Our Love Is Different

Our Love Is Different
Ulat bulu yang busuk



“ Baby, ko kamu tahu si ini aku” ucap nya dan Laurence pun memeluknya dengan sayang seperti satu tahun saja tidak ketemu


“ Ya iyalah aku tahu, orang dari suara nya juga udah hafal ckck” sinisnya


“Yasudah ayo kita duduk, kamu mau pesan apa?”


“ Ehm.. aku kesini cuma ada hal penting sama kamu kak, gausah pesan apa apa lah cuma sebentar ini” seru nya


“ Ayolah sayang, disini pada enak enak kita sekalian makan bersama”


“ Yasudah, aku pengen Saffron, sama minumnya creamlate coffe”


Aldebaron pun memanggil pelayan


“ Mba, creamlate coffe, dan Saffron nya dua ya”


Pelayan tersebut, tidak memperhatikan apa yang Aldebaron katakan. Dia malah memperhatikan wajah tampan nan menawan Aldebaron dan memperlihatkan belahan dada nya yang montok.


“ Mba, denger suami saya ngomong tidak !” seru Laurence sedikit meninggikan suara nya


Sengaja memakai kata 'suami saya' agar dia sadar bahwa didepannya terdapat istrinya, yang tidak lain adalah Laurence. Laurence tidak ingin wanita itu semakin menonjolkan kepribadian buruknya dengan mempertontonkan tubuhnya pada Aldebaron. Ia sungguh tidak suka pada wanita penggoda.


“ Baby, sudahlah.. kamu jangan marah marah ya. Dan kau! cepat panggil manajer restoran ini saya tidak ingin melihat karyawan seperti kamu lagi. Cepat!” gumam Aldebaron sedikit membentak pelayan muda itu.


“ Ma,... maafkan saya Tuan, Nyonya saya tidak bermaksud....”


Belum sampai wanita itu melanjutkan ucapan nya, kaki nya sudah dihadang oleh Laurence karena terlalu banyak bicara menurut nya, hingga si empu nya jatuh dan menjadi bahan tertawaan disana.


“ Upps.... maaf Tante... saya ga sengaja ckcl”


seru Laurence sambil menutup mulutnya


“ Nyonya, lain kali kaki anda di kondisikan dong, jadi saya sakit ini dan malu begini. Apalagi manggil saya Tante lagi. emang saya keliatan tua ya” gumam nya tak sadar diri ia sudah menjawab pertanyaan Laurence, bukannya pergi dari sana


“ Dasar Tante cabe cabean! Gue tadi udah maklumin lo ya bersikap ga wajar sama SUAMI gue, dan sekarang lo malah memperpanjang masalah bukannya segera pergi. Dasar gatau malu lo!” seru nya dan semakin meninggikan suaranya.


Kesabaran Laurence sudah diambang terlalu tinggi. Dan segera menekankan kata 'SUAMI' agar orang orang makin memandang nya jijik karena terus menggoda Aldebaron.


“ Sayang, sudahlah. Ayo kita pergi dari sini, akan ku beri pelajaran dia karena sudah berani menggoda ku dengan tubuh busuknya” teriak Aldebaron lantang karena tidak ingin memantik kemarahan Laurence.


Mereka gagal berbicara, karena sang ulat bulu mulai keluar dari sarang kempompong. Seharusnya, ulat bulu seperti itu keluarnya dari selokan atau pun dari hal hal yang tidak semestinya indah. Karena bagi ulat bulu busuk itu memang mengganggu ketenangan masyarakat.


ckck sungguh ulat bulu tidak tahu malu sudah busuk, malah memperburuk diri lagi


Mereka kembali mencari tempat yang nyaman untuk makan siang sekaligus berbicara penting. Karena dari tadi Laurence sudah menggebu-gebu karena ingin berbicara hal penting pada Aldebaron.


“ Sayang, kamu sangat galak seperti tadi itu seperti sangat lucu seperti boneka panda”


ujarnya terkikik menertawakan kegalakan Laurence, karena menurutnya sangat imut sekali bagi seorang Laurence. Karena, memang Laurence mukanya tidak pantas menjadi jahat.


“ Kamu ko jadi nertawain aku sih. Kamu jahat” seru Laurence mengerutkan bibirnya yang tidak monyong


“ Tidak sayang, asli kamu tadi itu sangat cantik seperti bidadari. Bidadari yang jatuh dari embun dan dihiasi dari selokan” gumam Aldebaron dan salah mengucapkan selokan, membuat Laurence menjadi semakin cemberut. Dan sedetik kemudian menangis


“ Sayang cup cup ... aku salah, maafin aku. Aku salah bicara, sumpah demi apapun aku salah bicara. Maafin aku” gumam Aldebaron yang jarinya membentuk huruf v. Seperti anak kecil saja.


