
" Huaa...p" Laurence menggeliatkan badannya setelah terbangun dari mimpinya. Tak menyadari, senja menunjukkan waktunya. Waktu sore hari.
Setelah merasa, nyawanya terkumpul, Laurence menyadari waktu telah sore. Dan dia ketiduran terlalu lama, hingga ia lupa akan kepulangannya.
" Alamakkk.. aku lupa lagi!" seru Laurence menepuk jidatnya
Ia segera lari terbirit-birit untuk segera mandi, membersihkan diri. Dan tidak lupa juga menelfon Aldebaron terlebih dahulu. Karena ia butuh kepastian, kepastian untuk pulang diantarnya atau tidak.
Berkali kali Laurence menelfon, tetapi tidak diangkat sama sekali oleh Aldebaron. Sayang nya, yang ditelpon tidak menyadari ada beberapa panggilan masuk. Aldebaron sangat sibuk membicarakan pembukaan proyek nya yang berada di kota S. Ia Silent kan hp nya agar tidak ada yang mengganggu.
Pembicaraan Aldebaron dengan kliennya, telah selesai ternyata. Ia langsung teringat dengan Laurence.
" Dia pasti sudah menungguku" gumam Aldebaron
Ia segera melajukan kendaraannya dan menyetir sendiri.
.............
" Kamu sudah siap" ucap Aldebaron dingin
" Sudah, dari tadi aku nungguin om, kelamaan tau!" seru Laurence mengerucutkan bibirnya sambil melipat tangan di atas perut
" Ayo!" ucap Aldebaron lalu menggandeng lengan dengan tak sengaja
Sampai di kediaman rumah Indra, Laurence langsung mengetuk pintunya
tok tok tok
Sepertinya sekarang terdengar orang yang sudah menyahut dari dalam
Seketika saat Indra membuka pintu, ia langsung menghamburkan pelukan sayang nya kepada Laurence
Laurence bingung, karena dia tidak ingat sama sekali siapa yang ada di hadapannya sekarang ini
" Masya Allah dek, ini Abang mu, Abang ganteng mu" gumam Indra lirih. Terdengar dari suaranya, seperti terlihat sedih.
" Oh Abang" seru Laurence menganggukkan kepalanya
Dengan tatapan menyelidik, Indra lalu meminta penjelasan pada Aldebaron
" Kamu apakan adikku! hingga dia tidak mengingat kakak nya sendiri?!" gumam Indra sedikit sinis
" Dia kecelakaan, sewaktu pulang dari kampusnya, karena tak melihat kanan kiri menyebrang, lalu saya tidak fokus berkendara.. dan terjadilah apa yang tidak seharusnya terjadi, ya dia tertabrak oleh saya. Dan saat itu saya langsung membawa dia ke rumah sakit. Dia berhari hari tidak menyadarkan diri. Hingga setelah tiga hari, ia tersadar dari kritisnya, dan dokter mengatakan Laurence mengalami Amnesia dan tangannya sedikit terkena ujung mobil jadi tidak bisa digerakkan..." gumam Aldebaron menjelaskan detailnya, dan belum sempat ia melanjutkan perkataannya, Dan..
Bugh Bugh. .
Indra menghadiahkan bogem mentah nya karena hingga adiknya terluka, tidak ada informasi atau berita kecelakaan tersebut pada Indra . Dan Indra mencengkeram kemeja Aldebaron.
" Kau!! Aku ini kakaknya !dan seharusnya kau memberitahu dulu kepada ku semuanya! agar aku tahu kondisi adikku saat itu!" Lantang Indra meninggikan suaranya
Dari arah belakang, ternyata Laurence mendengarkan pembicaraan kakaknya dan Aldebaron.
" Stop! Stop kak! jangan marahi dia! dia yang sudah menyelamatkan aku dan merawat ku saat sakit! jadi stop kakak pukul dia lagi!" lantang Laurence, lalu menggaet lengan Aldebaron
" Harusnya kakak ku tidak seperti itu pada om, sini biar aku sembuhin lukanya" omel Laurence karena terlalu cemas kepada Aldebaron
" Auhhh... sakit itu! kamu pelan pelan dong ini sakit tau! auhh.." sedikit memegang pipinya karena lebam
" Haha ternyata wajah kayu bisa sakit juga ya, kirain manusia aja yang ngerasain sakit! " ejek Laurence memantik kemarahan Aldebaron.
" Emang kamu pikir saya apa ha? apa kamu pikir saya hewan?jin iprut? makhluk tak kasat mata? atau apa?" sahut Aldebaron bersungut-sungut sungut karena kesal
" Iya, saya pikir kamu bukan manusia" ejek Laurence lagi sambil mengobati luka lebamnya
bersambung ...