
“ Mommy hanya boleh mengizinkan ku untuk merawat mu saja. Soal restu kita dia masih belum membuka matanya ” gumam Aldebaron dengan lembut sambil mengusap rambut Laurence.
Laurence terdiam sejenak, kemudian ia memegang lengan Aldebaron.
“Kau jangan berputus asa. Aku yakin cepat atau lebih cepat Mommy akan merestui hubungan kita” seru Laurence menguatkan, dengan melebarkan senyum tulusnya.
“Oke. Oh ya, kemarin bulan lalu teman mu yang bernama siapa ya?Oh Rus iya Rus. Dia datang bersama Jack untuk menjenguk mu?Apa benar dia temanmu?” tanya Aldebaron
“Ishh, kau ini!Asal mengganti nama orang saja kak, dia itu nama nya Ros!ingat R O S! Paham tidak!” omelnya kesal, dia tidak ingin Aldebaron mengganti teman petot petot ciss nya.
“Oh maaf baby, aku kan gak tau. Kau jangan marah marah Mulu baby nanti cepet reot. Apa kau ingin awet rajet?” tanya Aldebaron.
“Tidak!Aku hanya tidak ingin saja kau asal mengganti nama petot petot ciss ku, ” ujar Laurence dengan santai.
Aldebaron mengerutkan keningnya, tanda tidak mengerti dengan ucapan melantur Laurence.
“Siapa petot petot ciss?” tanya Aldebaron sembari mengerutkan keningnya.
“Tentu saja temanku yang kau asal ganti namanya.” Jawab Laurence.
“Apa Oktavia datang kesini?” Lanjut Laurence menanyakan sahabat nya yang satu lagi.
“Emmm, tidak. Dia tidak tahu mungkin tentang kondisimu. Lagi pula dia tidak dekat dengan Abang mu” ujar nya.
“Ohh, memang nya kenapa sudah tidak dekat lagi?” tanya Laurence semakin kepo.
“Entahlah, bukan urusan ku baby. Urusanku hanya kamu” Jawab Aldebaron dengan jujur.
“Hihihi kau bisa saja membuat hatiku layu. Eneng kan jadi baper Abang...” seru Laurence malu malu dengan tingkah yang dibuat alay ataupun lebay.
“By the way, kenapa ya mereka gak dekat lagi?” tanya Laurence kepada Aldebaron.
“Mana aku tahu, aku kan ikan. Sudahlah, kau jangan mencampuri atau pun meng kepoi urusan mereka, fokus kepada kesembuhan mu ” ujar Aldebaron mengingatkan.
“Padahal aku ingin mereka jadian dan aku bisa mengikat Oktavia menjadi saudaraku” seru Laurence dengan merenggut kan wajahnya.
***
Setelah melihat pergerakan putranya dengan Laurence, ia cemas dengan perasaannya sendiri.
Terkadang ia ingin memisahkan Laurence dengan putranya. Namun disisi lain, Ha Neul tidak ingin putranya kembali mendiamkannya dan juga ia masih sedikit merasa bersalah terhadap Laurence.
'Yasudah lah, aku tidak akan memisahkan mereka lagi. Namun aku tetap tidak akan merestui hubungan mereka' batinnya mengambil keputusan.
Bukan tidak ingin merestui, tapi mungkin hanya belum saja. Karena ia belum melihat kebaikan Laurence yang begitu tulus kepada putranya dan juga seseorang yang sangat penyayang.
______________🌒🌒🌒__________
“Emm.. a..aku” seru mereka berdua kompak. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah Citra dengan Indra.
“Kau dulu sajalah” seru Citra dengan canggung.
“Kau dulu” gumam Indra namun dingin dan berusaha menutupi rasa canggungnya.
“Baiklah, aku hanya ingin meminta izin untuk cuti Nona” gumam Indra dengan dingin.
“Oh, mau kemana dan berapa hari?” tanya Citra dengan kepo.
“Hanya tiga hari. Dan itu pun untuk menjenguk adikku yang sudah lama tidak aku jenguk” ujar nya dengan dingin dan santai.
“Oke. Memangnya adikmu kenapa mesti dijenguk?” tanya Citra semakin kepo dengan Indra. Pria yang menarik perhatian nya belakangan ini.
“Adikku sedang sakit dari tujuh bulan yang lalu, karena penculikan dan penembakan.” Sahut Indra santai.
“Baiklah, hanya tiga hari. Tidak kurang dan tidak lebih ya, dimulai dari besok” perintah nya.
“It's oke. Terima kasih Nona. Aku akan selalu bersemangat kerja agar bisa cepat cepat menemui adik kesayangan ku” gumam Indra dengan antusias.
'Memangnya dia mempunyai adik?Aku baru tahu. Oh ya.. semoga adiknya segera sembuh' batinnya berdoa dalam hatinya.
Kemudian ponselnya berdering...
tenonet tenonet...
“Ya, Hallo Dad” gumam Citra dibalik telfonnya.
“Sayang.. kau kapan pulang?Ini sudah lebih dari lima bulan. dan kau ingkar pada janjimu sendiri Nak. Lihatlah, disini banyak kekacauan. Mommy mu berusaha memisahkan lagi kakak mu dengan kekasihnya, dan kekasihnya tertembak saat ia terkena penculikan demi menyelamatkan kakakmu yang saat itu akan tertembak.' Jelas Dady nya panjang lebar dibalik telfonnya.
“Aku tidak berjanji Dad, aku hanya berucap saja dan tidak berjanji. Sudah kubilang, aku akan disini selama lima bulan, namun itu juga belum pasti. Oh ya?!! Apa Mommy berulah lagi?” Sahutnya santai. Kemudian terdiam sejenak dan kembali terkejut mengepalkan tangannya.
Indra yang mendengar hanya mengerutkan keningnya dan penasaran dengan siapa Citra mengobrol pikirnya, dan membahas masalah apa.
“Benar, dan sampai tujuh bulan kini Mommy mu masih tetap keras kepala. Dan kekasih kakakmu masih dirawat sekarang. Dan yang paling penting, kakakmu sudah berpindah keyakinan” Gumam Daddy Wufi panjang lebar.
Membuat Citra dibuat syoknya minta ampun dan kelewat lebay,
“Oh my got? Apa benar Dad?Ko aku ketinggalan info sih?!!” gerutu nya kesal kepada orang dibalik telfonnya itu.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya 🌹