mencari kemana mana, namun hasilnya nihil.


Setelah sadar dari lamunannya,pria itu langsung menuju kantornya lagi karna waktu istirahat sudah selesai.Ya, pria itu adalah kakak dari Laurence Angelina, kakak satu satunya yang Laurence punya.


Indra Wilson, Seperti itulah nama yang orang tua nya berikan.


lebih tepatnya yang author berikan ya Bambang wkwk


Ia teringat pada ucapan terakhir mendiang orang tuanya


Flashback on*


"Nak, tolong jaga adik kamu ya? jangan sakiti dia jaga dia dengan segenap hati. Meskipun dia bukan adik kandung kamu, kamu harus jaga dia nak.Ingat pesan Ibu ini ya nak, ibu sangat menyayangi adik kamu seperti anak kandung ibu sendiri, dia sudah tersiksa sejak lahir, karna terpaksa harus berpisah dengan kedua orangtuanya. Orang tuanya terpaksa menyerahkan adik kamu kepada papa, orang yang sangat dipercaya orang tua kandung Laurence, karna saat itu musuhnya mengancam keselamatan keluarga Laurence.Kamu harus jaga dia, karna sampai saat ini adik kamu masih dicari oleh orang orang itu. Seperti Ibu dan papa yang sangat menyayangi dan menjaga Laurence dengan segenap hati kami, bahkan nyawa kami."


flashback off*


Ia terngiang-ngiang dengan ucapan mendiang ibunya.Hingga Atasan nya menegur Indra karena salah menulis laporan keuangan.


",.. Indra! ini kamu benerin data keuangan nya jangan sampai ada yang salah sedikit pun!Tuan pasti akan menyemprot kita kalau kita sedikit saja mengalami kesalahan! Lakukan dengan benar" ucap Kepala divisi keuangan sambil menepuk pelan bahu Indra


"iya, aku harus fokus, agar cepat menemukan adikku" gumamnya kepada diri sendiri


jangan lupa like ya readers, like mu semangat ku✨