
Perusahaan Addison.
“Bagaimana bisa?Bagaimana bisa istriku berbuat seperti itu lagi?!!” gumamnya pada dirinya sendiri dengan mengusap wajahnya kasar. Ia tidak mengerti dengan arah jalan pikiran istrinya.
Ya, dia harus menghentikan nya, pikirnya.
tenonet... tenonet...
“Kau kenapa melakukan semua ini Ha Neul!” tanya nya dengan tegas.
“Maaf sayang.. ini semua aku lakukan demi anak kita juga. Aku tidak ingin Disson kedua kalinya memilih wanita yang salah” seru Ha Neul dibalik telfonnya.
“Aku memang tidak menyetujui nya, namun semua itu sangat berbahaya bagi keduanya. Terutama pada Disson. Jika yang tertembak Disson gimana?” bentaknya dengan frustasi.
“Tentu saja jika itu terjadi aku tidak akan memaafkan diriku sendiri” Sahutnya dengan lirih.
“Ya, tapi disini nyawa orang lain yang jadi taruhannya Ha Neul, aku melihat wanita itu sepertinya wanita yang baik. Dan prestasi nya pun di dunia Kedokteran sangat bagus, memang apa salahnya?Apa kau masih memegang teguh prinsip mu itu demi egomu?! Apa kau tidak melihat perjuangan dan cinta keduanya? Bagaimana jika itu diposisi kau dan aku. Apa kau akan begitu tega?” tanya nya dengan beruntun untun.
Ha Neul membatu, hatinya mulai terbuka. Namun otaknya menolak, Ha Neul hanya mengikuti kata otaknya bukan hatinya.
“Aku masih tidak setuju dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya?” Sahutnya santai dan menutup telfonnya dengan kasar.
Pria yang belum selesai bicara itu menghela nafasnya dengan kasar, ia tak habis pikir dengan kelakuan istrinya. Dulu memang ia menutup matanya saat Eloise yang disekap oleh para mafia. Namun sekarang ia melihat Laurence berbeda, wanita itu sangat tangguh dan cintanya jangan ditanya lagi pada Aldebaron.
______________🌒🌒🌒____________
Bergegas untuk menemui ulama yang akan bisa membuatnya masuk Islam, Aldebaron tanpa sepengetahuan orangtuanya melakukan itu. Karena ia bertekad sendiri dengan keyakinan tersebut.
Jika ia memberi tahu orangtuanya, terutama Mommy nya maka ia akan ditentang keras oleh keduanya, terutama Mommy nya.
“Maaf pak Ustadz, saya bertekad ingin masuk Islam ” Gumamnya dengan mantap.
“Masya Allah, Alhamdulillah. Keyakinan dari mana kau Nak jika bertekad masuk Islam?” tanya nya dengan ramah.
“Aku hanya dibuat terkagum dengan ajaran Islam dan tadi aku justru semakin dibuat jatuh cinta pada. Kalam illahi yang dilantunkan seseorang secara tidak sengaja. Dan saya bertekad ingin lebih dalam mempelajari Islam” tuturnya dengan panjang lebar dan mantap.
“Alhamdulillah, Anda bisa ikuti kata kata saya”
perintahnya.
“Asyhadu Alla, ilaaha illallah.. Wa Asyhadu 'Anna Muhammadan Rosulullah”
“Alhamdulillah, Anda sudah menjadi Islam Tuan Aldebaron ” Ucapnya dengan melebarkan senyumnya.
“Iya Alhamdulillah pak ustadz, mohon bimbingannya agar saya bisa belajar ngaji dan shalat” gumam Aldebaron.
“Tentu, Anda bisa sering ke masjid ini dan belajar mengaji” Sahut ustadz itu.
*****
Sambil menunggu Laurence tersadar dari komanya, ia perlahan lahan belajar mengaji. Dan tentunya, hari setelah ia menjadi Mualaf Aldebaron langsung disunat.
Kini ia tengah belajar mengaji di kediaman pak Ustadz.
“Alhamdulillah Nak, kamu ternyata cepat tanggap sekali ya huruf dan makhraj nya sangat bagus. Bisa membedakan panjang pendeknya, dan tajwidnya juga Masya allah” Puji ustadz itu senang. Baru baru ini ia melihat Mualaf yang secepat ini bisa belajar dengan tertib dan sangat cepat tanggap.
“Iya Alhamdulillah pak Ustadz, saya ingin cepat bisa Al-Qur'an agar bisa mendoakan kekasih saya yang masih terbaring koma” seru Aldebaron, tatapan nya menyendu.
“ Yang sabar Nak, pasti kekasihmu akan segera sembuh. Jika sudah sembuh, cepatlah nikahi karena pacaran tidak terlalu baik. Dan dilarang keras dalam Islam ” ceramahnya dengan menepuk pelan bahu Aldebaron.
“Iya pak Ustadz, saya juga ingin begitu. Namun apa daya, orangtua saya termasuk Mommy tidak mengizinkan kami bersama, apalagi menikah” terang nya.
“Memangnya apa yang menjadi masalah nya?”
“Karena perbedaan status sosial kami. Laurence bukan seorang bangsawan, jadi Mommy melarang keras tentang itu”
“Itu memang tidak mudah, semangat dan harus banyak bersabar. Jangan pernah tentang Mommy mu demi orang yang kau cintai. Mungkin Mommy mu masih belum membuka hatinya, suatu saat pasti kalian akan bersama” ujar pak Ustadz itu menyemangati Aldebaron.
“Oh ya pak Ustadz, kenapa hanya ada Anda disini seorang ustadz di Cambridge?” tanya Aldebaron dengan penasaran.
“Hanya ingin berdakwah agar banyak yang masuk Islam.” Sahutnya dengan santai menatap lurus ke depan.
“Masya Allah'bagus sekali niatnya Pak Ustadz, semoga Anda bisa sukses membuat orang orang disini masuk Islam” Gumam Aldebaron menyemangati.
“Yasudah, Saya pamit dulu. Ingin membaca sedikit surah untuk kesembuhan Laurence ” Lanjut Aldebaron dengan berpamitan.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya 🌹