Seperti itulah jika dengan Laurence, ia merasa lebih luasa menampilkan sosok asli dirinya yang dingin dan kejam tersebut. Seolah muka dinginnya sudah kadaluarsa bagi seorang Laurence.


“ Huwaaa.... kamu sangat jahat kamu gak sayang sama aku” seru Laurence lagi dan menggigit lengan Aldebaron hingga terlihat bekas nya.


“ Aw... baby maafin aku. Aku salah bicara. Ayo kita turun. Sudah sampai kita disini” gumam Aldebaron sedikit melembutkan suaranya dan mengecup pucuk kepala Laurence. Meredakan sedikit amarah Laurence padanya.


“ Huum ayo” seru Laurence berbinar binar karena sudah sampai pada tujuannya.


Jangan sampai, setelah disana ia bertemu lagi dengan ulat keket yang lain.


Memang perubahan wanita sangat cepat wkwk, mereka mungkin akan benci padamu dan akan meredakan amarahnya ketika kamu memperlakukan nya dengan penuh kasih sayang


Mereka memanggil seorang pelayan, dan tidak terjadi hal seperti tadi yang terjadi di RESTORAN TERNAMA tersebut.


“ Mba, pengen Saffron sama minumnya coffe Chocolate dua ya” seru nya


Dan benar saja, si mba nya langsung pergi tidak menggoda Aldebaron lagi. Was was memang Laurence, ia tidak akan segan segan mengancam orang yang coba coba mendekati kekasihnya, terlebih ia sangat mencintai Aldebaron.


Sambil memegang tangan Laurence, Aldebaron kemudian membuka suara


“Baby... apa yang ingin kamu bicarakan. Tadi katanya ada hal penting yang mau dibicarakan denganku” ucapnya


“ Ehm.. sayang apakah di kantor mu ada lowongan pekerjaan?” seru Laurence sambil mengelus tangan Aldebaron


“ Memangnya kenapa? Apa kamu mau berpindah profesi? menjadi seorang karyawan dan tidak ingin menjadi Dokter?”


“ Tidak. Abang ku dipecat dari perusahaan, karena masalah kecil Bosnya yang tidak profesional, Ayolah... apakah ada lowongan pekerjaan yang cocok untuk Abang?”


“ Dan, Oya... Abang ku meminta maaf sama kamu atas perlakuannya selama ini. Ia tidak ingin kehilangan seorang adik kesayangannya lagi” seru Laurence sebelum Aldebaron membuka pembicaraan nya


“Its okey, it doesn't matter baby. Aku tidak mempermasalahkan soal yang kemarin kemarin. Baiklah aku akan carikan posisi yang cocok untuk Abang mu” Gumamnya


Laurence tersenyum lebar, ia senang seorang Aldebaron menuruti keinginannya. Ia sangat bersyukur sekali dengan hal ini. Ya, dia mempunyai pundak yang baru untuk meletakkan segala keluh kesahnya. Bersyukur sekali karena Aldebaron sangat menyayangi nya, Laurence tidak akan menyia nyiakan hal itu, karena mungkin tidak ada lagi orang yang seperti Aldebaron.


“ Makasi ya Aldebaron sayang, aku sangat sangat bersyukur memiliki lelaki hebat seperti mu.” seru Laurence terus terusan melebarkan senyum termanis nya sepanjang hidupnya kepada Aldebaron.


“ Mungkin kamu belum tau seluruh sisi keburukan ku, kalau kamu tahu, aku yakin kamu akan ilfeel” gumam Aldebaron sedikit tidak percaya diri atas pujian Laurence


“ Sayang... jangan begitu Ah.. aku tidak akan mempermasalahkan nya, asal kamu baik. Dan mencoba untuk memperbaiki diri. Aku sungguh sangat bersyukur” seru Laurence


Dan Aldebaron pun berkali kali mendaratkan kecupan mesra nya di seluruh wajah Laurence


'Mungkin kamu sudah tahu sedikit sisi tentang kebaikan ku, namun tidak dengan keburukan ku. Dan aku tidak yakin akan direstui oleh Daddy dan Mommy. Karena mereka sangat pilih pilih sekali dan mengutamakan status kebangsawanan' gumamnya di dalam batinnya dengan cemas


Kawan kawan yang baik, Jangan lupa like dan comment ya. Like mu semangat ku✨


bersambung....